Penulis: Zulhamri
KORANKALTIM.COM, SANGATTA - Perumda Air Minum Tirta Tuah Benua Kutai Timur (TTBKT) bergerak cepat menangani dua titik kebocoran pipa distribusi air bersih di Jalan Poros PU danDusun Sekurau Bawah, Desa Sekerat, Kecamatan Bengalon.
2 menit baca1 kali dibaca

Penulis: Zulhamri
KORANKALTIM.COM, SANGATTA - Perumda Air Minum Tirta Tuah Benua Kutai Timur (TTBKT) bergerak cepat menangani dua titik kebocoran pipa distribusi air bersih di Jalan Poros PU danDusun Sekurau Bawah, Desa Sekerat, Kecamatan Bengalon.
Perbaikan jaringan tersebut dilakukan untuk memulihkan pasokan air bersih yang sempat terhenti dan berdampak terhadap sekitar 70 pelanggan.
Penanganan kebocoran pada pipa berdiameter 160 milimeter dengan melibatkan Tim Distribusi Perumdam Cabang Sangatta Utara bersama Tim Perumdam Unit Sekerat Bengalon.
Koordinator Unit Pembantu Sekerat, Silvianus Rikardus R mengatakan, tim awalnya mengalami kesulitan memastikan penyebab gangguan karena ditemukan perbedaan tekanan air sebelum dan sesudah jalur hauling.
Petugas sempat menduga terdapay kerusakan atau pipa yang kempis di jalur tersebut. Namun, setelah dilakukan pembongkaran menggunakan ekskavator namun kondisi pipa tidak bermasalah.
“Saat pemotongan pertama justru terlihat tekanan udara di dalam pipa cukup tinggi. Setelah titik kerusakan berhasil ditemukan, tim kemudian melakukan perbaikan dan penyambungan jaringan,” ujarnya, Jumat (30/10/2026).
Upaya tersebut membuahkan hasil setelah aliran air mulai kembali masuk ke kawasan permukiman Sekurau Bawah. Gangguan distribusi tersebut berdampak terhadap kurang lebih 70 pelanggan. Tidak hanya rumah warga, sejumlah fasilitas umum juga mengalami gangguan pasokan air bersih. Beberapa fasilitas yang ikut terdampak di antaranya sekolah, masjid, balai dusun hingga polindes
“Kami berupaya agar perbaikan segera diselesaikan sehingga kebutuhan air masyarakat dapat kembali terpenuhi,” akunya.
Kepala Seksi Distribusi Perumdam Cabang Sangatta Utara Sunaryo menjelaskan, proses perbaikan menggunakan metode penyambungan stub flange. Teknik tersebut diterapkan untuk menangani sambungan pada pipa HDPE (High-Density Polyethylene) berdiameter 160 milimeter.
Menurutnya, terdapat dua titik kebocoran yang harus ditangani dengan estimasi waktu pengerjaan sekitar dua hari. Meski demikian, tim teknis berupaya mempercepat penyelesaian pekerjaan agar gangguan pelayanan tidak berlangsung lebih lama.
“Kami menangani dua titik kebocoran dengan perkiraan pengerjaan selama dua hari,” jelasnya.
Pekerjaan terus dioptimalkan agar perbaikan dapat diselesaikan lebih cepat dan jaringan segera berfungsi kembali. Selesainya perbaikan fisik pipa belum serta-merta membuat tekanan air langsung normal.
Pihaknya masih membutuhkan waktu tambahan sekitar satu hari untuk proses normalisasi tekanan agar distribusi air dapat kembali mengalir lancar ke rumah-rumah pelanggan.
“Pemulihan jaringan tersebut dapat segera mengembalikan pelayanan air bersih bagi masyarakat termasuk fasilitas umum yang turut terdampak,” pungkasnya.
Editor: Erwin
Perbaikan jaringan tersebut dilakukan untuk memulihkan pasokan air bersih yang sempat terhenti dan berdampak terhadap sekitar 70 pelanggan.
Penanganan kebocoran pada pipa berdiameter 160 milimeter dengan melibatkan Tim Distribusi Perumdam Cabang Sangatta Utara bersama Tim Perumdam Unit Sekerat Bengalon.
Koordinator Unit Pembantu Sekerat, Silvianus Rikardus R mengatakan, tim awalnya mengalami kesulitan memastikan penyebab gangguan karena ditemukan perbedaan tekanan air sebelum dan sesudah jalur hauling.
Petugas sempat menduga terdapay kerusakan atau pipa yang kempis di jalur tersebut. Namun, setelah dilakukan pembongkaran menggunakan ekskavator namun kondisi pipa tidak bermasalah.

“Saat pemotongan pertama justru terlihat tekanan udara di dalam pipa cukup tinggi. Setelah titik kerusakan berhasil ditemukan, tim kemudian melakukan perbaikan dan penyambungan jaringan,” ujarnya, Jumat (30/10/2026).
Upaya tersebut membuahkan hasil setelah aliran air mulai kembali masuk ke kawasan permukiman Sekurau Bawah. Gangguan distribusi tersebut berdampak terhadap kurang lebih 70 pelanggan. Tidak hanya rumah warga, sejumlah fasilitas umum juga mengalami gangguan pasokan air bersih. Beberapa fasilitas yang ikut terdampak di antaranya sekolah, masjid, balai dusun hingga polindes
“Kami berupaya agar perbaikan segera diselesaikan sehingga kebutuhan air masyarakat dapat kembali terpenuhi,” akunya.
Kepala Seksi Distribusi Perumdam Cabang Sangatta Utara Sunaryo menjelaskan, proses perbaikan menggunakan metode penyambungan stub flange. Teknik tersebut diterapkan untuk menangani sambungan pada pipa HDPE (High-Density Polyethylene) berdiameter 160 milimeter.

Menurutnya, terdapat dua titik kebocoran yang harus ditangani dengan estimasi waktu pengerjaan sekitar dua hari. Meski demikian, tim teknis berupaya mempercepat penyelesaian pekerjaan agar gangguan pelayanan tidak berlangsung lebih lama.
“Kami menangani dua titik kebocoran dengan perkiraan pengerjaan selama dua hari,” jelasnya.
Pekerjaan terus dioptimalkan agar perbaikan dapat diselesaikan lebih cepat dan jaringan segera berfungsi kembali. Selesainya perbaikan fisik pipa belum serta-merta membuat tekanan air langsung normal.
Pihaknya masih membutuhkan waktu tambahan sekitar satu hari untuk proses normalisasi tekanan agar distribusi air dapat kembali mengalir lancar ke rumah-rumah pelanggan.

“Pemulihan jaringan tersebut dapat segera mengembalikan pelayanan air bersih bagi masyarakat termasuk fasilitas umum yang turut terdampak,” pungkasnya.
Editor: Erwin





Pusat gempa berada di 20 km Timur Laut Kota Sorong
30 Okt 2026, 13:03:45 WIB • Kedalaman 10 km
Gempa ini dirasakan untuk diteruskan pada masyarakat
Sumber: BMKG
