Penulis: Kusmas Riadi
KORANKALTIM.COM, SENDAWAR - Tim sepak bola Kutai Barat (Kubar) menunjukkan perkembangan positif menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII/2026 Kalimantan Timur di Kabupaten Paser bulan depan.
2 menit baca4 kali dibaca

Penulis: Kusmas Riadi
KORANKALTIM.COM, SENDAWAR - Tim sepak bola Kutai Barat (Kubar) menunjukkan perkembangan positif menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII/2026 Kalimantan Timur di Kabupaten Paser bulan depan.
Pelatih kepala tim sepak bola Askab PSSI Kubar, Fauzi Lamarauna optimistis para pemain khususnya talenta lokal, mampu bersaing dengan tim dari daerah lain. Disebutkan Fauzi, sejak mulai menangani tim pada Agustus 2026, dirinya melihat kemampuan pemain berkembang signifikan. Penilaian tersebut semakin menguat setelah melalui proses seleksi hingga tahap akhir.
Fauzi yang mengantongi sertifikat pelatih berlisensi B AFC mengaku sempat mendengar penilaian sejumlah pelatih lokal yang menganggap kemampuan pemain Kubar masih kurang dan perlu mendatangkan pemain dari luar daerah. Namun hal itu tak langsung membuat mantan gelandang klub Liga Indonesia PKT Bontang dan Bontang PKT ini percaya. Setelah melihat langsung kualitas pemain, Fauzi justru menemukan potensi yang dinilai mampu menjadi modal untuk menghadapi persaingan di Porprov.
“Awalnya ada teman-teman pelatih yang menyampaikan bahwa pemain lokal di sini kurang bagus dan harus mengambil pemain dari luar. Tetapi setelah melihat langsung saat seleksi tahap akhir, ternyata anak-anak lokal punya kualitas dan potensi untuk bisa berbicara banyak di Paser nanti,” ujar Fauzi saat melatih tim kepada Korankaltim.com, Jumat (30/10/2026) pagi tadi.
Seluruh daerah yang akan berlaga di Porprov memiliki kekuatan yang patut diperhitungkan. Karena itu mantan pelatih tim RANS Nusantara FC U-16 dalam ajang bergengsi Elite Pro Academy (EPA) Liga 1 pada tahun 2023 lalu itu tidak ingin menganggap satu daerah sebagai lawan terberat. Fokusnya saat ini adalah memaksimalkan kemampuan pemain agar dapat tampil kompetitif. “Bagi saya tidak ada lawan yang paling berat. Semua tim sama kuat. Saya percaya dengan anak-anak Kubar dan yakin mereka bisa berbicara banyak di sana,” tegas Fauzi.
Selain kemampuan teknis dan fisik, Fauzi juga memberi perhatian terhadap mental bertanding pemain. Berdasarkan sejumlah pertandingan uji coba yang telah dijalani di Kubar, dia menilai mental anak asuhnya cukup baik. Namun, kemampuan tersebut masih perlu diuji ketika bermain di luar daerah.
Tim sepak bola Porprov Kubar bakal berangkat lebih awal pada 5 November pekan depan ke Paser dan mempertimbangkan menjalani pertandingan uji coba tambahan di Samarinda atau langsung di Paser sebelum kompetisi dimulai. Langkah tersebut diharapkan dapat membantu pemain beradaptasi dengan suasana pertandingan di luar kandang.
Persiapan tim juga menghadapi tantangan akibat kabut asap yang menyelimuti wilayah Kubar. Kondisi tersebut membuat latihan di lapangan terbuka tidak selalu memungkinkan. Sebagai penyesuaian, tim memanfaatkan fasilitas pusat kebugaran dan ruangan di rumah dinas bupati selama masa karantina untuk menjalankan program latihan, termasuk penguatan otot perut dan daya tahan tubuh.
Fauzi berharap waktu persiapan yang tersisa dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan porsi latihan serta mematangkan kemampuan fisik, teknik, dan mental pemain sebelum menghadapi pertandingan sesungguhnya di Porprov.
Editor: Aspian Nur
Pelatih kepala tim sepak bola Askab PSSI Kubar, Fauzi Lamarauna optimistis para pemain khususnya talenta lokal, mampu bersaing dengan tim dari daerah lain. Disebutkan Fauzi, sejak mulai menangani tim pada Agustus 2026, dirinya melihat kemampuan pemain berkembang signifikan. Penilaian tersebut semakin menguat setelah melalui proses seleksi hingga tahap akhir.
Fauzi yang mengantongi sertifikat pelatih berlisensi B AFC mengaku sempat mendengar penilaian sejumlah pelatih lokal yang menganggap kemampuan pemain Kubar masih kurang dan perlu mendatangkan pemain dari luar daerah. Namun hal itu tak langsung membuat mantan gelandang klub Liga Indonesia PKT Bontang dan Bontang PKT ini percaya. Setelah melihat langsung kualitas pemain, Fauzi justru menemukan potensi yang dinilai mampu menjadi modal untuk menghadapi persaingan di Porprov.
“Awalnya ada teman-teman pelatih yang menyampaikan bahwa pemain lokal di sini kurang bagus dan harus mengambil pemain dari luar. Tetapi setelah melihat langsung saat seleksi tahap akhir, ternyata anak-anak lokal punya kualitas dan potensi untuk bisa berbicara banyak di Paser nanti,” ujar Fauzi saat melatih tim kepada Korankaltim.com, Jumat (30/10/2026) pagi tadi.
Seluruh daerah yang akan berlaga di Porprov memiliki kekuatan yang patut diperhitungkan. Karena itu mantan pelatih tim RANS Nusantara FC U-16 dalam ajang bergengsi Elite Pro Academy (EPA) Liga 1 pada tahun 2023 lalu itu tidak ingin menganggap satu daerah sebagai lawan terberat. Fokusnya saat ini adalah memaksimalkan kemampuan pemain agar dapat tampil kompetitif. “Bagi saya tidak ada lawan yang paling berat. Semua tim sama kuat. Saya percaya dengan anak-anak Kubar dan yakin mereka bisa berbicara banyak di sana,” tegas Fauzi.

Selain kemampuan teknis dan fisik, Fauzi juga memberi perhatian terhadap mental bertanding pemain. Berdasarkan sejumlah pertandingan uji coba yang telah dijalani di Kubar, dia menilai mental anak asuhnya cukup baik. Namun, kemampuan tersebut masih perlu diuji ketika bermain di luar daerah.
Tim sepak bola Porprov Kubar bakal berangkat lebih awal pada 5 November pekan depan ke Paser dan mempertimbangkan menjalani pertandingan uji coba tambahan di Samarinda atau langsung di Paser sebelum kompetisi dimulai. Langkah tersebut diharapkan dapat membantu pemain beradaptasi dengan suasana pertandingan di luar kandang.
Persiapan tim juga menghadapi tantangan akibat kabut asap yang menyelimuti wilayah Kubar. Kondisi tersebut membuat latihan di lapangan terbuka tidak selalu memungkinkan. Sebagai penyesuaian, tim memanfaatkan fasilitas pusat kebugaran dan ruangan di rumah dinas bupati selama masa karantina untuk menjalankan program latihan, termasuk penguatan otot perut dan daya tahan tubuh.
Fauzi berharap waktu persiapan yang tersisa dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan porsi latihan serta mematangkan kemampuan fisik, teknik, dan mental pemain sebelum menghadapi pertandingan sesungguhnya di Porprov.







Editor: Aspian Nur






139 km BaratLaut TUAL-MALUKU
30 Okt 2026, 03:32:13 WIB • Kedalaman 10 km
Tidak berpotensi tsunami
Sumber: BMKG
