Pelaksana Tugas (Plt) Tata Usaha Puskesmas Lempake Andi Rahmad Jaya mengatakan, penyediaan rumah oksigen merupakan langkah antisipasi untuk membantu masyarakat menghadapi dampak kabut asap yang berlangsung dalam beberapa bulan terakhir. Mereka sudah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota Samarinda serta pimpinan puskesmas untuk memastikan kesiapan fasilitas dan tenaga pelayanan.
“Kami memberikan perhatian khusus di bidang kesehatan. Karena itu, kami sudah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota Samarinda dan menyiapkan program rumah oksigen bersama pimpinan serta seluruh staf,” kata Jaya Jumat (30/10/2026).
Untuk menunjang layanan tersebut, Puskesmas Lempake memiliki 14 tabung oksigen ukuran kecil, lima tabung ukuran sedang, dan enam tabung ukuran besar. Seluruh persediaan oksigen telah diisi ulang guna memastikan ketersediaannya ketika dibutuhkan pasien.
“Informasi mengenai layanan rumah oksigen sudah kami sebarkan melalui media sosial dinas maupun internal puskesmas. Alhamdulillah, sudah ada sejumlah pasien yang mulai memanfaatkan fasilitas ini,” sebut Jaya lagi.
Layanan ini terbuka bagi masyarakat umum, termasuk relawan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan petugas yang mengalami gangguan pernapasan akibat terpapar asap saat bertugas di lapangan.
“Sejauh ini kami mendukung seluruh relawan BPBD dan masyarakat yang terdampak karhutla. Harapannya, fasilitas ini bisa membantu, khususnya warga di wilayah Samarinda Utara,” jelasnya.
Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) merupakan salah satu keluhan yang kerap ditemukan dalam pelayanan kesehatan. Paparan kabut asap berpotensi memperburuk kondisi tersebut, baik pada anak-anak, orang dewasa, maupun lanjut usia. Karena itu masyarakat diimbau menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan dan segera memeriksakan diri apabila mengalami keluhan pernapasan.
“Kalau berkegiatan di luar, gunakan masker. Jika merasakan sakit atau mengalami keluhan, khususnya pada pernapasan, segera datang ke fasilitas kesehatan terdekat,” imbau Jaya.
Puskesmas Lempake juga menyediakan pelayanan unit gawat darurat (UGD) dan persalinan selama 24 jam. Pasien dengan keluhan yang masih dapat ditangani di tingkat puskesmas akan mendapatkan pertolongan, termasuk pemberian oksigen sesuai kebutuhan medis. Hingga kini pihak Puskesmas belum menerima laporan pasien dengan keluhan akibat kondisi tersebut yang harus dirujuk ke rumah sakit.
Sementara itu, terkait kemungkinan pengadaan rumah oksigen bergerak atau layanan mobile, pihaknya masih akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk melihat kebutuhan di lapangan.
“Untuk sementara belum ada layanan mobile. Ke depan, kami tetap berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan. Kalau memang dibutuhkan dan ada masukan dari masyarakat, tentu akan kami koordinasikan bersama,” pungkasnya.
Editor: Aspian Nur
Pelaksana Tugas (Plt) Tata Usaha Puskesmas Lempake Andi Rahmad Jaya mengatakan, penyediaan rumah oksigen merupakan langkah antisipasi untuk membantu masyarakat menghadapi dampak kabut asap yang berlangsung dalam beberapa bulan terakhir. Mereka sudah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota Samarinda serta pimpinan puskesmas untuk memastikan kesiapan fasilitas dan tenaga pelayanan.
“Kami memberikan perhatian khusus di bidang kesehatan. Karena itu, kami sudah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota Samarinda dan menyiapkan program rumah oksigen bersama pimpinan serta seluruh staf,” kata Jaya Jumat (30/10/2026).
Untuk menunjang layanan tersebut, Puskesmas Lempake memiliki 14 tabung oksigen ukuran kecil, lima tabung ukuran sedang, dan enam tabung ukuran besar. Seluruh persediaan oksigen telah diisi ulang guna memastikan ketersediaannya ketika dibutuhkan pasien.
“Informasi mengenai layanan rumah oksigen sudah kami sebarkan melalui media sosial dinas maupun internal puskesmas. Alhamdulillah, sudah ada sejumlah pasien yang mulai memanfaatkan fasilitas ini,” sebut Jaya lagi.
Layanan ini terbuka bagi masyarakat umum, termasuk relawan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan petugas yang mengalami gangguan pernapasan akibat terpapar asap saat bertugas di lapangan.
“Sejauh ini kami mendukung seluruh relawan BPBD dan masyarakat yang terdampak karhutla. Harapannya, fasilitas ini bisa membantu, khususnya warga di wilayah Samarinda Utara,” jelasnya.
Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) merupakan salah satu keluhan yang kerap ditemukan dalam pelayanan kesehatan. Paparan kabut asap berpotensi memperburuk kondisi tersebut, baik pada anak-anak, orang dewasa, maupun lanjut usia. Karena itu masyarakat diimbau menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan dan segera memeriksakan diri apabila mengalami keluhan pernapasan.
“Kalau berkegiatan di luar, gunakan masker. Jika merasakan sakit atau mengalami keluhan, khususnya pada pernapasan, segera datang ke fasilitas kesehatan terdekat,” imbau Jaya.