Langkah ini dilakukan untuk memastikan pembangunan gerai diikuti kesiapan koperasi menjalankan kegiatan usaha.
Kepala Bidang UMKM dan Koperasi Disperindagkop UKM Kubar, Abed Hadrianus, mengatakan rakor tersebut merupakan tindak lanjut arahan Kementerian Koperasi agar pemerintah daerah mempercepat operasionalisasi KDKMP. Melalui koordinasi ini, pemerintah daerah ingin mengetahui kesiapan gerai yang telah selesai dibangun sekaligus mendorong agar koperasi segera dapat beroperasi.
Namun, kesiapan bangunan belum otomatis membuat koperasi bisa langsung menjalankan kegiatan usaha. Salah satu hal yang masih dinantikan adalah kepastian pengadaan sarana dan prasarana, termasuk perlengkapan gerai dan barang yang akan dijual.
Abed menjelaskan, pengadaan kebutuhan tersebut menjadi tanggung jawab PT Agrinas. Perusahaan itu dijadwalkan hadir dalam rakor untuk membahas kebutuhan operasional koperasi, tetapi tidak hadir sehingga pembahasan belum dapat dilakukan secara langsung.
“Yang sebenarnya kita tunggu adalah kehadiran mereka, karena PT Agrinas menangani pengadaan sarana dan prasarana, termasuk peralatan yang diperlukan koperasi hingga pengisian barang yang akan dijual,” ujar Abed kepada Korankaltim.com.
Berdasarkan paparan Kodim 0912/Kubar mengenai progres pembangunan gerai KDKMP di Kubar, dari 47 titik yang menjadi sasaran pembangunan, sebanyak 30 gerai telah mencapai progres fisik 100 persen, sedangkan 17 titik lainnya masih dalam tahap pengerjaan. Data tersebut menunjukkan pembangunan fisik terus berjalan, sementara kesiapan operasional juga perlu dituntaskan melalui koordinasi dan pemenuhan kebutuhan pendukung.
Sementara itu, Sekda Kubar Erick Victory mengatakan, operasionalisasi KDKMP membutuhkan sinergi seluruh pihak agar koperasi tidak hanya selesai pada pembangunan gerai, tetapi juga mampu menjalankan kegiatan usaha dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Kita memiliki target agar 47 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang telah dan sedang dibangun gerainya dapat segera beroperasional. Untuk itu, diperlukan komitmen dan kerja sama seluruh pihak agar program ini tidak hanya berhenti pada pembangunan gerai, tetapi benar-benar menjadi pusat kegiatan ekonomi yang mampu membuka peluang usaha, memperkuat usaha masyarakat, dan meningkatkan kesejahteraan warga,” kata Erick.
Ia juga menekankan pentingnya kesiapan kelembagaan, sumber daya manusia, sarana dan prasarana, serta tata kelola koperasi agar operasionalisasi berjalan optimal.
Editor: Erwin
Langkah ini dilakukan untuk memastikan pembangunan gerai diikuti kesiapan koperasi menjalankan kegiatan usaha.
Kepala Bidang UMKM dan Koperasi Disperindagkop UKM Kubar, Abed Hadrianus, mengatakan rakor tersebut merupakan tindak lanjut arahan Kementerian Koperasi agar pemerintah daerah mempercepat operasionalisasi KDKMP. Melalui koordinasi ini, pemerintah daerah ingin mengetahui kesiapan gerai yang telah selesai dibangun sekaligus mendorong agar koperasi segera dapat beroperasi.
Namun, kesiapan bangunan belum otomatis membuat koperasi bisa langsung menjalankan kegiatan usaha. Salah satu hal yang masih dinantikan adalah kepastian pengadaan sarana dan prasarana, termasuk perlengkapan gerai dan barang yang akan dijual.
Abed menjelaskan, pengadaan kebutuhan tersebut menjadi tanggung jawab PT Agrinas. Perusahaan itu dijadwalkan hadir dalam rakor untuk membahas kebutuhan operasional koperasi, tetapi tidak hadir sehingga pembahasan belum dapat dilakukan secara langsung.
“Yang sebenarnya kita tunggu adalah kehadiran mereka, karena PT Agrinas menangani pengadaan sarana dan prasarana, termasuk peralatan yang diperlukan koperasi hingga pengisian barang yang akan dijual,” ujar Abed kepada Korankaltim.com.
Berdasarkan paparan Kodim 0912/Kubar mengenai progres pembangunan gerai KDKMP di Kubar, dari 47 titik yang menjadi sasaran pembangunan, sebanyak 30 gerai telah mencapai progres fisik 100 persen, sedangkan 17 titik lainnya masih dalam tahap pengerjaan. Data tersebut menunjukkan pembangunan fisik terus berjalan, sementara kesiapan operasional juga perlu dituntaskan melalui koordinasi dan pemenuhan kebutuhan pendukung.
Sementara itu, Sekda Kubar Erick Victory mengatakan, operasionalisasi KDKMP membutuhkan sinergi seluruh pihak agar koperasi tidak hanya selesai pada pembangunan gerai, tetapi juga mampu menjalankan kegiatan usaha dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Kita memiliki target agar 47 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang telah dan sedang dibangun gerainya dapat segera beroperasional. Untuk itu, diperlukan komitmen dan kerja sama seluruh pihak agar program ini tidak hanya berhenti pada pembangunan gerai, tetapi benar-benar menjadi pusat kegiatan ekonomi yang mampu membuka peluang usaha, memperkuat usaha masyarakat, dan meningkatkan kesejahteraan warga,” kata Erick.
Ia juga menekankan pentingnya kesiapan kelembagaan, sumber daya manusia, sarana dan prasarana, serta tata kelola koperasi agar operasionalisasi berjalan optimal.
Editor: Erwin