Pemeriksaan menyeluruh terhadap jaringan pipa akan dilakukan untuk mengetahui penyebab gangguan aliran air yang dikeluhkan warga selama hampir dua bulan.
Pemeriksaan tersebut difokuskan pada jalur pipa, terutama titik persilangan (crossing) dengan jalan baru yang diduga berpotensi memengaruhi jaringan distribusi.
Asisten Manajer Transmisi dan Distribusi (Trandis), Syamsul Bachri mengatakan, tim teknis akan melakukan penggalian pada titik-titik persilangan untuk memastikan kondisi fisik pipa sekaligus mencari lokasi yang berpotensi menghambat aliran air ke pelanggan.
“Kami akan memeriksa seluruh titik persilangan dengan melakukan penggalian untuk mengetahui kondisi pipa secara langsung,” ujarnya, Kamis (29/10/2026).
Menurutnya, pemeriksaan langsung menjadi tahapan penting agar penanganan gangguan tidak hanya didasarkan pada perkiraan. Hasil identifikasi di lapangan akan menjadi dasar bagi tim teknis untuk menentukan metode perbaikan sesuai dengan kondisi jaringan yang ditemukan.
Untuk mendukung percepatan penanganan pihaknya menyiapkan personel teknis guna membantu proses pemeriksaan dan perbaikan jaringan. Keterlibatan tim ini dapat membantu mempercepat penanganan sehingga distribusi air kepada pelanggan bisa kembali normal.
Selain menyiapkan tenaga teknis, pihaknya berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat. Koordinasi tersebut diperlukan untuk mendukung kelancaran pekerjaan, mulai dari pemeriksaan jaringan hingga pelaksanaan perbaikan pada titik yang mengalami gangguan.
“Hasil pemeriksaan akan menjadi acuan dalam menentukan penanganan lanjutan. Perbaikan diharapkan dapat menyasar sumber persoalan sehingga gangguan serupa tidak terus berlarut-larut,” harapnya.
Keluhan distribusi air bersih di Sekurau Bawah sebelumnya menjadi perhatian masyarakat karena aliran air dilaporkan tidak mengalir selama hampir dua bulan. Melalui pemeriksaan jaringan dan koordinasi lintas pihak tersebut, tim berupaya menemukan penyebab gangguan.
“Agar mempercepat pemulihan layanan air bersih bagi pelanggan terdampak di Dusun Sejarah Bawah,” pungkasnya.
Editor: Erwin
Pemeriksaan menyeluruh terhadap jaringan pipa akan dilakukan untuk mengetahui penyebab gangguan aliran air yang dikeluhkan warga selama hampir dua bulan.
Pemeriksaan tersebut difokuskan pada jalur pipa, terutama titik persilangan (crossing) dengan jalan baru yang diduga berpotensi memengaruhi jaringan distribusi.
Asisten Manajer Transmisi dan Distribusi (Trandis), Syamsul Bachri mengatakan, tim teknis akan melakukan penggalian pada titik-titik persilangan untuk memastikan kondisi fisik pipa sekaligus mencari lokasi yang berpotensi menghambat aliran air ke pelanggan.
“Kami akan memeriksa seluruh titik persilangan dengan melakukan penggalian untuk mengetahui kondisi pipa secara langsung,” ujarnya, Kamis (29/10/2026).
Menurutnya, pemeriksaan langsung menjadi tahapan penting agar penanganan gangguan tidak hanya didasarkan pada perkiraan. Hasil identifikasi di lapangan akan menjadi dasar bagi tim teknis untuk menentukan metode perbaikan sesuai dengan kondisi jaringan yang ditemukan.
Untuk mendukung percepatan penanganan pihaknya menyiapkan personel teknis guna membantu proses pemeriksaan dan perbaikan jaringan. Keterlibatan tim ini dapat membantu mempercepat penanganan sehingga distribusi air kepada pelanggan bisa kembali normal.
Selain menyiapkan tenaga teknis, pihaknya berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat. Koordinasi tersebut diperlukan untuk mendukung kelancaran pekerjaan, mulai dari pemeriksaan jaringan hingga pelaksanaan perbaikan pada titik yang mengalami gangguan.
“Hasil pemeriksaan akan menjadi acuan dalam menentukan penanganan lanjutan. Perbaikan diharapkan dapat menyasar sumber persoalan sehingga gangguan serupa tidak terus berlarut-larut,” harapnya.
Keluhan distribusi air bersih di Sekurau Bawah sebelumnya menjadi perhatian masyarakat karena aliran air dilaporkan tidak mengalir selama hampir dua bulan. Melalui pemeriksaan jaringan dan koordinasi lintas pihak tersebut, tim berupaya menemukan penyebab gangguan.
“Agar mempercepat pemulihan layanan air bersih bagi pelanggan terdampak di Dusun Sejarah Bawah,” pungkasnya.
Editor: Erwin