Kepala DKUMPP Bontang Eko Arisandi mengatakan, forum ini adalah ruang dialog yang strategis antara pemerintah sebagai penyedia layanan dan masyarakat sebagai penerima layanan. "Di ruang ini kritik dan saran sangat kami butuhkan sebagai landasan data untuk memperbaiki diri atas kinerja kami selama satu tahun melayani publik," kata Eko.
Beberapa hal yang akan dibahas meliputi koperasi, usaha mikro, perindustrian dan perdagangan yang menyangkut hajat hidup banyak orang karena seluruh sektor tersebut merupakan tulang punggung perekonomian masyarakat. Bahkan, data RPJMD Kota Bontang 2025-2029 menunjukan jumlah pelaku UMKM pada tahun 2024 mencapai 21.670.
Mewakili Wali Kota Bontang Neni Moernaeni, Staf Ahli Pembangunan Kemasyarakatan dan SDM Lukman mengatakan RPJMD telah mencatat akses pasar dan penguatan ekosistem digital merupakan tantangan yang saat ini harus dihadapi bersama.
Selain itu, dia juga mengingatkan agar DKUMPP Bontang untuk selalu meningkatkan kualitas pelayanan publik demi terwujudnya transformasi ekonomi yang dinamis dan inklusif. "Pemkot Bontang melalui DKUMPP terus berkomitmen menghadirkan layanan yang inklusif dan mudah diakses guna penguatan pelakon umkm, koperasi dan industri," kata Lukman.
Seluruh peserta forum konsultasi dapat memanfaatkan momen ini dengan menyampaikan berbagai saran, masukan hingga kritik demi kemajuan kinerja DKUMPP Kota Bontang.
Editor: Aspian Nur
Kepala DKUMPP Bontang Eko Arisandi mengatakan, forum ini adalah ruang dialog yang strategis antara pemerintah sebagai penyedia layanan dan masyarakat sebagai penerima layanan. "Di ruang ini kritik dan saran sangat kami butuhkan sebagai landasan data untuk memperbaiki diri atas kinerja kami selama satu tahun melayani publik," kata Eko.
Beberapa hal yang akan dibahas meliputi koperasi, usaha mikro, perindustrian dan perdagangan yang menyangkut hajat hidup banyak orang karena seluruh sektor tersebut merupakan tulang punggung perekonomian masyarakat. Bahkan, data RPJMD Kota Bontang 2025-2029 menunjukan jumlah pelaku UMKM pada tahun 2024 mencapai 21.670.
Mewakili Wali Kota Bontang Neni Moernaeni, Staf Ahli Pembangunan Kemasyarakatan dan SDM Lukman mengatakan RPJMD telah mencatat akses pasar dan penguatan ekosistem digital merupakan tantangan yang saat ini harus dihadapi bersama.
Selain itu, dia juga mengingatkan agar DKUMPP Bontang untuk selalu meningkatkan kualitas pelayanan publik demi terwujudnya transformasi ekonomi yang dinamis dan inklusif. "Pemkot Bontang melalui DKUMPP terus berkomitmen menghadirkan layanan yang inklusif dan mudah diakses guna penguatan pelakon umkm, koperasi dan industri," kata Lukman.
Seluruh peserta forum konsultasi dapat memanfaatkan momen ini dengan menyampaikan berbagai saran, masukan hingga kritik demi kemajuan kinerja DKUMPP Kota Bontang.
Editor: Aspian Nur