Penulis: Indri
KORANKALTIM.COM, TANJUNG REDEB – Pemadaman listrik bergilir yang berlangsung berjam-jam di Kabupaten Berau tak hanya memicu persoalan kompensasi bagi pelanggan, tetapi juga mengganggu akses masyarakat terhadap jaringan telekomunikasi.
2 menit baca3 kali dibaca

Penulis: Indri
KORANKALTIM.COM, TANJUNG REDEB – Pemadaman listrik bergilir yang berlangsung berjam-jam di Kabupaten Berau tak hanya memicu persoalan kompensasi bagi pelanggan, tetapi juga mengganggu akses masyarakat terhadap jaringan telekomunikasi.
Menyikapi kondisi tersebut, Bupati Berau Sri Juniarsih Mas meminta PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Berau mengalokasikan dana tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) atau Corporate Social Responsibility (CSR) untuk menyediakan Wi-Fi gratis di sejumlah ruang terbuka hijau (RTH).
Permintaan itu disampaikan sebab pemadaman bergilir yang terjadi sejak Minggu (25/10/2026) lalu karena menurutnya masyarakat membutuhkan solusi konkret agar aktivitas sehari-hari tetap berjalan ketika pasokan listrik terganggu dan jaringan telekomunikasi ikut terdampak.
“Mati lampu otomatis jaringan juga down. Ini menyangkut orang banyak, jadi saya minta PLN bantu melalui CSR-nya,” tegas Sri.
Ketergantungan masyarakat terhadap internet saat ini membuat gangguan jaringan berdampak luas, terutama bagi mereka yang menggantungkan penghasilan pada aktivitas digital. Wartawan, misalnya, membutuhkan koneksi internet untuk mengirimkan berita. Begitu pula pengemudi ojek online dan pelaku usaha yang mengandalkan penjualan secara online untuk memperoleh pendapatan.
“Seperti wartawan, kirim berita pakai jaringan internet, ojek online, jualan online, karena semua sekarang serba online,” tuturnya.
Permintaan tersebut bukan semata-mata untuk kepentingan pemerintah daerah, melainkan sebagai upaya menghadirkan solusi bagi masyarakat yang terdampak pemadaman listrik berkepanjangan.
Selama menjabat sebagai kepala daerah, Sri menyebut dirinya tidak pernah meminta bantuan CSR kepada PLN. Namun melihat dampak pemadaman yang berlangsung lebih dari 10 jam, ia menilai pemanfaatan dana TJSL untuk penyediaan akses internet gratis layak dipertimbangkan.
“Saya tidak pernah meminta CSR. Bisa tidak penggunaan CSR dimaksimalkan untuk penyediaan Wi-Fi sebagai pengganti bila terjadi pemadaman atau kejadian seperti ini,” paparnya
Keberadaan Wi-Fi gratis disejumlah RTH dapat menjadi alternatif akses internet bagi masyarakat ketika terjadi gangguan telekomunikasi. Dengan demikian, aktivitas yang membutuhkan koneksi daring diharapkan tetap terbantu meskipun pasokan listrik belum sepenuhnya pulih.
PLN diminta tidak hanya berfokus pada proses perbaikan jaringan listrik, tetapi juga mempertimbangkan langkah mitigasi terhadap dampak yang dirasakan masyarakat. “Kalau memang kami harus menunggu beberapa hari untuk perbaikan, maka berikan kami solusi yang terbaik,” sebut Sri.
Menanggapi usulan tersebut Manajer PLN UP3 Berau Erwinton Naibaho menyatakan menerima masukan yang disampaikan bupati hanya saja terlebih dahulu harus mengomunikasikan usulan pemanfaatan CSR untuk penyediaan Wi-Fi gratis tersebut.
"Kami terima masukannya dan akan kami komunikasikan terlebih dahulu,” ujar Erwinton.
Hanya saja realisasi penyediaan Wi-Fi gratis masih menunggu hasil komunikasi dan pembahasan lebih lanjut dari pihak PLN.
Editor: Aspian Nur
Menyikapi kondisi tersebut, Bupati Berau Sri Juniarsih Mas meminta PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Berau mengalokasikan dana tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) atau Corporate Social Responsibility (CSR) untuk menyediakan Wi-Fi gratis di sejumlah ruang terbuka hijau (RTH).
Permintaan itu disampaikan sebab pemadaman bergilir yang terjadi sejak Minggu (25/10/2026) lalu karena menurutnya masyarakat membutuhkan solusi konkret agar aktivitas sehari-hari tetap berjalan ketika pasokan listrik terganggu dan jaringan telekomunikasi ikut terdampak.
“Mati lampu otomatis jaringan juga down. Ini menyangkut orang banyak, jadi saya minta PLN bantu melalui CSR-nya,” tegas Sri.
Ketergantungan masyarakat terhadap internet saat ini membuat gangguan jaringan berdampak luas, terutama bagi mereka yang menggantungkan penghasilan pada aktivitas digital. Wartawan, misalnya, membutuhkan koneksi internet untuk mengirimkan berita. Begitu pula pengemudi ojek online dan pelaku usaha yang mengandalkan penjualan secara online untuk memperoleh pendapatan.

“Seperti wartawan, kirim berita pakai jaringan internet, ojek online, jualan online, karena semua sekarang serba online,” tuturnya.
Permintaan tersebut bukan semata-mata untuk kepentingan pemerintah daerah, melainkan sebagai upaya menghadirkan solusi bagi masyarakat yang terdampak pemadaman listrik berkepanjangan.
Selama menjabat sebagai kepala daerah, Sri menyebut dirinya tidak pernah meminta bantuan CSR kepada PLN. Namun melihat dampak pemadaman yang berlangsung lebih dari 10 jam, ia menilai pemanfaatan dana TJSL untuk penyediaan akses internet gratis layak dipertimbangkan.
“Saya tidak pernah meminta CSR. Bisa tidak penggunaan CSR dimaksimalkan untuk penyediaan Wi-Fi sebagai pengganti bila terjadi pemadaman atau kejadian seperti ini,” paparnya







Keberadaan Wi-Fi gratis disejumlah RTH dapat menjadi alternatif akses internet bagi masyarakat ketika terjadi gangguan telekomunikasi. Dengan demikian, aktivitas yang membutuhkan koneksi daring diharapkan tetap terbantu meskipun pasokan listrik belum sepenuhnya pulih.
PLN diminta tidak hanya berfokus pada proses perbaikan jaringan listrik, tetapi juga mempertimbangkan langkah mitigasi terhadap dampak yang dirasakan masyarakat. “Kalau memang kami harus menunggu beberapa hari untuk perbaikan, maka berikan kami solusi yang terbaik,” sebut Sri.
Menanggapi usulan tersebut Manajer PLN UP3 Berau Erwinton Naibaho menyatakan menerima masukan yang disampaikan bupati hanya saja terlebih dahulu harus mengomunikasikan usulan pemanfaatan CSR untuk penyediaan Wi-Fi gratis tersebut.
"Kami terima masukannya dan akan kami komunikasikan terlebih dahulu,” ujar Erwinton.

Hanya saja realisasi penyediaan Wi-Fi gratis masih menunggu hasil komunikasi dan pembahasan lebih lanjut dari pihak PLN.
Editor: Aspian Nur




Pusat gempa berada di darat 8 km Barat Laut Tanggamus
28 Okt 2026, 15:23:46 WIB • Kedalaman 10 km
Gempa ini dirasakan untuk diteruskan pada masyarakat
Sumber: BMKG
