Penulis: Indri
KORANKALTIM.COM, TANJUNG REDEB – Gangguan pasokan listrik yang belum stabil turut memengaruhi kelancaran distribusi air bersih kepada pelanggan Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Batiwakkal Berau.
1 menit baca2 kali dibaca

Penulis: Indri
KORANKALTIM.COM, TANJUNG REDEB – Gangguan pasokan listrik yang belum stabil turut memengaruhi kelancaran distribusi air bersih kepada pelanggan Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Batiwakkal Berau.
Untuk mengatasi kondisi tersebut, perusahaan daerah ini mengoptimalkan operasional pemompaan dan mengatur tekanan jaringan agar aliran air kembali normal secara bertahap.
Direktur Perumdam Batiwakkal Saipul Rahman melalui Manajer Hubungan Pelanggan Rudi Hartono menjelaskan, tim teknis terus melakukan penanganan di lapangan, terutama pada Instalasi Pengolahan Air (IPA) yang terdampak berkurangnya pasokan listrik.
Sejumlah langkah dilakukan, mulai dari mengoptimalkan pompa dengan dukungan generator set (genset) hingga menyesuaikan tekanan pada jaringan perpipaan. Upaya ini dilakukan untuk menjaga distribusi air tetap berjalan di tengah kondisi kelistrikan yang belum sepenuhnya pulih. “Tim kami terus berupaya meningkatkan dan menstabilkan tekanan air agar distribusi kepada pelanggan bisa kembali normal secara bertahap,” kata Saipul.
Senin (26/10/2026) lalu sejumlah wilayah yang sebelumnya mengeluhkan gangguan distribusi mulai kembali mendapatkan aliran air. Namun tekanan air masih lemah sehingga pelayanan belum sepenuhnya kembali seperti kondisi normal.
Kondisi tersebut menunjukkan proses pemulihan mulai berlangsung. Meski demikian, kestabilan distribusi masih menjadi perhatian karena operasional pemompaan bergantung pada ketersediaan pasokan listrik yang memadai.
Di tengah proses pemulihan, Perumdam Batiwakkal meminta pelanggan memahami kondisi yang terjadi. Pihaknya juga menyampaikan permohonan maaf atas gangguan pelayanan yang berdampak pada aktivitas masyarakat. “Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya. Kami memahami ketidaknyamanan yang dirasakan pelanggan,” katanya.
Perumdam turut mengimbau pelanggan agar menggunakan air secara bijak dan menampung persediaan secukupnya sesuai kebutuhan selama distribusi belum sepenuhnya stabil.
Imbauan tersebut diharapkan dapat membantu pelanggan memenuhi kebutuhan air sehari-hari sembari menunggu tekanan jaringan kembali normal. Masyarakat juga diminta tetap tenang selama tim teknis melanjutkan upaya pemulihan. “Kami harap pelanggan tetap tenang, gunakan dan tampung air secara bijak sesuai kebutuhan,” ucap Saipul.
Editor: Aspian Nur
Untuk mengatasi kondisi tersebut, perusahaan daerah ini mengoptimalkan operasional pemompaan dan mengatur tekanan jaringan agar aliran air kembali normal secara bertahap.
Direktur Perumdam Batiwakkal Saipul Rahman melalui Manajer Hubungan Pelanggan Rudi Hartono menjelaskan, tim teknis terus melakukan penanganan di lapangan, terutama pada Instalasi Pengolahan Air (IPA) yang terdampak berkurangnya pasokan listrik.
Sejumlah langkah dilakukan, mulai dari mengoptimalkan pompa dengan dukungan generator set (genset) hingga menyesuaikan tekanan pada jaringan perpipaan. Upaya ini dilakukan untuk menjaga distribusi air tetap berjalan di tengah kondisi kelistrikan yang belum sepenuhnya pulih. “Tim kami terus berupaya meningkatkan dan menstabilkan tekanan air agar distribusi kepada pelanggan bisa kembali normal secara bertahap,” kata Saipul.
Senin (26/10/2026) lalu sejumlah wilayah yang sebelumnya mengeluhkan gangguan distribusi mulai kembali mendapatkan aliran air. Namun tekanan air masih lemah sehingga pelayanan belum sepenuhnya kembali seperti kondisi normal.
Kondisi tersebut menunjukkan proses pemulihan mulai berlangsung. Meski demikian, kestabilan distribusi masih menjadi perhatian karena operasional pemompaan bergantung pada ketersediaan pasokan listrik yang memadai.

Di tengah proses pemulihan, Perumdam Batiwakkal meminta pelanggan memahami kondisi yang terjadi. Pihaknya juga menyampaikan permohonan maaf atas gangguan pelayanan yang berdampak pada aktivitas masyarakat. “Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya. Kami memahami ketidaknyamanan yang dirasakan pelanggan,” katanya.
Perumdam turut mengimbau pelanggan agar menggunakan air secara bijak dan menampung persediaan secukupnya sesuai kebutuhan selama distribusi belum sepenuhnya stabil.
Imbauan tersebut diharapkan dapat membantu pelanggan memenuhi kebutuhan air sehari-hari sembari menunggu tekanan jaringan kembali normal. Masyarakat juga diminta tetap tenang selama tim teknis melanjutkan upaya pemulihan. “Kami harap pelanggan tetap tenang, gunakan dan tampung air secara bijak sesuai kebutuhan,” ucap Saipul.
Editor: Aspian Nur













221 km BaratLaut PULAUKARATUNG-SULUT
28 Okt 2026, 08:11:54 WIB • Kedalaman 10 km
Tidak berpotensi tsunami
Sumber: BMKG
