Penulis: Kusmas Riadi
KORANKALTIM.COM, SENDAWAR - Pemerintah Kabupaten Kutai Barat (Kubar) mendorong diversifikasi pangan lokal untuk memperkuat ketahanan pangan dan mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap satu jenis pangan pokok.
2 menit baca2 kali dibaca

Penulis: Kusmas Riadi
KORANKALTIM.COM, SENDAWAR - Pemerintah Kabupaten Kutai Barat (Kubar) mendorong diversifikasi pangan lokal untuk memperkuat ketahanan pangan dan mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap satu jenis pangan pokok.
Upaya ini menjadi salah satu pesan dalam peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) tingkat Kabupaten Kubar di Kantor Dinas Ketahan Pangan Kubar Selasa (27/10/2026).
Sekretaris Daerah (Sekda) Kubar mengatakan, potensi pangan lokal perlu dikembangkan menjadi sumber pangan alternatif yang bergizi. Kubar memiliki beragam komoditas nonberas yang dapat diolah menjadi makanan bernilai gizi sekaligus memperkaya pilihan konsumsi masyarakat.
“Kubar kaya akan komoditas pangan nonberas yang bernilai gizi tinggi. Mari kita kurangi ketergantungan pada satu jenis pangan pokok dengan diversifikasi pangan,” ujarnya kepada Korankaltim.com.
Menurutnya, penguatan ketahanan pangan juga menghadapi tantangan perubahan iklim dan dinamika ekonomi global. Karena itu, dukungan terhadap sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan perlu terus diperkuat agar produksi pangan daerah semakin produktif dan berkelanjutan.
Sekda juga mengajak masyarakat memanfaatkan lahan pekarangan untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga. Di sisi lain, perangkat daerah terkait didorong terus mendampingi petani melalui pembinaan serta dukungan teknologi dan sarana prasarana yang tepat guna.
Pesan tersebut sejalan dengan rangkaian kegiatan HPS 2026 yang tidak hanya mengangkat potensi pangan lokal, tetapi juga mendorong masyarakat mengenal dan mengonsumsi pangan yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman (B2SA).
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kubar, Rion, menjelaskan, peringatan HPS tahun ini diisi dengan sejumlah kegiatan, antara lain lomba kreasi menu makan siang B2SA, lomba minuman khas Kubar berbasis sumber daya lokal, bazar UMKM, Gerakan Pangan Murah, serta pemeriksaan keamanan pangan segar asal tumbuhan.
Berbagai kegiatan tersebut menjadi sarana untuk memperkenalkan potensi pangan daerah sekaligus mendorong inovasi pengolahan bahan pangan lokal.
Gerakan Pangan Murah menjadi salah satu kegiatan yang menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung. Dalam kegiatan ini, sejumlah komoditas seperti beras, minyak goreng, gula, telur, bawang merah, dan bawang putih disediakan untuk membantu menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan.
Selain itu, Dinas Ketahanan Pangan melaksanakan edukasi konsumsi pangan B2SA di sejumlah sekolah. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman peserta didik mengenai pentingnya pola makan sehat sejak dini, termasuk pemenuhan gizi yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak.
“Edukasi konsumsi pangan B2SA di sekolah menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan pemahaman anak mengenai pentingnya pola makan sehat sejak dini,” kata Rion.
Penguatan ketahanan pangan keluarga juga dilakukan melalui pembinaan kelompok wanita tani (KWT) dan pemanfaatan lahan pekarangan. Upaya ini diharapkan membantu rumah tangga memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri sekaligus meningkatkan pemanfaatan sumber daya lokal.
Editor: Erwin
Upaya ini menjadi salah satu pesan dalam peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) tingkat Kabupaten Kubar di Kantor Dinas Ketahan Pangan Kubar Selasa (27/10/2026).
Sekretaris Daerah (Sekda) Kubar mengatakan, potensi pangan lokal perlu dikembangkan menjadi sumber pangan alternatif yang bergizi. Kubar memiliki beragam komoditas nonberas yang dapat diolah menjadi makanan bernilai gizi sekaligus memperkaya pilihan konsumsi masyarakat.
“Kubar kaya akan komoditas pangan nonberas yang bernilai gizi tinggi. Mari kita kurangi ketergantungan pada satu jenis pangan pokok dengan diversifikasi pangan,” ujarnya kepada Korankaltim.com.
Menurutnya, penguatan ketahanan pangan juga menghadapi tantangan perubahan iklim dan dinamika ekonomi global. Karena itu, dukungan terhadap sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan perlu terus diperkuat agar produksi pangan daerah semakin produktif dan berkelanjutan.

Sekda juga mengajak masyarakat memanfaatkan lahan pekarangan untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga. Di sisi lain, perangkat daerah terkait didorong terus mendampingi petani melalui pembinaan serta dukungan teknologi dan sarana prasarana yang tepat guna.
Pesan tersebut sejalan dengan rangkaian kegiatan HPS 2026 yang tidak hanya mengangkat potensi pangan lokal, tetapi juga mendorong masyarakat mengenal dan mengonsumsi pangan yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman (B2SA).
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kubar, Rion, menjelaskan, peringatan HPS tahun ini diisi dengan sejumlah kegiatan, antara lain lomba kreasi menu makan siang B2SA, lomba minuman khas Kubar berbasis sumber daya lokal, bazar UMKM, Gerakan Pangan Murah, serta pemeriksaan keamanan pangan segar asal tumbuhan.
Berbagai kegiatan tersebut menjadi sarana untuk memperkenalkan potensi pangan daerah sekaligus mendorong inovasi pengolahan bahan pangan lokal.







Gerakan Pangan Murah menjadi salah satu kegiatan yang menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung. Dalam kegiatan ini, sejumlah komoditas seperti beras, minyak goreng, gula, telur, bawang merah, dan bawang putih disediakan untuk membantu menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan.
Selain itu, Dinas Ketahanan Pangan melaksanakan edukasi konsumsi pangan B2SA di sejumlah sekolah. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman peserta didik mengenai pentingnya pola makan sehat sejak dini, termasuk pemenuhan gizi yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak.
“Edukasi konsumsi pangan B2SA di sekolah menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan pemahaman anak mengenai pentingnya pola makan sehat sejak dini,” kata Rion.
Penguatan ketahanan pangan keluarga juga dilakukan melalui pembinaan kelompok wanita tani (KWT) dan pemanfaatan lahan pekarangan. Upaya ini diharapkan membantu rumah tangga memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri sekaligus meningkatkan pemanfaatan sumber daya lokal.

Editor: Erwin


428 kali dibaca



Pusat gempa berada di laut 30 km timur laut Mbay, Nagekeo
26 Okt 2026, 11:53:42 WIB • Kedalaman 13 km
Gempa ini dirasakan untuk diteruskan pada masyarakat
Sumber: BMKG
