Penulis: Kusmas Riadi
KORANKALTIM.COM, SENDAWAR - Persoalan penyaluran bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dan elpiji 3 kilogram (kg) di Kabupaten Kutai Barat (Kubar) menjadi perhatian pemerintah daerah.
2 menit baca4 kali dibaca

Penulis: Kusmas Riadi
KORANKALTIM.COM, SENDAWAR - Persoalan penyaluran bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dan elpiji 3 kilogram (kg) di Kabupaten Kutai Barat (Kubar) menjadi perhatian pemerintah daerah.
Pemkab Kubar pun meminta tindak lanjut PT Pertamina Patra Niaga untuk mengatasi kendala distribusi, mencegah kelangkaan, serta menjaga kestabilan harga di masyarakat.
Upaya tersebut dibahas Wakil Bupati Kubar Nanang Adriani bersama jajaran pemerintah daerah saat melakukan koordinasi dengan PT Pertamina Patra Niaga Area Kalimantan Timur dan Utara di Balikpapan, Selasa (27/10/2026).
Dalam pertemuan itu, Nanang menyampaikan sejumlah persoalan yang dihadapi masyarakat terkait penyaluran Pertalite, biosolar, dan elpiji 3 kg. Ia berharap pertemuan tersebut menjadi langkah awal untuk menemukan solusi atas berbagai kendala distribusi yang terjadi di lapangan.
Menurut Nanang, dialog dengan Pertamina memberikan gambaran lebih jelas mengenai persoalan yang perlu ditindaklanjuti, sekaligus membuka ruang koordinasi antara pemerintah daerah dan perusahaan sesuai kewenangan masing-masing.
“Kami sudah berdialog dengan PT Pertamina Patra Niaga dan mendapatkan sejumlah informasi, masukan, serta gambaran langkah ke depan. Ini menjadi pencerahan bagi kami untuk menindaklanjuti persoalan yang terjadi di Kubar,” ujar Nanang kepada Korankaltim.com.
Ia menegaskan, koordinasi tersebut perlu berlanjut agar persoalan penyaluran BBM dan elpiji bersubsidi tidak berhenti pada pembahasan dalam rapat. Komunikasi secara berkelanjutan dinilai penting untuk mengetahui perkembangan penanganan serta mencari jalan keluar atas kendala yang dihadapi masyarakat.
Nanang juga berharap pihak Pertamina dapat berkunjung langsung ke Kubar untuk melihat kondisi distribusi di lapangan. Dengan begitu, persoalan yang dihadapi di setiap wilayah dapat diketahui lebih jelas dan ditangani sesuai kewenangan masing-masing.
“Harapan kami, penyaluran BBM dan elpiji 3 Kg tetap lancar. Jangan sampai masyarakat mengeluhkan harga maupun kelangkaan. Dengan mengetahui titik-titik krusial, kita berupaya mengurai persoalan secara bertahap sesuai kewenangan masing-masing,” tegasnya.
Dalam koordinasi tersebut, Nanang didampingi Plt Asisten II Sekkab Kubar Suwito, Kepala Bagian Ekonomi Iwan, Camat Bentian Besar Rudi Hartono, serta jajaran Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Kubar. Mereka menyampaikan kondisi di lapangan sebagai bahan pertimbangan bagi Pertamina dalam menindaklanjuti persoalan distribusi.
Sementara itu, Sales Area Manager Retail Kaltimut PT Pertamina Patra Niaga, Narotama Aulia Fazri, menyatakan perusahaan terbuka terhadap masukan pemerintah daerah dan berkomitmen melanjutkan koordinasi untuk memperbaiki penyaluran BBM dan elpiji di Kubar.
Menurut Narotama, masukan yang disampaikan Wabup bersama jajaran Pemkab Kubar akan menjadi bahan tindak lanjut, terutama untuk persoalan yang berada dalam kewenangan Pertamina.
“Untuk persoalan yang menjadi ranah kami, insyaallah dapat langsung ditindaklanjuti. Kami berharap kolaborasi ini tidak hanya berlangsung hari ini, tetapi terus berlanjut agar penyaluran BBM dan elpiji di wilayah Kubar semakin baik,” ungkapnya.
Pemkab Kubar berharap koordinasi berkelanjutan dengan Pertamina dapat memperkuat pengawasan distribusi BBM bersubsidi dan elpiji 3 kg, sehingga penyalurannya lebih lancar dan kebutuhan energi masyarakat dapat terpenuhi.
Editor: Erwin
Pemkab Kubar pun meminta tindak lanjut PT Pertamina Patra Niaga untuk mengatasi kendala distribusi, mencegah kelangkaan, serta menjaga kestabilan harga di masyarakat.
Upaya tersebut dibahas Wakil Bupati Kubar Nanang Adriani bersama jajaran pemerintah daerah saat melakukan koordinasi dengan PT Pertamina Patra Niaga Area Kalimantan Timur dan Utara di Balikpapan, Selasa (27/10/2026).
Dalam pertemuan itu, Nanang menyampaikan sejumlah persoalan yang dihadapi masyarakat terkait penyaluran Pertalite, biosolar, dan elpiji 3 kg. Ia berharap pertemuan tersebut menjadi langkah awal untuk menemukan solusi atas berbagai kendala distribusi yang terjadi di lapangan.
Menurut Nanang, dialog dengan Pertamina memberikan gambaran lebih jelas mengenai persoalan yang perlu ditindaklanjuti, sekaligus membuka ruang koordinasi antara pemerintah daerah dan perusahaan sesuai kewenangan masing-masing.

“Kami sudah berdialog dengan PT Pertamina Patra Niaga dan mendapatkan sejumlah informasi, masukan, serta gambaran langkah ke depan. Ini menjadi pencerahan bagi kami untuk menindaklanjuti persoalan yang terjadi di Kubar,” ujar Nanang kepada Korankaltim.com.
Ia menegaskan, koordinasi tersebut perlu berlanjut agar persoalan penyaluran BBM dan elpiji bersubsidi tidak berhenti pada pembahasan dalam rapat. Komunikasi secara berkelanjutan dinilai penting untuk mengetahui perkembangan penanganan serta mencari jalan keluar atas kendala yang dihadapi masyarakat.
Nanang juga berharap pihak Pertamina dapat berkunjung langsung ke Kubar untuk melihat kondisi distribusi di lapangan. Dengan begitu, persoalan yang dihadapi di setiap wilayah dapat diketahui lebih jelas dan ditangani sesuai kewenangan masing-masing.
“Harapan kami, penyaluran BBM dan elpiji 3 Kg tetap lancar. Jangan sampai masyarakat mengeluhkan harga maupun kelangkaan. Dengan mengetahui titik-titik krusial, kita berupaya mengurai persoalan secara bertahap sesuai kewenangan masing-masing,” tegasnya.







Dalam koordinasi tersebut, Nanang didampingi Plt Asisten II Sekkab Kubar Suwito, Kepala Bagian Ekonomi Iwan, Camat Bentian Besar Rudi Hartono, serta jajaran Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Kubar. Mereka menyampaikan kondisi di lapangan sebagai bahan pertimbangan bagi Pertamina dalam menindaklanjuti persoalan distribusi.
Sementara itu, Sales Area Manager Retail Kaltimut PT Pertamina Patra Niaga, Narotama Aulia Fazri, menyatakan perusahaan terbuka terhadap masukan pemerintah daerah dan berkomitmen melanjutkan koordinasi untuk memperbaiki penyaluran BBM dan elpiji di Kubar.
Menurut Narotama, masukan yang disampaikan Wabup bersama jajaran Pemkab Kubar akan menjadi bahan tindak lanjut, terutama untuk persoalan yang berada dalam kewenangan Pertamina.
“Untuk persoalan yang menjadi ranah kami, insyaallah dapat langsung ditindaklanjuti. Kami berharap kolaborasi ini tidak hanya berlangsung hari ini, tetapi terus berlanjut agar penyaluran BBM dan elpiji di wilayah Kubar semakin baik,” ungkapnya.

Pemkab Kubar berharap koordinasi berkelanjutan dengan Pertamina dapat memperkuat pengawasan distribusi BBM bersubsidi dan elpiji 3 kg, sehingga penyalurannya lebih lancar dan kebutuhan energi masyarakat dapat terpenuhi.
Editor: Erwin


428 kali dibaca



Pusat gempa berada di laut 30 km timur laut Mbay, Nagekeo
26 Okt 2026, 11:53:42 WIB • Kedalaman 13 km
Gempa ini dirasakan untuk diteruskan pada masyarakat
Sumber: BMKG
