Kepala DPUPR Berau Fendra Firnawan melalui Kepala Bidang Pembangunan Jalan dan Jembatan Benny Sepriady Panjaitan mengatakan, pekerjaan pemeliharaan telah berjalan di lapangan. Langkah ini menjadi upaya antisipasi sebelum debit air diperkirakan meningkat pada Desember mendatang.
Bagian yang ditangani merupakan komponen berbentuk kotak atau boks di bawah jembatan yang berkaitan dengan aliran air. Penanganan tersebut bukan perbaikan terhadap struktur utama jembatan karena kondisi konstruksi utamanya masih dipastikan aman. “Sudah action di Jembatan Sei Bataan, Kampung Teluk Sumbang, Bidukbiduk. Gerak cepat DPUPR melaksanakan kegiatan pemeliharaan jembatan,” kata Benny.
Pemeliharaan dilakukan untuk memastikan bagian bawah jembatan tetap mendukung kelancaran aliran air ketika curah hujan meningkat agar potensi gangguan akibat peningkatan debit air dapat diantisipasi lebih awal.
DPUPR menargetkan pekerjaan tersebut selesai dalam waktu dua hingga tiga minggu, bergantung pada kelancaran pelaksanaan di lapangan. Selama pekerjaan berlangsung, jembatan tidak ditutup karena penanganan tidak menyentuh struktur utama yang memengaruhi keamanan konstruksi.
Pengguna jalan tetap diimbau memperhatikan aktivitas pekerjaan di sekitar lokasi agar perjalanan tetap aman. DPUPR Berau juga membidik peningkatan akses jalan menuju jembatan tersebut melalui usulan penganggaran pada 2027. Salah satu kebutuhan yang menjadi perhatian adalah perkerasan jalan pendekat atau oprit jembatan sepanjang kurang lebih 500 meter.
Penanganan itu diharapkan dapat dilakukan melalui pengerasan aspal maupun beton guna meningkatkan kualitas akses menuju Jembatan Sei Bataan. Sebab, kondisi jalan pendekat turut menentukan kenyamanan dan keamanan kendaraan yang melintas.
Peningkatan oprit diperlukan agar akses masyarakat menuju Kampung Teluk Sumbang dan kawasan sekitarnya semakin baik. Terlebih, jalur tersebut menjadi salah satu infrastruktur penting dalam menunjang mobilitas masyarakat di wilayah pesisir selatan Berau. “Pemeliharaan ini kami lakukan agar jembatan tetap berfungsi dengan baik dan bisa menunjang aktivitas masyarakat dalam jangka panjang,” tutup Benny.
Editor: Aspian Nur
Kepala DPUPR Berau Fendra Firnawan melalui Kepala Bidang Pembangunan Jalan dan Jembatan Benny Sepriady Panjaitan mengatakan, pekerjaan pemeliharaan telah berjalan di lapangan. Langkah ini menjadi upaya antisipasi sebelum debit air diperkirakan meningkat pada Desember mendatang.
Bagian yang ditangani merupakan komponen berbentuk kotak atau boks di bawah jembatan yang berkaitan dengan aliran air. Penanganan tersebut bukan perbaikan terhadap struktur utama jembatan karena kondisi konstruksi utamanya masih dipastikan aman. “Sudah action di Jembatan Sei Bataan, Kampung Teluk Sumbang, Bidukbiduk. Gerak cepat DPUPR melaksanakan kegiatan pemeliharaan jembatan,” kata Benny.
Pemeliharaan dilakukan untuk memastikan bagian bawah jembatan tetap mendukung kelancaran aliran air ketika curah hujan meningkat agar potensi gangguan akibat peningkatan debit air dapat diantisipasi lebih awal.
DPUPR menargetkan pekerjaan tersebut selesai dalam waktu dua hingga tiga minggu, bergantung pada kelancaran pelaksanaan di lapangan. Selama pekerjaan berlangsung, jembatan tidak ditutup karena penanganan tidak menyentuh struktur utama yang memengaruhi keamanan konstruksi.
Pengguna jalan tetap diimbau memperhatikan aktivitas pekerjaan di sekitar lokasi agar perjalanan tetap aman. DPUPR Berau juga membidik peningkatan akses jalan menuju jembatan tersebut melalui usulan penganggaran pada 2027. Salah satu kebutuhan yang menjadi perhatian adalah perkerasan jalan pendekat atau oprit jembatan sepanjang kurang lebih 500 meter.
Penanganan itu diharapkan dapat dilakukan melalui pengerasan aspal maupun beton guna meningkatkan kualitas akses menuju Jembatan Sei Bataan. Sebab, kondisi jalan pendekat turut menentukan kenyamanan dan keamanan kendaraan yang melintas.
Peningkatan oprit diperlukan agar akses masyarakat menuju Kampung Teluk Sumbang dan kawasan sekitarnya semakin baik. Terlebih, jalur tersebut menjadi salah satu infrastruktur penting dalam menunjang mobilitas masyarakat di wilayah pesisir selatan Berau. “Pemeliharaan ini kami lakukan agar jembatan tetap berfungsi dengan baik dan bisa menunjang aktivitas masyarakat dalam jangka panjang,” tutup Benny.
Editor: Aspian Nur