Menyiapkan 26 atlet, berbekal pengalaman tanding, penguasaan medan serta peralatan yang mumpuni dan akan berlaga di 38 nomor tanding, FASI Paser mematok 15 medali emas. Nomor tanding yang diikuti yaitu Aeromodelling 10 nomor tanding, Paralayang 15 nomor tanding dan Paramotor sebanyak 13 nomor tanding.
Ketua FASI Paser Romif Erwinadhi menjelaskan, mereka sudah mempersiapkan atlet dengan cukup baik. Bahkan saat ini sudah terlihat beberapa atlet potensial yang siap diturunkan pada Porprov Kaltim tanggal 14-27 November mendatang.
"Pelatihan sudah dilakukan dengan cukup baik, hal ini membuat setiap atlet yang dipersiapkan juga optimis mampu meraih medali emas pada Porprov Kaltim nanti," ujar Romif kepada Korankaltim.com Jumat (30/10/2026).
Aero Sport dilombakan di dua lokasi, Paralayang di Bukit Sultan Hill sementara Aeromodeling dan Paramotor di Desa Rantau Panjang Kecamatan Tanah Grogot.
Panitia juga sudah melakukan persiapan dengan baik, hanya saja Romif mengingatkan seluruh peserta agar tetap waspada dan berhati-hati mengingat lokasi kegiatan harus menempuh dengan berkendara kurang lebih satu jam perjalanan untuk menuju lokasi paralayang dan 30 menit untuk lokasi Aeromodeling dan paralmtor.
"Kami tetap imbau agar seluruh atlet dan juga oficial bis aberhati-hati baik menuju lokais pertandingan maupun saat bertanding," ungkapnya.
Mewaspadai adanya peristiwa yang tidak diinginkan, Panitia Besar (PB) Porprov VIII Kaltim juga telah berkoordinasi dengan tenaga medis, meminta agar disiapkan sembilan tenaga medis dan satu dokter di lokasi lomba ditambah tiga ambulans serta sembilan tim penyelamat.
"Aero Sport ini memiliki kerawanan yang cukup tinggi, sehingga perlu dilakukan langkah antisipasi denan sangat baik," tegasnya.
Selama menjalani pelatihan seluruh atlet fasi memaksimalkan waktu pelatihan di hari Kamis, Jumat dan Sabtu juga Minggu karena sebagian besar atlet merupakan pelajar.
"Kami sudah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan namun kebutuhan belajar atlet kami yang masih pelajar juga tidak bisa kami tinggalkan, makanya kami memaksimalkan pelatihan di akhir pekan," ungkap Romif.
Editor: Aspian Nur
Menyiapkan 26 atlet, berbekal pengalaman tanding, penguasaan medan serta peralatan yang mumpuni dan akan berlaga di 38 nomor tanding, FASI Paser mematok 15 medali emas. Nomor tanding yang diikuti yaitu Aeromodelling 10 nomor tanding, Paralayang 15 nomor tanding dan Paramotor sebanyak 13 nomor tanding.
Ketua FASI Paser Romif Erwinadhi menjelaskan, mereka sudah mempersiapkan atlet dengan cukup baik. Bahkan saat ini sudah terlihat beberapa atlet potensial yang siap diturunkan pada Porprov Kaltim tanggal 14-27 November mendatang.
"Pelatihan sudah dilakukan dengan cukup baik, hal ini membuat setiap atlet yang dipersiapkan juga optimis mampu meraih medali emas pada Porprov Kaltim nanti," ujar Romif kepada Korankaltim.com Jumat (30/10/2026).
Aero Sport dilombakan di dua lokasi, Paralayang di Bukit Sultan Hill sementara Aeromodeling dan Paramotor di Desa Rantau Panjang Kecamatan Tanah Grogot.
Panitia juga sudah melakukan persiapan dengan baik, hanya saja Romif mengingatkan seluruh peserta agar tetap waspada dan berhati-hati mengingat lokasi kegiatan harus menempuh dengan berkendara kurang lebih satu jam perjalanan untuk menuju lokasi paralayang dan 30 menit untuk lokasi Aeromodeling dan paralmtor.
"Kami tetap imbau agar seluruh atlet dan juga oficial bis aberhati-hati baik menuju lokais pertandingan maupun saat bertanding," ungkapnya.
Mewaspadai adanya peristiwa yang tidak diinginkan, Panitia Besar (PB) Porprov VIII Kaltim juga telah berkoordinasi dengan tenaga medis, meminta agar disiapkan sembilan tenaga medis dan satu dokter di lokasi lomba ditambah tiga ambulans serta sembilan tim penyelamat.
"Aero Sport ini memiliki kerawanan yang cukup tinggi, sehingga perlu dilakukan langkah antisipasi denan sangat baik," tegasnya.
Selama menjalani pelatihan seluruh atlet fasi memaksimalkan waktu pelatihan di hari Kamis, Jumat dan Sabtu juga Minggu karena sebagian besar atlet merupakan pelajar.
"Kami sudah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan namun kebutuhan belajar atlet kami yang masih pelajar juga tidak bisa kami tinggalkan, makanya kami memaksimalkan pelatihan di akhir pekan," ungkap Romif.
Editor: Aspian Nur