Dahau merupakan peringatan Hari Jadi Kubar yang diperingati setiap 5 November yang mana Kubar ini terbentuk melalui pemekaran dari Kabupaten Kutai berdasarkan Undang-Undang Nomor 47 Tahun 1999. Meski undang-undang pembentukannya ditetapkan pada 4 Oktober 1999, peresmian operasional pemerintahan di Kubar berlangsung pada 5 November 1999 di Sendawar. Tanggal tersebut kemudian ditetapkan sebagai hari jadi kabupaten melalui Peraturan Daerah Nomor 17 Tahun 2002.
Dalam konteks tersebut, peringatan Dahau tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga pengingat atas perjalanan pembentukan daerah dan upaya pembangunan yang terus berlangsung. Momentum ini sekaligus menjadi ruang untuk memperkuat kebersamaan masyarakat dalam melanjutkan pembangunan Kubar.
Ketua Panitia Peringatan HUT ke-27 Kubar Yustinus Giri mengatakan perubahan konsep lebih sederhana dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi daerah dan nasional serta kebutuhan efisiensi anggaran. Pemerintah daerah memilih mengalihkan fokus dari perayaan besar menuju peringatan yang lebih menekankan nilai sejarah dan refleksi perjalanan daerah.
Menurut Yustinus perayaan berskala besar telah dilaksanakan pada Dahau ke-26 tahun lalu. Karena itu, peringatan tahun ini diarahkan menjadi kesempatan untuk melihat kembali perjalanan Kubar sejak terbentuk sebagai daerah otonom, sekaligus memaknai perkembangan yang telah dicapai hingga sekarang. “Peringatan tahun ini lebih mengedepankan nilai sejarah. Ini menjadi momentum bagi kita untuk merenungkan perjalanan Kutai Barat sampai saat ini,” ujar Giri kepada Korankaltim.com disela pembukaan malam tadi.
Meski tidak menghadirkan festival besar, panitia tetap menyiapkan beragam kegiatan untuk melibatkan masyarakat. Rangkaian acara mencakup kegiatan adat, pertunjukan seni budaya, serta olahraga rekreasi yang melibatkan Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (Kormi). Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) juga dilibatkan, dengan dukungan sejumlah organisasi perangkat daerah sesuai bidang masing-masing.
Sementara Sekretaris Daerah Kubar Erick Victory menyampaikan bahwa peringatan hari jadi menjadi momentum untuk memperkuat persatuan sekaligus menumbuhkan semangat bersama dalam membangun daerah.
Tahun ini, Dahau mengusung tema “Bersama Membangun, Merata dalam Kemajuan, Sejahtera dalam Kehidupan.” Tema tersebut menekankan bahwa pembangunan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak agar kemajuan dan kesejahteraan dapat dirasakan masyarakat di seluruh wilayah Kubar.
“Pembangunan harus dilaksanakan secara bersama-sama, merata, dan berkelanjutan, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat di berbagai wilayah Kabupaten Kutai Barat,” kata Erick.
Erick juga mengajak masyarakat, perangkat daerah, dunia usaha, komunitas, dan seluruh elemen lainnya untuk mendukung rangkaian kegiatan dengan menjaga ketertiban, kerukunan, serta semangat kebersamaan. Pelestarian budaya daerah diharapkan tetap menjadi bagian penting dalam perjalanan pembangunan Kubar.
Editor: Aspian Nur
Dahau merupakan peringatan Hari Jadi Kubar yang diperingati setiap 5 November yang mana Kubar ini terbentuk melalui pemekaran dari Kabupaten Kutai berdasarkan Undang-Undang Nomor 47 Tahun 1999. Meski undang-undang pembentukannya ditetapkan pada 4 Oktober 1999, peresmian operasional pemerintahan di Kubar berlangsung pada 5 November 1999 di Sendawar. Tanggal tersebut kemudian ditetapkan sebagai hari jadi kabupaten melalui Peraturan Daerah Nomor 17 Tahun 2002.
Dalam konteks tersebut, peringatan Dahau tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga pengingat atas perjalanan pembentukan daerah dan upaya pembangunan yang terus berlangsung. Momentum ini sekaligus menjadi ruang untuk memperkuat kebersamaan masyarakat dalam melanjutkan pembangunan Kubar.
Ketua Panitia Peringatan HUT ke-27 Kubar Yustinus Giri mengatakan perubahan konsep lebih sederhana dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi daerah dan nasional serta kebutuhan efisiensi anggaran. Pemerintah daerah memilih mengalihkan fokus dari perayaan besar menuju peringatan yang lebih menekankan nilai sejarah dan refleksi perjalanan daerah.
Menurut Yustinus perayaan berskala besar telah dilaksanakan pada Dahau ke-26 tahun lalu. Karena itu, peringatan tahun ini diarahkan menjadi kesempatan untuk melihat kembali perjalanan Kubar sejak terbentuk sebagai daerah otonom, sekaligus memaknai perkembangan yang telah dicapai hingga sekarang. “Peringatan tahun ini lebih mengedepankan nilai sejarah. Ini menjadi momentum bagi kita untuk merenungkan perjalanan Kutai Barat sampai saat ini,” ujar Giri kepada Korankaltim.com disela pembukaan malam tadi.
Meski tidak menghadirkan festival besar, panitia tetap menyiapkan beragam kegiatan untuk melibatkan masyarakat. Rangkaian acara mencakup kegiatan adat, pertunjukan seni budaya, serta olahraga rekreasi yang melibatkan Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (Kormi). Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) juga dilibatkan, dengan dukungan sejumlah organisasi perangkat daerah sesuai bidang masing-masing.
Sementara Sekretaris Daerah Kubar Erick Victory menyampaikan bahwa peringatan hari jadi menjadi momentum untuk memperkuat persatuan sekaligus menumbuhkan semangat bersama dalam membangun daerah.
Tahun ini, Dahau mengusung tema “Bersama Membangun, Merata dalam Kemajuan, Sejahtera dalam Kehidupan.” Tema tersebut menekankan bahwa pembangunan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak agar kemajuan dan kesejahteraan dapat dirasakan masyarakat di seluruh wilayah Kubar.
“Pembangunan harus dilaksanakan secara bersama-sama, merata, dan berkelanjutan, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat di berbagai wilayah Kabupaten Kutai Barat,” kata Erick.