Penulis: Julika Hengin
KORANKALTIM.COM, UJOH BILANG – Antusiasme masyarakat mewarnai pembukaan Festival Hudoq Pekayang Long Pahangai II Tahun 2026 di Kecamatan Long Pahangai, Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), Selasa (20/10/2026).
1 menit baca6 kali dibaca

Penulis: Julika Hengin
KORANKALTIM.COM, UJOH BILANG – Antusiasme masyarakat mewarnai pembukaan Festival Hudoq Pekayang Long Pahangai II Tahun 2026 di Kecamatan Long Pahangai, Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), Selasa (20/10/2026).
Bupati Mahulu Angela Idang Belawan mengatakan, semangat masyarakat terlihat dari keikutsertaan kontingen kampung yang hadir untuk memeriahkan festival tahunan tersebut.
Meski demikian, sejumlah kampung tidak dapat berpartisipasi karena masih dalam suasana berduka. Kondisi itu berkaitan dengan tradisi masyarakat Dayak Bahau yang membatasi keikutsertaan dalam kegiatan bersifat gembira ketika ada kedukaan.
“Puji Tuhan, tahun ini antusias masyarakat saya lihat terus bersemangat. Walaupun ada beberapa kampung yang memang masih berduka dan tidak bisa mengikuti kegiatan ini,” kata Angela kepada awak media usai kegiatan.
Ia menjelaskan, dalam tradisi Dayak Bahau, masyarakat yang sedang berduka tidak mengikuti kegiatan ramai-ramai yang bersifat sukacita. Mereka juga tidak mengenakan pakaian adat lengkap sebagaimana digunakan dalam perayaan.
Kendati ada kampung yang tidak bisa berpartisipasi, Angela menilai antusiasme kampung-kampung lainnya tetap tinggi. Hal itu terlihat dari kehadiran kontingen yang membawa perwakilan masing-masing kampung.
“Walaupun seperti itu, saya melihat antusias dari kampung-kampung lain yang memang membawa kontingen dari masing-masing kampung dengan antusias yang luar biasa. Kita lihat sendiri hari ini cukup ramai,” ujarnya.
Festival Hudoq Pekayang menjadi salah satu tradisi budaya masyarakat Dayak Bahau yang diwariskan secara turun-temurun.
Selain menjadi ruang pelestarian adat, kegiatan ini juga mempertemukan masyarakat dari berbagai kampung untuk menjaga kebersamaan dan keberlangsungan tradisi leluhur.
Editor: Erwin
Bupati Mahulu Angela Idang Belawan mengatakan, semangat masyarakat terlihat dari keikutsertaan kontingen kampung yang hadir untuk memeriahkan festival tahunan tersebut.
Meski demikian, sejumlah kampung tidak dapat berpartisipasi karena masih dalam suasana berduka. Kondisi itu berkaitan dengan tradisi masyarakat Dayak Bahau yang membatasi keikutsertaan dalam kegiatan bersifat gembira ketika ada kedukaan.
“Puji Tuhan, tahun ini antusias masyarakat saya lihat terus bersemangat. Walaupun ada beberapa kampung yang memang masih berduka dan tidak bisa mengikuti kegiatan ini,” kata Angela kepada awak media usai kegiatan.
Ia menjelaskan, dalam tradisi Dayak Bahau, masyarakat yang sedang berduka tidak mengikuti kegiatan ramai-ramai yang bersifat sukacita. Mereka juga tidak mengenakan pakaian adat lengkap sebagaimana digunakan dalam perayaan.

Kendati ada kampung yang tidak bisa berpartisipasi, Angela menilai antusiasme kampung-kampung lainnya tetap tinggi. Hal itu terlihat dari kehadiran kontingen yang membawa perwakilan masing-masing kampung.
“Walaupun seperti itu, saya melihat antusias dari kampung-kampung lain yang memang membawa kontingen dari masing-masing kampung dengan antusias yang luar biasa. Kita lihat sendiri hari ini cukup ramai,” ujarnya.
Festival Hudoq Pekayang menjadi salah satu tradisi budaya masyarakat Dayak Bahau yang diwariskan secara turun-temurun.
Selain menjadi ruang pelestarian adat, kegiatan ini juga mempertemukan masyarakat dari berbagai kampung untuk menjaga kebersamaan dan keberlangsungan tradisi leluhur.
Editor: Erwin








Pusat gempa berada di laut 6 km Barat Laut Pulau Saringi
20 Okt 2026, 18:28:11 WIB • Kedalaman 15 km
Gempa ini dirasakan untuk diteruskan pada masyarakat
Sumber: BMKG