Penulis: Julika Hengin
KORANKALTIM.COM, UJOH BILANG – Pengembangan Festival Hudoq Pekayang di Kecamatan Long Pahangai, Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), perlu diiringi peningkatan infrastruktur, terutama akses jalan dan lokasi pelaksanaan kegiatan.
1 menit baca2 kali dibaca

Penulis: Julika Hengin
KORANKALTIM.COM, UJOH BILANG – Pengembangan Festival Hudoq Pekayang di Kecamatan Long Pahangai, Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), perlu diiringi peningkatan infrastruktur, terutama akses jalan dan lokasi pelaksanaan kegiatan.
Infrastruktur yang memadai dinilai penting untuk mendukung mobilitas masyarakat sekaligus membuka peluang kunjungan wisatawan.
Ketua DPRD Mahulu Devung Paran mengatakan, Hudoq Pekayang merupakan agenda budaya turun-temurun yang terus dilestarikan lintas generasi.
Antusiasme masyarakat dalam mengikuti festival menjadi kebanggaan sekaligus modal untuk mengembangkan potensi budaya daerah.
Namun, menurutnya, pengembangan kegiatan budaya tersebut perlu didukung infrastruktur yang memadai, terlebih Mahulu masih menghadapi keterbatasan pembangunan di sejumlah wilayah.
“Pertama jalan. Nomor satu adalah akses jalan untuk wisatawan lokal maupun internasional. Untuk mobilisasi masyarakat di kecamatan ini kita butuh jalan, kemudian balai-balainya,” kata Devung.
Ia juga menyoroti lokasi pelaksanaan festival yang dinilai masih perlu ditingkatkan agar lebih memadai untuk menunjang kegiatan budaya yang melibatkan banyak kampung.
Devung menegaskan, DPRD mendukung pelestarian Hudoq Pekayang melalui fungsi regulasi dan penganggaran.
Menurutnya, dukungan tersebut diperlukan agar kegiatan budaya tidak hanya bertahan sebagai tradisi, tetapi juga memberikan dampak terhadap pembangunan dan perekonomian masyarakat.
“Dengan harapan bahwa Hudoq Pekayang ini bisa meningkatkan pembangunan infrastruktur, kemudian peningkatan perekonomian juga,” ujarnya.
Ia menyebut DPRD Mahulu telah melakukan kunjungan ke Kementerian Kebudayaan untuk berkoordinasi dan berkonsultasi mengenai upaya meningkatkan pengembangan kebudayaan di Mahulu, khususnya Hudoq Pekayang di Kecamatan Long Pahangai.
Devung berharap pengembangan festival dapat berjalan beriringan dengan peningkatan aksesibilitas dan fasilitas pendukung.
Dengan demikian, tradisi yang diwariskan antargenerasi tersebut dapat terus terjaga sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat setempat.
Editor: Erwin
Infrastruktur yang memadai dinilai penting untuk mendukung mobilitas masyarakat sekaligus membuka peluang kunjungan wisatawan.
Ketua DPRD Mahulu Devung Paran mengatakan, Hudoq Pekayang merupakan agenda budaya turun-temurun yang terus dilestarikan lintas generasi.
Antusiasme masyarakat dalam mengikuti festival menjadi kebanggaan sekaligus modal untuk mengembangkan potensi budaya daerah.
Namun, menurutnya, pengembangan kegiatan budaya tersebut perlu didukung infrastruktur yang memadai, terlebih Mahulu masih menghadapi keterbatasan pembangunan di sejumlah wilayah.

“Pertama jalan. Nomor satu adalah akses jalan untuk wisatawan lokal maupun internasional. Untuk mobilisasi masyarakat di kecamatan ini kita butuh jalan, kemudian balai-balainya,” kata Devung.
Ia juga menyoroti lokasi pelaksanaan festival yang dinilai masih perlu ditingkatkan agar lebih memadai untuk menunjang kegiatan budaya yang melibatkan banyak kampung.
Devung menegaskan, DPRD mendukung pelestarian Hudoq Pekayang melalui fungsi regulasi dan penganggaran.
Menurutnya, dukungan tersebut diperlukan agar kegiatan budaya tidak hanya bertahan sebagai tradisi, tetapi juga memberikan dampak terhadap pembangunan dan perekonomian masyarakat.
“Dengan harapan bahwa Hudoq Pekayang ini bisa meningkatkan pembangunan infrastruktur, kemudian peningkatan perekonomian juga,” ujarnya.
Ia menyebut DPRD Mahulu telah melakukan kunjungan ke Kementerian Kebudayaan untuk berkoordinasi dan berkonsultasi mengenai upaya meningkatkan pengembangan kebudayaan di Mahulu, khususnya Hudoq Pekayang di Kecamatan Long Pahangai.
Devung berharap pengembangan festival dapat berjalan beriringan dengan peningkatan aksesibilitas dan fasilitas pendukung.
Dengan demikian, tradisi yang diwariskan antargenerasi tersebut dapat terus terjaga sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat setempat.
Editor: Erwin








Pusat gempa berada di laut 6 km Barat Laut Pulau Saringi
20 Okt 2026, 18:28:11 WIB • Kedalaman 15 km
Gempa ini dirasakan untuk diteruskan pada masyarakat
Sumber: BMKG