Rabu, 12/01/2022

Jangan Hindari Minum Susu dan Makan Daging, Ini Alasannya

Rabu, 12/01/2022

(thesun)

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Jangan Hindari Minum Susu dan Makan Daging, Ini Alasannya

Rabu, 12/01/2022

logo

(thesun)

KORANKALTIM.COM – Jangan asal minum minuman kesehatan, karena bukan tidak mungkin minuman yang menurut kita sehat nyatanya justru bisa jadi ancaman bagi tubuh.

Pakar makanan dan nutrisi Profesor Ian Givens dari London, Inggris, memperingatkan hal ini terkait dengan alternatif minuman sehat berupa susu yang trendi seperti oat, almond dan susu kedelai yang sebenarnya bisa berbahaya, terutama bagi wanita dan gadis remaja.

Banyak wanita atau gadis remaja menghindari minum susu dengan alasan khawatir berat badan bertambah atau menjadi gemuk dank arena itu mereka menggantinya dengan makanan pokok dari pola makan nabati (vegan) dan umumnya lebih rendah kalori daripada makanan standar padahal tidak memiliki manfaat yang sama seperti susu.

Kekhawatiran Prof Given adalah wanita atau remaja mengorbankan asupan nutrisi penting mereka dengan mengurangi produk susu.

Selain susu, tren yang semakin berkembang adalah membatasi makan daging merah yang bisa memperburuk kesehatan.

Wanita sangat beresiko karena mereka lebih sensitif terhadap pesan yang bertentangan dengan memakan daging dan susu.

"Kekhawatirannya, ada sejumlah kasus yang sangat spesifik di mana anak-anak kecil telah beralih ke produk selain susu dan daging dan ternyata mengalami  kekurangan protein," kata Prof Givens yang juga Direktur Institute for Food, Nutrition and Health di Reading University ini dilansir dari laman Thesun.co.uk Rabu (12/1/2022) hari ini.

Data menunjukkan sudah setengah dari perempuan berusia antara 11 dan 18 tahun tidak mendapatkan zat besi yang direkomendasikan dibandingkan dengan 11 persen laki-laki pada usia yang sama.

“Itu sudah terjadi selama 20 hingga 30 tahun terakhir dan sangat mengkhawatirkan” kata Prof Givens lagi.

Sekitar 27 persen wanita berusia antara 19 hingga 64 tahun tidak mencapai target zat besi dibandingkan dengan hanya dua persen pria.

Zat besi dapat ditemukan dalam makanan nabati seperti kacang-kacangan dan buah kering, tetapi paling banyak terdapat pada daging.

Zat besi adalah faktor kunci dalam membantu darah mengangkut oksigen ke seluruh tubuh dan ketika tubuh tidak dapat melakukan ini dengan benar dapat menyebabkan kelelahan dan kehilangan konsentrasi juga menimbulkan gejala anemia.

Bedasarkan  Survei Diet dan Gizi Nasional yang didanai pemerintah di Inggris, seperempat gadis remaja mengonsumsi terlalu sedikit yodium, kalsium dan zat seng “Itu sebagian besar merupakan fungsi dari pengurangan konsumsi susu,” kata Prof Givens.

Diingatkannya, susu adalah sumber yodium terkaya yang juga ditemukan pada ikan laut dan kerang sementara ketiga makanan tersebut dilarang dalam pola makan vegan yang ketat.

Tetapi kekurangan yodium merupakan kekhawatiran khusus pada wanita muda yang mendekati usia subur karena sangat penting untuk kesehatan janin.

Kalsium serta magnesium yang juga kurang dalam makanan wanita sejatinya sangat penting untuk perkembangan tulang.

Wanita muda yang mengalami defisiensi pada masa remajanya dapat menghadapi masalah yang lebih besar setelah menopause, ketika kesehatan tulang dapat memburuk karena hormon. “Usia remaja sangat penting untuk perkembangan tulang. Jika Anda tidak melakukannya dengan benar, di kemudian hari kesehatan tulang akan terganggu, meningkatkan risiko patah tulang yang dapat mengurangi kualitas hidup,” tegas Prof Given.

Hasil studi dari National Health Service (NHS) menyebutkan  dengan perencanaan yang baik dan pemahaman tentang apa yang membentuk pola makan vegan yang sehat dan seimbang, seseorang bisa mendapatkan semua nutrisi yang dibutuhkan tubuh.

“Tapi tanpa perawatan anda bisa kehilangan nutrisi penting, seperti kalsium, zat besi, dan vitamin B12,” tegasnya.

Survei menemukan fakta mereka yang berusia antara 25 hingga 44 tahun, hampir 44 persen adalah konsumen susu nabati.

Namun mereka memilih untuk beralih ke produk bebas susu karena kekhawatiran tentang lingkungan dan kesehatan.

Sepertiga orang Inggris mengatakan mereka ingin beralih ke pola makan nabati pada tahun 2022 dan dari mereka, 53 persen berpikir itu adalah cara makan yang lebih sehat.


Editor: Aspian Nur

Jangan Hindari Minum Susu dan Makan Daging, Ini Alasannya

Rabu, 12/01/2022

(thesun)

Share

Berita Terkait