Senin, 25/05/2026

Tak Lagi Identik dengan Lansia, Diabetes Kini Serang Anak Muda di Samarinda

Senin, 25/05/2026

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Samarinda Ismed Kusasih saat menyampaikan keterangan terkait kasus diabetes melitus yang mulai banyak menyerang usia muda di Kota Samarinda. (Ayu/KoranKaltim.com)

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Tak Lagi Identik dengan Lansia, Diabetes Kini Serang Anak Muda di Samarinda

Senin, 25/05/2026

logo

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Samarinda Ismed Kusasih saat menyampaikan keterangan terkait kasus diabetes melitus yang mulai banyak menyerang usia muda di Kota Samarinda. (Ayu/KoranKaltim.com)

Penulis: Ayu Norwahliyah

KORANKALTIM.COM, SAMARINDA — Kasus Diabetes Melitus di Kota Samarinda kini mulai banyak ditemukan pada kelompok usia muda. Penderita berusia 20-an tahun disebut semakin sering dijumpai seiring perubahan pola hidup masyarakat.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Samarinda Ismed Kusasih mengatakan, diabetes menjadi salah satu penyakit tidak menular yang mendapat perhatian serius pemerintah karena berisiko menimbulkan komplikasi hingga kematian.

Menurutnya, penyakit tersebut juga masuk dalam Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang kesehatan yang wajib diawasi pemerintah daerah.

“Kenapa diseriusi, karena penyakit ini ujung-ujungnya angka kematiannya cukup tinggi,” ujar Ismed, Senin (25/5/2026).

Di Kota Tepian, jumlah sasaran penderita diabetes mencapai sekitar 24 ribu orang. Dinkes mengklaim penanganan telah menjangkau hampir 97 persen dari total tersebut, dengan pengawasan yang terus diperbarui setiap tahun, termasuk hingga triwulan pertama 2026.

Peningkatan kasus diabetes pada usia muda sangat berkaitan dengan gaya hidup saat ini. Konsumsi gula serta karbohidrat berlebih, makanan instan, hingga pola makan tidak teratur menjadi faktor dominan penyebabnya.

“Sekarang tingkat penderita diabetes semakin lama semakin ke usia muda karena berhubungan dengan gaya hidup,” katanya.

Ia menyebut, jika dahulu diabetes identik dengan usia di atas 45 tahun, kini penderita usia 20-an mulai banyak ditemukan.

Selain faktor keturunan, gaya hidup tetap menjadi penyebab terbesar diabetes melitus tipe 2. Masyarakat diminta mulai menjaga pola makan dan lebih waspada, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat keluarga penderita diabetes.

“Yang paling penting bagaimana kita melakukan penjagaan,” pungkasnya. 


Editor: Erwin

Tak Lagi Identik dengan Lansia, Diabetes Kini Serang Anak Muda di Samarinda

Senin, 25/05/2026

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Samarinda Ismed Kusasih saat menyampaikan keterangan terkait kasus diabetes melitus yang mulai banyak menyerang usia muda di Kota Samarinda. (Ayu/KoranKaltim.com)

Share

Berita Terkait