Kamis, 28/05/2026

Pasokan Telur Lokal Masih Minim, Pemprov Kaltim Siapkan Kawasan Peternakan Terpadu

Kamis, 28/05/2026

Kepala DPKH Provinsi Kaltim, Fadli Sufiani (Surya/KK)

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Berita Terkait

Pasokan Telur Lokal Masih Minim, Pemprov Kaltim Siapkan Kawasan Peternakan Terpadu

Kamis, 28/05/2026

logo

Kepala DPKH Provinsi Kaltim, Fadli Sufiani (Surya/KK)

Penulis: Rahmat Surya 

KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – Pemprov Kaltim mulai menyiapkan kawasan peternakan terpadu sebagai langkah mengatasi kekurangan pasokan telur sekaligus mendukung kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Benua Etam.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kaltim, Fadli Sufiani, menyampaikan produksi telur lokal saat ini baru mampu memenuhi sekitar 40 persen kebutuhan masyarakat, selebihnya dipasok dari luar daerah.

“Kebutuhan ayam petelur kita memang masih kurang sekitar 60 persen. Selama ini masih didatangkan dari luar daerah,” ujar Fadli.

Menurutnya, peningkatan kebutuhan telur diperkirakan semakin besar seiring implementasi program MBG yang membutuhkan pasokan protein hewani dalam jumlah besar dan berkelanjutan. Pihaknya mencatat, di Kaltim terdapat 372 Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) yang masing-masing melayani sekitar 3.000 porsi makanan. 

“Dalam skema MBG, telur dan daging ayam menjadi menu wajib yang disajikan beberapa kali dalam sepekan,” ucapnya.

Berdasarkan perhitungan kata Fadli, kebutuhan telur untuk sekali pelaksanaan makan serentak dapat mencapai sekitar 1,1 juta butir. Jumlah itu membuat pemerintah menilai penguatan produksi lokal menjadi kebutuhan mendesak.

“Sebagai solusi jangka panjang, pemerintah pusat tengah menyiapkan pembangunan kawasan hilirisasi peternakan ayam terintegrasi dengan nilai investasi lebih dari Rp1 triliun,” katanya

Proyek tersebut terang Fadli, akan membangun sejumlah fasilitas pendukung industri peternakan, mulai dari pusat pembibitan dan penetasan telur, unit pembesaran ayam petelur, rumah potong unggas, hingga fasilitas pengolahan telur dan daging ayam.

Selain itu, pembangunan pabrik pakan juga menjadi fokus utama dalam proyek tersebut. Menurut Fadli, persoalan pakan selama ini menjadi salah satu hambatan terbesar bagi pengembangan peternakan di Kaltim.

“Yang masih menjadi persoalan besar di Kaltim adalah pakan. Karena itu pembangunan pabrik pakan menjadi prioritas utama,” tuturnya.


Editor: Erwin

Pasokan Telur Lokal Masih Minim, Pemprov Kaltim Siapkan Kawasan Peternakan Terpadu

Kamis, 28/05/2026

Kepala DPKH Provinsi Kaltim, Fadli Sufiani (Surya/KK)

Share

Berita Terkait