Jumat, 22/05/2026

Dari Bajaj Tua Buyung Bangun Usaha “Kodjai” dan Buktikan Mimpi Bisa jadi Nyata

Jumat, 22/05/2026

Kodjai jadi daya tarik menikmati kopi di suasana malam Kota Raja Tenggarong ( Foto: Heriansyah / Korankaltimcom)

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Berita Terkait

Dari Bajaj Tua Buyung Bangun Usaha “Kodjai” dan Buktikan Mimpi Bisa jadi Nyata

Jumat, 22/05/2026

logo

Kodjai jadi daya tarik menikmati kopi di suasana malam Kota Raja Tenggarong ( Foto: Heriansyah / Korankaltimcom)

Penulis : Muhammad Heriansyah

KORANKALTIM.COM, TENGGARONG  — Ditengah menjamurnya kedai kopi modern, seorang pria asal Pacitan Jawa Timur, memilih jalan berbeda untuk merintis usaha kulinernya. 

Berbekal sebuah bajaj tua dan tekad kuat, Buyung Kuswidodo sukses membangun usaha kopi unik bernama Kopi di Bajjai alias Kodjai dengan harga mulai lima ribu rupiah hingga Rp23 Ribu.

Kodjai ada di Jalan Loa Ipuh, Tenggarong tepatnya depan gedung olahraga Velyny, buka setiap hari jam 9 pagi sampai jam 12 malam. Konsep jualan kopi menggunakan bajaj sempat dipandang sebelah mata. Namun bagi Buyung, kendaraan roda tiga itu justru menjadi saksi perjalanan panjang perjuangannya membangun usaha dari nol.

“Dulu cuma dianggap mimpi receh. Katanya ngapain repot-repot jualan kopi pakai bajaj,” kata Buyung kepada Korankaltim.com, Jumat (22/5/2026).

Dibalik tampilannya yang sederhana, Buyung mengaku banyak pelajaran hidup yang ia dapatkan selama menjalankan usaha tersebut. Ia pernah merasakan panas terik di jalan, hujan malam saat berjualan, hingga sepinya pembeli yang membuatnya kesulitan memutar modal usaha. Namun kondisi itu tidak membuat semangatnya surut.

“Tapi dari bajaj tua ini pelan-pelan aku belajar arti perjuangan. Satu hal yang tidak pernah berhenti adalah niat untuk terus jalan,” ungkapnya

Usaha besar tidak selalu harus dimulai dari tempat yang mewah atau modal besar. Baginya, keberanian memulai dan konsistensi menjalani proses menjadi kunci utama bertahan dalam dunia usaha. “Kadang usaha justru lahir dari kendaraan tua, tekad yang keras, dan doa yang tidak putus-putus,” sebut Buyung lagi.

Kodjai menghadirkan beragam pilihan minuman kekinian yang diminati anak muda maupun pecinta kopi. Mulai dari latte, spanish latte, gula aren, pandan, klepon, hingga signature drink “Kopi Kodjai”.

Tak hanya itu, tersedia pula berbagai varian americano series seperti manuka americano, berry manuka americano, hingga melon americano. Sementara untuk non coffee, pelanggan dapat menikmati matcha, chocolate, taro, red velvet, hingga strawberry milk.

Usaha kuliner tersebut juga menyediakan aneka minuman teh, mocktail, yakult series, serta beragam camilan seperti french fries, nugget, mini wonton, waffle, dan donuts.

Konsep sederhana namun kreatif yang diusung Buyung menjadi inspirasi bahwa peluang usaha bisa lahir dari ide yang tidak biasa. Di tengah persaingan bisnis kuliner yang semakin ketat, keberanian menghadirkan identitas unik menjadi nilai tersendiri bagi pelaku usaha lokal.

Perjalanan Buyung pun menjadi bukti kerja keras, kreativitas dan ketekunan mampu mengubah mimpi sederhana menjadi usaha yang terus berkembang. “Bagi para pecinta kopi dimanapun berada belum lengkap kalau belum merapat di Kodjai,” ucap Buyung.


Editor: Aspian Nur

Dari Bajaj Tua Buyung Bangun Usaha “Kodjai” dan Buktikan Mimpi Bisa jadi Nyata

Jumat, 22/05/2026

Kodjai jadi daya tarik menikmati kopi di suasana malam Kota Raja Tenggarong ( Foto: Heriansyah / Korankaltimcom)

Share

Berita Terkait