Sabtu, 16/05/2026

Koperasi Merah Putih Mulai Berdiri di Tiga Kampung Kutai Barat

Sabtu, 16/05/2026

KDKMP Kampung Sri Mulyo, Kecamatan Sekolaq Darat. (Adi/korankaltim.com)

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Berita Terkait

Koperasi Merah Putih Mulai Berdiri di Tiga Kampung Kutai Barat

Sabtu, 16/05/2026

logo

KDKMP Kampung Sri Mulyo, Kecamatan Sekolaq Darat. (Adi/korankaltim.com)

Penulis : Kusmas Riadi

KORANKALTIM.COM, SENDAWAR - Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) mulai menunjukkan progres di Kabupaten Kutai Barat (Kubar). 

Dari total 194 titik yang direncanakan dibangun di wilayah Kubar, sebanyak 47 titik kini dalam tahap pembangunan dengan tiga di antaranya telah rampung 100 persen.

Satu diantara titik yang telah selesai berada di Kampung Sri Mulyo Kecamatan Sekolaq Darat. Kampung tersebut menjadi lokasi peluncuran program KDKMP yang digelar secara daring pada Sabtu (16/5/2026) hari ini, bertepatan dengan peluncuran serentak 1.061 koperasi desa dan kelurahan oleh Presiden RI, Prabowo Subianto.

Perwira Seksi Teritorial (Pasiter) Kodim 0912/Kutai Barat Lettu Inf Moch Wahyudi menjelaskan, pembangunan KDKMP di  Kubar dan Mahakam Ulu terus berjalan sesuai target. Pada tahap pertama, pembangunan ditargetkan mencapai 50 titik.

“Untuk wilayah Kutai Barat, saat ini pembangunan sudah berjalan di 47 titik. Dari jumlah itu, tiga titik sudah selesai 100 persen, sementara sisanya masih dalam proses penyelesaian. Untuk Mahakam Ulu masih ada tiga titik lagi yang berjalan, sehingga total keseluruhan mencapai 50 titik,” kata Wahyudi kepada Korankaltim.com.

Tiga titik yang telah rampung masing-masing berada di Kampung Sumber Bangun, Kampung Sekolaq Joleq, dan Kampung Sri Mulyo.

Tantangan terbesar di lapangan masih berkaitan dengan distribusi material, terutama untuk wilayah dengan akses yang cukup sulit. Beberapa daerah masih mengandalkan transportasi sungai selain jalur darat.

“Untuk pengiriman material ke wilayah seperti Long Iram dan Ujoh Bilang masih menyesuaikan kondisi medan. Ada yang melalui jalur darat, ada juga yang masih mengandalkan jalur sungai,” sebut Wahyudi.

Meski begitu dukungan pemerintah kampung dinilai cukup baik, terutama dalam penyediaan lahan pembangunan. Bahkan, beberapa kampung disebut telah menyiapkan lahan secara mandiri untuk mendukung percepatan pembangunan koperasi.

Sementara Ketua KDKMP Kampung Sri Mulyo Giarno mengatakan, model usaha koperasi untuk tahap awal masih akan menyesuaikan aturan dan mekanisme yang ditetapkan pemerintah pusat. Berdasarkan informasi yang diterima pengurus, pengelolaan awal koperasi nantinya akan didampingi oleh Agrinas.

“Pada prinsipnya kami mengikuti aturan dari pemerintah pusat. Informasi yang kami terima, pengelolaan awal nantinya akan didampingi Agrinas, sementara kami dari pengurus membantu pada sisi administrasi dan operasional,” ujar Giarno.

Giarno melihat sejumlah potensi usaha yang dapat dikembangkan ke depan sesuai kebutuhan masyarakat kampung, di antaranya penyediaan pupuk, pakan ikan, hingga kebutuhan pokok lainnya. Selain itu, koperasi juga diharapkan dapat menjadi wadah pemasaran hasil pertanian dan potensi ekonomi masyarakat setempat.

KDKMP Sri Mulyo mulai dibangun pada 26 Januari 2026 dan rampung pada 12 Mei 2026, atau dalam waktu 107 hari. Koperasi ini diproyeksikan memberi manfaat bagi sekitar 1.302 jiwa penduduk Kampung Sri Mulyo yang mayoritas menggantungkan hidup pada sektor pertanian dan perkebunan.

Operasional koperasi ditargetkan mulai berjalan pada Agustus 2026 setelah kesiapan sistem dan pengisian gerai dinyatakan rampung.


Editor: Aspian Nur 


Koperasi Merah Putih Mulai Berdiri di Tiga Kampung Kutai Barat

Sabtu, 16/05/2026

KDKMP Kampung Sri Mulyo, Kecamatan Sekolaq Darat. (Adi/korankaltim.com)

Share

Berita Terkait