Rabu, 13/05/2026
Rabu, 13/05/2026
Suasana aktivitas calon penumpang di terminal keberangkatan Bandara APT Pranoto Samarinda pada Januari 2026 lalu. (Ayu/KoranKaltim.com)
Rabu, 13/05/2026

Suasana aktivitas calon penumpang di terminal keberangkatan Bandara APT Pranoto Samarinda pada Januari 2026 lalu. (Ayu/KoranKaltim.com)
Penulis: Ayu Norwahliyah
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA — Kenaikan harga tiket pesawat mulai berdampak terhadap pergerakan penumpang di Bandara APT Pranoto Samarinda. Dalam beberapa waktu terakhir, jumlah penumpang harian tercatat mengalami penurunan, terutama pada hari kerja.
Kepala BLU Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas I APT Pranoto Samarinda I Kadek Yuli Sastrawan mengatakan, berdasarkan data statistik sementara, terjadi penurunan jumlah penumpang, baik yang datang maupun berangkat.
Penurunan tersebut tercatat berkisar antara 30 hingga 40 persen dibanding kondisi normal. Jika biasanya jumlah penumpang harian mencapai sekitar 2.000 orang, kini hanya berkisar di angka 1.500 penumpang per hari.
Meski demikian, kondisi tersebut tidak terlalu terasa saat akhir pekan (weekend) maupun libur panjang (long weekend). Pergerakan penumpang cenderung stabil, terutama pada hari Minggu saat arus balik meningkat.
“Weekend tetap sama, yang non-weekend baru terasa turun. Kalau long weekend biasanya tetap ramai,” jelas Kadek pada Korankaltim.com pada Rabu, (13/5/2026).
Kondisi ini membuat maskapai lebih berhati-hati dalam mengoperasikan penerbangan. Sejumlah maskapai bahkan melakukan penggabungan jadwal penerbangan guna memenuhi tingkat keterisian kursi (okupansi). Rute tujuan Surabaya dan Jakarta disebut menjadi yang paling terdampak.
“Kalau pembukuannya cukup mereka terbang, tapi kalau tidak biasanya digabung dengan flight lain,” katanya.
Selain faktor harga tiket, penurunan pergerakan penumpang dipengaruhi oleh kebijakan efisiensi anggaran yang berimbas pada berkurangnya perjalanan dinas sejumlah instansi ke luar kota.
“Mungkin perjalanan dinas sudah mulai dibatasi sehingga pergerakannya sedikit menurun,” tuturnya.
Meski pihaknya memang bukan merupakan penentu kebijakan terkait harga. Namun, Kadek menilai program efisiensi pemerintah saat ini membuat masyarakat lebih bijak dalam bepergian.
Ia berharap ke depan terdapat perubahan regulasi, terutama mengenai harga avtur yang menjadi faktor paling dominan memengaruhi harga tiket.
Meskipun Iduladha segera tiba, pihak bandara belum dapat memastikan apakah akan terjadi lonjakan penumpang. Sebab, keputusan operasional maskapai umumnya baru ditentukan mendekati hari keberangkatan.
“Biasanya maskapai baru melihat kondisi dua hari sebelum hari-H untuk menentukan apakah penerbangan dilanjutkan atau digabung,” tandasnya.
Editor: Erwin
Rabu, 13/05/2026
Suasana aktivitas calon penumpang di terminal keberangkatan Bandara APT Pranoto Samarinda pada Januari 2026 lalu. (Ayu/KoranKaltim.com)
TERPOPULER