Senin, 11/05/2026

Ekonomi Kaltim Tumbuh 2,99 Persen, Ditopang Sektor Jasa dan Perdagangan

Senin, 11/05/2026

Aktivitas UMKM di Pasar Ramadan di kawasan GOR Segiri Samarinda tahun 2026 (Foto:Rafik/Korankaltim)

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Berita Terkait

Ekonomi Kaltim Tumbuh 2,99 Persen, Ditopang Sektor Jasa dan Perdagangan

Senin, 11/05/2026

logo

Aktivitas UMKM di Pasar Ramadan di kawasan GOR Segiri Samarinda tahun 2026 (Foto:Rafik/Korankaltim)

Penulis: M Rafik

KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) mencatat pertumbuhan ekonomi Kaltim pada Triwulan I 2026 sebesar 2,99 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Kepala BPS Kaltim, Mas’ud Rifai, mengatakan pertumbuhan ekonomi daerah masih bergerak positif meski sektor utama pertambangan mengalami perlambatan.

“Pertumbuhan ekonomi Kalimantan Timur masih ditopang aktivitas perdagangan, transportasi, serta sektor akomodasi dan makan minum yang mengalami peningkatan cukup tinggi secara tahunan,” ujarnya dalam rilis resmi BPS Kaltim yang dikutip, Senin (11/5/2026).

BPS mencatat lapangan usaha penyediaan akomodasi dan makan minum menjadi sektor dengan pertumbuhan tertinggi mencapai 15,94 persen. Disusul jasa lainnya sebesar 15,78 persen serta perdagangan besar dan eceran termasuk reparasi mobil dan sepeda motor sebesar 14,97 persen.  

Mas’ud menyebut, menguatnya sektor perdagangan dan jasa menunjukkan aktivitas ekonomi masyarakat masih cukup terjaga di awal tahun.

“Kami melihat ada pergerakan positif dari sektor-sektor jasa dan konsumsi masyarakat. Ini menunjukkan aktivitas ekonomi domestik tetap berjalan,” katanya.  

Meski demikian, sektor pertambangan dan penggalian yang masih menjadi tulang punggung ekonomi Kaltim tercatat mengalami kontraksi sebesar 1,19 persen. Sektor jasa keuangan dan asuransi juga turun 3,05 persen secara tahunan.  

“Pertambangan masih mendominasi struktur ekonomi Kaltim, tetapi pada triwulan ini mengalami kontraksi. Karena porsinya besar, tentu sangat mempengaruhi pertumbuhan daerah,” tutur Mas’ud.  

Berdasarkan data BPS, struktur ekonomi Kaltim masih didominasi sektor pertambangan dan penggalian dengan kontribusi 33,45 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Setelah itu disusul industri pengolahan sebesar 19,39 persen dan konstruksi 11,65 persen.  

Secara nominal, nilai PDRB Kaltim atas dasar harga berlaku pada Triwulan I 2026 mencapai Rp229,08 triliun. Sedangkan PDRB atas dasar harga konstan 2010 tercatat sebesar Rp149,02 triliun.  

Sementara jika dibandingkan Triwulan IV 2025 atau quarter to quarter (q-to-q), ekonomi Kaltim mengalami kontraksi sebesar 3,69 persen. Penurunan terutama dipengaruhi melemahnya sektor pertambangan, industri pengolahan, dan administrasi pemerintahan.  

Walau demikian, Kaltim masih menjadi kontributor terbesar ekonomi regional Kalimantan dengan sumbangan mencapai 46,48 persen terhadap total perekonomian Pulau Kalimantan.  


Editor: Erwin 

Ekonomi Kaltim Tumbuh 2,99 Persen, Ditopang Sektor Jasa dan Perdagangan

Senin, 11/05/2026

Aktivitas UMKM di Pasar Ramadan di kawasan GOR Segiri Samarinda tahun 2026 (Foto:Rafik/Korankaltim)

Share

Berita Terkait