Jumat, 03/04/2026

Ekspor Kaltim Masih Tertekan, Kenaikan Februari Belum Pulihkan Tren Tahunan

Jumat, 03/04/2026

Data BPS Kaltim yang menggambarkan kondisi Ekspor Kaltim pada Februari 2026 (Dok.BPSKaltim).

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Berita Terkait

Ekspor Kaltim Masih Tertekan, Kenaikan Februari Belum Pulihkan Tren Tahunan

Jumat, 03/04/2026

logo

Data BPS Kaltim yang menggambarkan kondisi Ekspor Kaltim pada Februari 2026 (Dok.BPSKaltim).

Penulis: M Rafik

KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – Meski mencatat kenaikan pada Februari 2026, kinerja ekspor Kalimantan Timur (Kaltim) secara keseluruhan masih berada dalam tren penurunan. Pelemahan pada sektor nonmigas dan dominasi komoditas tambang menjadi tantangan utama yang belum sepenuhnya teratasi.

Nilai ekspor Kaltim pada Februari tercatat sebesar USD1,67 miliar atau naik 5,53 persen dibandingkan Januari 2026. Namun, secara kumulatif Januari- Februari 2026, ekspor justru turun 6,61 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

“Kenaikan secara bulanan memang terjadi, tetapi secara kumulatif kinerja ekspor masih mengalami kontraksi dibandingkan tahun sebelumnya,” ujar Statistisi Ahli Madya, Aryanti Cahyaningsih.

Kenaikan pada Februari terutama ditopang oleh ekspor migas yang melonjak signifikan hingga 97,39 persen menjadi USD228,85 juta. Sebaliknya, ekspor nonmigas yang selama ini menjadi penopang utama justru mengalami penurunan sebesar 1,72 persen menjadi USD1,44 miliar.

“Penurunan ekspor nonmigas terutama disebabkan oleh melemahnya kinerja pada komoditas bahan bakar mineral,” jelasnya.

Dari sisi komoditas, penurunan terdalam terjadi pada golongan bahan bakar mineral yang turun USD121,29 juta atau 10,47 persen. Sementara itu, peningkatan terlihat pada komoditas lemak dan minyak hewani/nabati yang naik USD77,20 juta atau 38,83 persen.

Struktur ekspor Kaltim masih didominasi sektor pertambangan dengan kontribusi 67,37 persen, diikuti industri pengolahan sebesar 21,94 persen, dan migas sebesar 10,58 persen.

“Kondisi ini menunjukkan ketergantungan terhadap komoditas tambang masih cukup tinggi,” ungkapnya.

Dari sisi pasar, Tiongkok tetap menjadi tujuan utama ekspor dengan kontribusi 37,38 persen, disusul India dan Filipina. Ketergantungan pada pasar utama ini turut memengaruhi fluktuasi kinerja ekspor daerah.

Sementara itu, aktivitas ekspor terbesar masih terkonsentrasi di Pelabuhan Balikpapan dengan nilai USD535,85 juta, diikuti Pelabuhan Samarinda sebesar USD321,41 juta, dan Bontang Bay sebesar USD258,16 juta.

Aryanti menilai, perbaikan kinerja ekspor ke depan memerlukan penguatan sektor nonmigas serta diversifikasi pasar tujuan.

“Diperlukan upaya mendorong ekspor bernilai tambah dan memperluas pasar agar kinerja ekspor lebih stabil,” tutupnya.


Editor: Erwin

Ekspor Kaltim Masih Tertekan, Kenaikan Februari Belum Pulihkan Tren Tahunan

Jumat, 03/04/2026

Data BPS Kaltim yang menggambarkan kondisi Ekspor Kaltim pada Februari 2026 (Dok.BPSKaltim).

Share

Berita Terkait