Jumat, 03/04/2026

Tak Ada Pasokan, Harga Cabai di Kaltim Sempat Capai Rp200 Ribu

Jumat, 03/04/2026

Kondisi harga cabai di pasaran dipastikan berangsur-angsur menurun (Surya/KK)

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Berita Terkait

Tak Ada Pasokan, Harga Cabai di Kaltim Sempat Capai Rp200 Ribu

Jumat, 03/04/2026

logo

Kondisi harga cabai di pasaran dipastikan berangsur-angsur menurun (Surya/KK)

Penulis: Rahmat Surya 

KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – Lonjakan harga cabai di sejumlah pasar di Kalimantan Timur (Kaltim) dalam beberapa waktu terakhir dipicu terhentinya suplai dari daerah pemasok, terutama pasca Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.

Harga cabai sempat mengalami kenaikan signifikan, yakni dari kisaran Rp90 ribu hingga Rp100 ribu per kilogram, bahkan sempat menembus Rp150 ribu per kilogram.

Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (DPPKUKM) Provinsi Kaltim, Ali Wardana, menjelaskan bahwa tren kenaikan harga cabai sebenarnya sudah terjadi sejak sebelum Lebaran. Harga yang semula berada di kisaran Rp70 ribu per kilogram, perlahan naik menjadi Rp80 ribu hingga Rp100 ribu per kilogram menjelang Lebaran.

“Puncaknya terjadi pada H+1 Idulfitri, di mana harga cabai melonjak hingga Rp200 ribu per kilogram,” ujar Ali, Jumat (3/4/2026).

Menurutnya, lonjakan tersebut disebabkan oleh meningkatnya permintaan masyarakat yang tidak diimbangi dengan ketersediaan stok di pasaran. Ali menyebut, tidak adanya distribusi bahan pokok selama periode Lebaran menjadi faktor utama terganggunya pasokan cabai ke wilayah Kaltim.

“Selama hari raya, aktivitas pengiriman berhenti karena sebagian besar jasa ekspedisi libur, sehingga stok cabai tidak bertambah,” ucapnya.

Akibat kondisi tersebut, stok cabai di pasaran menipis, sementara kebutuhan masyarakat tetap tinggi. Bahkan, harga cabai sempat bertahan di angka Rp200 ribu selama tiga hari berturut-turut.

DPPKUKM Kaltim pun segera berkoordinasi dengan pemasok dari Jawa Timur untuk memastikan penyebab terhentinya distribusi. Dari hasil komunikasi, diketahui pengiriman dihentikan sementara karena libur Lebaran.

“Setelah aktivitas distribusi kembali normal, harga cabai mulai menunjukkan tren penurunan. Dari semula Rp 200 ribu, harga turun menjadi Rp170 ribu, kemudian kembali ke kisaran Rp80 ribu hingga Rp70 ribu per kilogram,” jelasnya.

Berdasarkan data terbaru, harga cabai di Kota Samarinda kini berangsur stabil. Cabai merah besar tercatat sekitar Rp53 ribu, cabai keriting Rp45 ribu, dan cabai rawit merah sekitar Rp77 ribu per Kg.

Ali memastikan,  dalam beberapa hari ke depan harga cabai di seluruh kabupaten/kota di Kaltim akan kembali normal. Selain cabai, komoditas bawang juga sempat mengalami kenaikan, namun saat ini mulai berangsur turun seiring pulihnya distribusi pasokan dari daerah seperti Sulawesi Selatan dan Jawa Timur.


Editor: Erwin

Tak Ada Pasokan, Harga Cabai di Kaltim Sempat Capai Rp200 Ribu

Jumat, 03/04/2026

Kondisi harga cabai di pasaran dipastikan berangsur-angsur menurun (Surya/KK)

Share

Berita Terkait