Senin, 30/03/2026
Senin, 30/03/2026
Pemprov Kaltim berupaya meningkatkan ekosistem investasi dengan membuka keran peluang hilirisasi perkebunan (istimewa).
Senin, 30/03/2026

Pemprov Kaltim berupaya meningkatkan ekosistem investasi dengan membuka keran peluang hilirisasi perkebunan (istimewa).
Penulis: M Rafik
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) mulai mengarah pada pembentukan kawasan perkebunan terintegrasi sebagai bagian dari perubahan struktur ekonomi daerah.
Langkah ini ditandai dengan kesiapan penyediaan lahan seluas 20.000 hektare yang akan difokuskan untuk pengembangan komoditas berbasis hilirisasi. Skala lahan yang besar dinilai menjadi fondasi awal untuk membangun ekosistem industri yang terhubung dari hulu hingga hilir.
Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud, menyebut bahwa penyediaan lahan bukan sekadar memenuhi kebutuhan jangka pendek, melainkan bagian dari desain jangka panjang pembangunan ekonomi daerah.
“Kawasan yang terintegrasi akan mempermudah pengelolaan produksi, distribusi, hingga pengolahan hasil perkebunan dalam satu sistem yang lebih efisien,” terangnya.
Inisiatif ini juga selaras dengan dorongan Andi Amran Sulaiman yang menekankan pentingnya hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah komoditas nasional.
Sebagai langkah awal, pemerintah pusat telah mengalokasikan anggaran Rp320 miliar untuk mendukung pengembangan kawasan tersebut. Dukungan ini menjadi pemicu agar daerah segera bergerak menyiapkan infrastruktur dasar.
Pengembangan kawasan terintegrasi diyakini dapat menciptakan efek berantai bagi perekonomian. Tidak hanya meningkatkan produksi, tetapi juga mendorong tumbuhnya industri pengolahan, logistik, hingga sektor pendukung lainnya.
Selain itu, keberadaan kawasan ini juga dipandang strategis dalam menopang kebutuhan ekonomi di sekitar Ibu Kota Nusantara, yang akan menjadi pusat pertumbuhan baru di Indonesia.
Momentum Pertemuan Saudagar Bugis Makassar XXVI turut dimanfaatkan untuk memperkenalkan konsep pengembangan tersebut kepada para pelaku usaha.
“Forum ini menjadi ajang untuk membuka peluang kemitraan dalam membangun kawasan ekonomi baru berbasis perkebunan,” paparnya.
Dengan arah kebijakan ini, Kaltim mulai memposisikan diri tidak hanya sebagai daerah penghasil komoditas, tetapi sebagai pusat pengembangan kawasan industri perkebunan yang terintegrasi dan berkelanjutan.
Editor: Erwin
Senin, 30/03/2026
Pemprov Kaltim berupaya meningkatkan ekosistem investasi dengan membuka keran peluang hilirisasi perkebunan (istimewa).
TERPOPULER