Selasa, 24/03/2026
Selasa, 24/03/2026
Cabai segar yang dijual di pasaran (heri/kk)
Selasa, 24/03/2026

Cabai segar yang dijual di pasaran (heri/kk)
Penulis : Muhammad Heriansyah
KORANKALTIM.COM, TENGGARONG — Setelah sempat melambung tinggi pasca perayaan Idulfitri 1447 Hijriah, harga cabai di Kutai Kartanegara kini mulai menunjukkan tren penurunan. Kendati pun turunnya harga ini masih tergolong tinggi namun tetap bisa memberi sedikit kelegaan bagi pedagang maupun konsumen.
Rahmi, seorang pedagang sayur mengungkapkan, harga cabai sebelumnya sempat menyentuh angka Rp150 Ribu hingga Rp200 Ribu per kilogram sehari setelah Lebaran namun saat ini harga tersebut mulai turun menjadi sekitar Rp130 Ribu per kilogram.
“Dulu sehari setelah Lebaran Rp150 Ribu sampai Rp200 Ribu sekilo, sekarang sudah turun menjadi Rp130 ribu per kilo,” ujarnya kepada korankaltim.com, Selasa (24/3/2026).
Rahmi yang setiap hari berbelanja di Pasar Gerbang Raja Mangkurawang Tenggarong dan menjual kembali dagangannya di kios rumahan Kelurahan Loa Tebu menjelaskan, lonjakan harga cabai terjadi akibat terganggunya pasokan dari petani saat momentum Idulfitri.
Banyak petani yang belum melakukan panen secara maksimal karena libur hari raya, sementara permintaan pasar justru meningkat tajam. Kondisi ini menyebabkan ketidakseimbangan antara pasokan dan kebutuhan, sehingga harga cabai melonjak drastis. “Satu diantara penyebabnya karena petani belum semua panen waktu Lebaran. Permintaan tinggi, tapi barang terbatas, jadi harganya ikut naik,” papar Rahmi.
Dalam kondisi normal, harga cabai merah segar di pasaran berkisar antara Rp35 Ribu hingga Rp40 Ribu per kilogram, jauh dibawah harga saat ini.
Meski harga mulai turun, Rahmi berharap pasokan cabai kembali stabil dalam waktu dekat agar harga bisa kembali normal. Stabilitas harga dinilai penting, tidak hanya bagi pedagang, tetapi juga untuk menjaga daya beli masyarakat.
Penurunan harga ini menjadi indikasi awal pulihnya rantai pasok pasca-Lebaran, seiring aktivitas petani yang mulai kembali normal dan distribusi barang yang semakin lancar di pasaran. “Ya semoga ga pedas-pedas amat ya dan semakin turun normal kan para petani sudah mulai banyak yang memetik tanaman cabai nya,” harapnya.
Editor: Aspian Nur
Selasa, 24/03/2026
Cabai segar yang dijual di pasaran (heri/kk)
TERPOPULER