Selasa, 03/03/2026

Ekspor Kaltim Turun Tajam di Januari, Sinyal Awal Tahun yang Berat

Selasa, 03/03/2026

BPS Kaltim mencatat penurunan ekspor Kalimantan Timur pada Januari 2026. (BPS Kaltim/KK).

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Berita Terkait

Ekspor Kaltim Turun Tajam di Januari, Sinyal Awal Tahun yang Berat

Selasa, 03/03/2026

logo

BPS Kaltim mencatat penurunan ekspor Kalimantan Timur pada Januari 2026. (BPS Kaltim/KK).

Penulis: M Rafik

KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – Awal tahun 2026 menjadi periode yang menantang bagi perdagangan luar negeri Kalimantan Timur (Kaltim). Nilai ekspor pada Januari 2026 tercatat sebesar USD 1.585,06 juta atau anjlok 31,25 persen dibandingkan Desember 2025.

Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Timur, Mas’ud Rifai, menyebut penurunan terjadi hampir di seluruh komponen utama ekspor.

“Baik migas maupun nonmigas mengalami penurunan. Faktor harga dan volume komoditas, terutama tambang, sangat berpengaruh,” jelasnya.

Ekspor migas pada Januari 2026 tercatat USD 115,94 juta atau turun 56,23 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Sementara itu, ekspor nonmigas mencapai USD 1.469,12 juta, terkoreksi 28,01 persen.

Jika dibandingkan periode yang sama tahun 2025, capaian Januari 2026 juga turun 5,55 persen. Kondisi ini menunjukkan tekanan kinerja ekspor masih membayangi Kaltim di awal tahun.

Dari sisi komoditas, penurunan terbesar terjadi pada golongan bahan bakar mineral yang menyusut USD 309,21 juta atau 21,07 persen. Di tengah tren penurunan tersebut, golongan berbagai produk kimia justru naik USD 16,52 juta atau 36,72 persen.

Mas’ud menambahkan, struktur ekspor Kaltim masih ditopang sektor tambang dengan kontribusi 73,06 persen. Hasil industri menyumbang 19,52 persen dan migas 7,31 persen. “Ketergantungan terhadap komoditas tambang masih dominan,” tegasnya.

Tiongkok tercatat sebagai negara tujuan utama dengan nilai ekspor USD 567,41 juta atau 38,62 persen. Disusul India USD 190,61 juta dan Filipina USD 146,39 juta.

Adapun pelabuhan dengan kontribusi ekspor terbesar yakni Balikpapan, Samarinda, dan Tanjung Bara.


Editor: Erwin


Ekspor Kaltim Turun Tajam di Januari, Sinyal Awal Tahun yang Berat

Selasa, 03/03/2026

BPS Kaltim mencatat penurunan ekspor Kalimantan Timur pada Januari 2026. (BPS Kaltim/KK).

Share

Berita Terkait