Jumat, 06/02/2026

TPT Kaltim Naik Jadi 5,20 Persen, Pengangguran Lulusan SMK Masih Tertinggi

Jumat, 06/02/2026

Grafik pengangguran berdasarkan dari lulusan (istimewa).

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Berita Terkait

TPT Kaltim Naik Jadi 5,20 Persen, Pengangguran Lulusan SMK Masih Tertinggi

Jumat, 06/02/2026

logo

Grafik pengangguran berdasarkan dari lulusan (istimewa).

Penulis: M Rafik

KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) mencatat Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada November 2025 sebesar 5,20 persen. 

Angka ini mengalami kenaikan tipis 0,02 persen poin dibandingkan Agustus 2025, seiring bertambahnya jumlah angkatan kerja di daerah tersebut.

Kepala BPS Kaltim, Mas’ud Rifai, menjelaskan kenaikan TPT terjadi karena pertumbuhan angkatan kerja lebih cepat dibandingkan penyerapan tenaga kerja. Berdasarkan Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas), jumlah angkatan kerja Kaltim mencapai 2,07 juta orang, naik 2.028 orang dalam tiga bulan terakhir.

“Secara absolut, jumlah penduduk yang bekerja juga meningkat. Ini menunjukkan pasar kerja masih bergerak, meski belum sepenuhnya mampu menyerap tambahan angkatan kerja baru,” ujar Mas’ud Rifai, Jumat (6/2/2025).

BPS mencatat jumlah penduduk bekerja di Kaltim mencapai 1,97 juta orang, bertambah 1.635 orang dibandingkan Agustus 2025. Struktur ketenagakerjaan masih didominasi sektor perdagangan besar dan eceran, termasuk reparasi kendaraan, dengan kontribusi 18,38 persen. Sementara sektor dengan kontribusi terendah adalah real estat sebesar 0,62 persen.

Dari sisi kualitas pekerjaan, kondisi ketenagakerjaan menunjukkan perbaikan. Proporsi pekerja formal meningkat menjadi 57,94 persen, naik 1,16 persen poin. Selain itu, persentase setengah pengangguran dan pekerja paruh waktu juga mengalami penurunan signifikan.

Mas’ud Rifai menilai tren tersebut mengindikasikan membaiknya kualitas lapangan kerja di Kaltim. 

“Penurunan pekerja paruh waktu dan setengah pengangguran menunjukkan jam kerja semakin stabil dan produktivitas tenaga kerja cenderung membaik,” jelasnya.

Meski demikian, BPS mencatat TPT perempuan masih lebih tinggi dibandingkan laki-laki. Pada November 2025, TPT perempuan mencapai 7,30 persen, sementara laki-laki berada di angka 4,05 persen.

Mas’ud Rifai juga mengungkapkan, pengangguran di Kaltim masih didominasi lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Berdasarkan Sakernas November 2025, Tingkat Pengangguran Terbuka lulusan SMK tercatat paling tinggi, yakni 9,51 persen, jauh di atas lulusan SMA, SMP, maupun pendidikan dasar.

Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan masih adanya ketidaksesuaian antara kompetensi lulusan vokasi dengan kebutuhan dunia kerja. Sementara itu, TPT terendah tercatat pada penduduk berpendidikan SD ke bawah sebesar 2,32 persen, meski kelompok ini umumnya bekerja di sektor informal.

BPS Kaltim menilai peningkatan kualitas link and match antara pendidikan kejuruan dan sektor industri menjadi kunci untuk menekan pengangguran terdidik di daerah. 


Editor: Erwin

TPT Kaltim Naik Jadi 5,20 Persen, Pengangguran Lulusan SMK Masih Tertinggi

Jumat, 06/02/2026

Grafik pengangguran berdasarkan dari lulusan (istimewa).

Share

Berita Terkait