Kamis, 05/02/2026

Rumah Produksi Terasi Baru Satu Unit, Kampung Buyung-Buyung Minta Pembangunan Dilanjutkan

Kamis, 05/02/2026

Produk Terasi Bubuk Khas Berau. (Ist).

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Berita Terkait

Rumah Produksi Terasi Baru Satu Unit, Kampung Buyung-Buyung Minta Pembangunan Dilanjutkan

Kamis, 05/02/2026

logo

Produk Terasi Bubuk Khas Berau. (Ist).

Penulis: Indri

KORANKALTIM.COM, TABALAR – Rencana pengembangan rumah produksi terasi di Kampung Buyung-Buyung kembali menjadi sorotan. 

Pemerintah kampung meminta pembangunan fasilitas tersebut dilanjutkan karena saat ini baru satu unit bangunan yang dinilai belum mampu mendorong produktivitas ekonomi masyarakat secara optimal.

Kepala Kampung Buyung-Buyung, Mustafa, menegaskan keberadaan rumah produksi sangat penting untuk menggerakkan roda ekonomi warga yang menggantungkan penghasilan dari olahan terasi. 

Ia menilai pembangunan yang baru terealisasi satu unit belum cukup untuk menjawab kebutuhan produksi.

“Kami minta Diskoperindag agar rumah produksi ini bisa dilanjutkan pada tahun ini atau tahun anggaran berikutnya. Karena baru satu gedung dan itu masih kurang produktif,” ujarnya.

Menurut Mustafa, keberlanjutan pembangunan menjadi kunci agar fasilitas tersebut benar-benar mampu berfungsi sebagai pusat produksi dan meningkatkan pendapatan masyarakat pesisir. 

Ia berharap dukungan pemerintah daerah tidak berhenti pada tahap awal pembangunan.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Berau, Eva Yunita, menjelaskan pembangunan satu unit rumah produksi telah rampung pada tahun 2025 sebagai tahap awal dari rencana yang menargetkan tujuh unit bangunan.

“Alhamdulillah, satu unit sudah selesai dibangun tahun 2025. Dari perencanaan awal memang ada tujuh unit,” jelasnya.

Eva mengatakan, unit pertama diprioritaskan untuk kegiatan pencetakan dan pengemasan karena pemerintah telah menyiapkan bantuan peralatan dari Bank Indonesia agar fasilitas tersebut bisa segera dimanfaatkan.

“Kami berharapnya, satu unit yang ada bisa langsung digunakan untuk aktivitas cetak dan kemasan, karena peralatan sudah tersedia,” katanya.

Ia menambahkan, konsep pengembangan rumah produksi dilakukan secara kolaboratif antar kampung. Bahan setengah jadi, lanjutnya, dapat dipasok dari kampung lain sehingga aktivitas produksi tetap berjalan meski fasilitas belum lengkap.

“Barang setengah jadi bisa diambil dari kampung lain, sehingga ada kolaborasi dan manfaatnya bisa langsung dirasakan,” tambahnya.

Untuk keberlanjutan program, Diskoperindag memastikan pembangunan lanjutan tetap diusulkan dalam rencana kerja pemerintah daerah ke depan.

“Untuk Renja 2027, Insyaallah tetap kami usulkan. Rencananya melangkah ke pembangunan kantor pengelola dan galeri,” ungkapnya.

Ia menegaskan, pengembangan rumah produksi terasi di Kampung Buyung-Buyung menjadi salah satu prioritas daerah karena selaras dengan arahan Bupati Berau untuk menjadikan terasi sebagai produk unggulan daerah.

“Ini merupakan salah satu prioritas kami agar terasi Buyung-Buyung menjadi andalan dalam meningkatkan pendapatan masyarakat,” tutupnya.


Editor: Erwin

Rumah Produksi Terasi Baru Satu Unit, Kampung Buyung-Buyung Minta Pembangunan Dilanjutkan

Kamis, 05/02/2026

Produk Terasi Bubuk Khas Berau. (Ist).

Share

Berita Terkait