Kamis, 05/02/2026

Produksi Padi Kaltim Menguat, Jadi Penopang Ketahanan Pangan Awal 2026

Kamis, 05/02/2026

Produksi padi di Kaltim sepanjang tahun 2025 meningkat, Kaltim mulai mempersiapkan ketahanan pangan (Rafik/Korankaltim.com).

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Berita Terkait

Produksi Padi Kaltim Menguat, Jadi Penopang Ketahanan Pangan Awal 2026

Kamis, 05/02/2026

logo

Produksi padi di Kaltim sepanjang tahun 2025 meningkat, Kaltim mulai mempersiapkan ketahanan pangan (Rafik/Korankaltim.com).

Penulis: M Rafik

KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – Ketahanan pangan Kalimantan Timur menunjukkan tren menguat sepanjang 2025. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kaltim mencatat produksi padi daerah ini mencapai 270,87 ribu ton Gabah Kering Giling (GKG), meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

Kepala BPS Kaltim Mas’ud Rifai mengatakan, capaian tersebut mencerminkan perbaikan kinerja sektor pertanian daerah.

“Produksi padi sepanjang 2025 meningkat 21,23 ribu ton atau tumbuh 8,50 persen dibandingkan 2024 yang sebesar 249,64 ribu ton GKG,” ujarnya.

Menurut Mas’ud, peningkatan produksi ini menjadi modal penting dalam menjaga stabilitas pasokan pangan daerah. Meski demikian, pola produksi padi selama 2025 mengalami fluktuasi mengikuti siklus tanam dan panen.

“Puncak produksi terjadi pada September 2025 dengan capaian 67,68 ribu ton GKG, sementara produksi terendah tercatat pada Januari sekitar 0,87 ribu ton GKG,” jelasnya.

Kinerja positif tersebut turut ditopang oleh bertambahnya luas lahan panen. Berdasarkan Survei Kerangka Sampel Area (KSA), luas panen padi di Kalimantan Timur sepanjang 2025 mencapai 66,52 ribu hektare.

“Angka ini meningkat sekitar 3,48 ribu hektare atau 5,51 persen dibandingkan tahun sebelumnya,” kata Mas’ud.

Ia menambahkan, tren positif diperkirakan masih berlanjut pada awal 2026. Terlebih, berdasarkan data yang ada luas panen padi pada periode Januari Maret 2026 diproyeksikan mencapai 25,20 ribu hektare.

“Ini naik 24,64 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu,” ungkapnya.

Dari sisi wilayah, produksi padi terbesar masih disumbang Kabupaten Kutai Kartanegara, Kabupaten Paser, dan Kabupaten Penajam Paser Utara. 

Sementara Kota Bontang, Kota Balikpapan, serta Kabupaten Mahakam Ulu tercatat sebagai daerah dengan kontribusi produksi terendah.

Jika dikonversikan menjadi beras, total produksi padi Kaltim sepanjang 2025 setara 157,55 ribu ton beras.

“Jumlah ini meningkat 12,34 ribu ton dibandingkan produksi beras 2024 dan menjadi penopang penting ketahanan pangan daerah,” tutupnya.

Editor: Erwin

Produksi Padi Kaltim Menguat, Jadi Penopang Ketahanan Pangan Awal 2026

Kamis, 05/02/2026

Produksi padi di Kaltim sepanjang tahun 2025 meningkat, Kaltim mulai mempersiapkan ketahanan pangan (Rafik/Korankaltim.com).

Share

Berita Terkait