Senin, 02/02/2026

Inflasi Kaltim Januari 2026 Capai 3,76 Persen, Samarinda Berada Posisi Tertinggi

Senin, 02/02/2026

Grafik dari data BPS Kaltim terkait inflasi yang terjadi di Kaltim (istimewa).

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Berita Terkait

Inflasi Kaltim Januari 2026 Capai 3,76 Persen, Samarinda Berada Posisi Tertinggi

Senin, 02/02/2026

logo

Grafik dari data BPS Kaltim terkait inflasi yang terjadi di Kaltim (istimewa).

Penulis : */M Rafik

KORANKALTIM.COM, SAMARINDA - Inflasi tahunan atau year on year (y-on-y) di  Kalimantan Timur pada Januari 2026 tercatat sebesar 3,76 persen. 

Angka tersebut menunjukkan adanya kenaikan harga secara umum dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Timur Mas’ud Rifai melalui Ketua Tim Stat Distribusi Ariyanti Cahyaningsih menjelaskan, inflasi  tersebut tercermin dari Indeks Harga Konsumen (IHK) Kaltim yang berada pada level 109,84. Dari seluruh kabupaten dan kota yang menjadi wilayah penghitungan, inflasi tertinggi terjadi di Kota Samarinda.

“Inflasi year on year tertinggi tercatat di Kota Samarinda sebesar 4,33 persen dengan IHK 109,82, sementara inflasi terendah terjadi di Kabupaten Penajam Paser Utara sebesar 2,75 persen dengan IHK 109,12,” kata Ariyanti dalam keterangan resminya, Senin (2/2/2026).

Inflasi y-on-y di Kaltim terutama dipicu oleh kenaikan harga pada sebagian besar kelompok pengeluaran. Kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga mencatat kenaikan tertinggi sebesar 10,06 persen, disusul kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya yang meningkat 15,91 persen.

Selain itu kenaikan harga juga terjadi pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 2,74 persen; kelompok pendidikan sebesar 2,46 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 1,59 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman atau restoran sebesar 1,41 persen; kelompok kesehatan sebesar 1,33 persen; serta kelompok transportasi sebesar 0,70 persen.

Ada  beberapa kelompok pengeluaran yang justru mengalami penurunan indeks harga. Kelompok pakaian dan alas kaki tercatat turun 1,01 persen, kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga turun 1,37 persen, serta kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan mengalami penurunan sebesar 0,35 persen.

“Pergerakan harga ini menunjukkan adanya dinamika yang berbeda antar kelompok pengeluaran, dengan tekanan inflasi yang masih didominasi kebutuhan dasar dan layanan tertentu,” jelasnya.

Sementara itu secara bulanan, tingkat inflasi month to month (m-to-m) Kalimantan Timur pada Januari 2026 tercatat sebesar 0,04 persen. Adapun inflasi year to date (y-to-d) hingga Januari 2026 juga berada pada level 0,04 persen.

BPS akan terus memantau perkembangan harga dan pola konsumsi masyarakat sebagai dasar penyusunan kebijakan pengendalian inflasi di daerah, khususnya dalam menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat Kalimantan Timur.


Editor Aspian Nur 


Inflasi Kaltim Januari 2026 Capai 3,76 Persen, Samarinda Berada Posisi Tertinggi

Senin, 02/02/2026

Grafik dari data BPS Kaltim terkait inflasi yang terjadi di Kaltim (istimewa).

Share

Berita Terkait