Selasa, 06/01/2026

Ketergantungan Tambang Masih Kuat, Ekspor Kaltim Tertekan Dinamika Global

Selasa, 06/01/2026

Aktivitas ekspor Kalimantan Timur berdasarkan rilis data BPS Kaltim. (istimewa)

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Berita Terkait

Ketergantungan Tambang Masih Kuat, Ekspor Kaltim Tertekan Dinamika Global

Selasa, 06/01/2026

logo

Aktivitas ekspor Kalimantan Timur berdasarkan rilis data BPS Kaltim. (istimewa)

Penulis: M Rafik

KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – Kinerja ekspor Kalimantan Timur pada November 2025 kembali menghadapi tekanan, mencerminkan kuatnya pengaruh dinamika pasar global terhadap struktur perdagangan daerah yang masih bertumpu pada komoditas primer.

Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Timur mencatat nilai ekspor November 2025 sebesar USD1.685,71 juta, turun 9,70 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Penurunan ini terjadi di tengah fluktuasi permintaan internasional dan pergerakan harga komoditas unggulan.

Kepala BPS Kaltim, Yusniar Juliana, mengatakan pelemahan paling signifikan berasal dari sektor migas. Nilai ekspor migas tercatat USD126,28 juta, atau merosot 36,68 persen secara bulanan. Sementara itu, ekspor nonmigas juga terkoreksi menjadi USD1.559,43 juta, turun 6,48 persen.

“Pergerakan ekspor Kaltim sangat dipengaruhi kondisi pasar global, terutama permintaan negara tujuan utama serta harga komoditas strategis,” ujarnya, Selasa (6/1/2026).

Secara kumulatif, nilai ekspor Kalimantan Timur sepanjang Januari-November 2025 mencapai USD18.793,18 juta, atau turun 15,53 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kondisi ini menunjukkan tekanan struktural yang belum sepenuhnya mereda.

Berdasarkan golongan barang nonmigas, bahan bakar mineral menjadi satu-satunya kelompok yang mencatat peningkatan nilai ekspor pada November 2025, naik USD25,76 juta atau 2,03 persen. Sebaliknya, golongan lemak dan minyak hewani/nabati mengalami penurunan terdalam hingga USD107,18 juta atau 47,34 persen.

Dari sisi negara tujuan, Tiongkok masih memegang peranan terbesar dengan nilai ekspor USD5.835,45 juta atau 34,31 persen dari total ekspor Januari-November 2025. Selanjutnya disusul India sebesar USD2.784,19 juta (16,37 persen) dan Filipina sebesar USD1.405,95 juta (8,27 persen).

Yusniar menjelaskan, struktur ekspor Kaltim hingga kini masih didominasi hasil tambang dengan kontribusi 70,23 persen. Hasil industri berada di posisi kedua sebesar 20,16 persen, sementara migas menyumbang 9,51 persen.

Pada level distribusi, ekspor November 2025 paling banyak melalui Pelabuhan Balikpapan dengan nilai USD425,29 juta, diikuti Pelabuhan Samarinda sebesar USD357,89 juta, serta Pelabuhan Tanjung Bara sebesar USD225,10 juta.

Ditambahkannya, ke depan penguatan kinerja ekspor Kaltim akan sangat ditentukan oleh diversifikasi komoditas serta kemampuan daerah merespons perubahan pasar global secara lebih adaptif. 


Editor: Erwin

Ketergantungan Tambang Masih Kuat, Ekspor Kaltim Tertekan Dinamika Global

Selasa, 06/01/2026

Aktivitas ekspor Kalimantan Timur berdasarkan rilis data BPS Kaltim. (istimewa)

Share

Berita Terkait