Sabtu, 06/12/2025

Proyek Sisi Nubi AOI PHM Onstream, Produksi Gas Meningkat

Sabtu, 06/12/2025

PHM resmi onstream Proyek Sisi Nubi AOI. Dua sumur awal hasilkan 20 MMscfd dan dorong ketahanan energi nasional. (Foto: Pertamina Hulu Mahakam)

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Berita Terkait

Proyek Sisi Nubi AOI PHM Onstream, Produksi Gas Meningkat

Sabtu, 06/12/2025

logo

PHM resmi onstream Proyek Sisi Nubi AOI. Dua sumur awal hasilkan 20 MMscfd dan dorong ketahanan energi nasional. (Foto: Pertamina Hulu Mahakam)

Penulis: */Hendra

KORANKALTIM.COM, BALIKPAPAN - PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) resmi menyalakan Proyek Sisi Nubi Area of Interest 1-3-5 (Sisi Nubi AOI). Proyek strategis ini bertujuan meningkatkan produksi migas dan memperkuat ketahanan energi nasional.

Onstream ditandai beroperasinya sumur SS-401 di Platform WPS4 pada 4 Desember 2025 pukul 12.23 WITA. Sumur tersebut menghasilkan 2,4 MMscfd dengan choke 24/64”. PHM menaikkan choke ke 42/64” pada 5 Desember 2025 pukul 09.10 WITA sehingga produksi mencapai 10 MMscfd. PHM menargetkan dua sumur di platform itu menghasilkan 20 MMscfd pada 8 Desember 2025.

Proyek Sisi Nubi AOI mencakup pembangunan enam anjungan baru, tiga perpanjangan deck, serta enam pipa bawah laut sepanjang 22 kilometer. Pembangunan menghubungkan fasilitas baru dan eksisting untuk mendukung 36 sumur pengembangan.

General Manager PHM, Setyo Sapto Edi, menyatakan keberhasilan onstream ini menunjukkan komitmen PHM menjaga keberlanjutan produksi migas WK Mahakam.

“Pencapaian ini hasil kolaborasi seluruh pekerja PHM dan mitra kerja. Kami menerapkan inovasi dan teknologi untuk meningkatkan kinerja operasi,” kata Setyo.

Setyo menegaskan penerapan inovasi sejalan kebijakan PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) dan PT Pertamina Hulu Energi (PHE).

“Inovasi menjadi strategi untuk menahan penurunan produksi, meningkatkan recovery rate, dan menjaga produksi lapangan mature di Kalimantan,” ujarnya.

Proyek Sisi Nubi AOI menerapkan inovasi subsurface, fasilitas permukaan, pengeboran, dan well intervention. Target subsurface memakai metodologi seismic driven berbasis machine learning. Teknologi ini membantu pencapaian hasil pengeboran yang melebihi ekspektasi.

Untuk fasilitas permukaan, proyek ini menggunakan Suction Pile Foundation (SPF). Teknologi tersebut pertama kali diterapkan di Indonesia dan mempercepat instalasi struktur bawah laut.

Pengeboran menerapkan metode New Concept-Sacrificial Casing untuk meningkatkan keandalan dan mempercepat pekerjaan. Sumur SS-406 mencatat laju pengeboran tercepat dan aman di PHM. Sumur itu juga menjadi yang pertama di Indonesia yang menguji pressure test dan fluid analysis langsung melalui rangkaian bor.

Penyelesaian sumur memakai teknologi single-trip-multi-zones gravel pack sand control dan multi-zone packer isolation. Teknologi tersebut membantu mengendalikan pasir dan memaksimalkan produksi dari beberapa zona reservoir.

Setyo menyampaikan tahapan berikutnya masuk fase pengeboran development dengan dua Jack-Up Rig.

“Saya optimis keberhasilan proyek ini menjadi referensi nasional. Kolaborasi dan integritas akan memberi hasil terbaik,” jelasnya.

Dua hari sebelumnya, Direktur Utama PHE, Awang Lazuardi, menegaskan komitmen PHE berinvestasi sesuai prinsip ESG.

“Tantangan utama lapangan mature adalah menjaga produksi di tengah penurunan alami reservoir,” ujarnya.

Awang menekankan peran manusia dalam keberhasilan proyek.

“Kami terus meningkatkan kapabilitas pekerja agar adaptif, inovatif, dan siap menghadapi tantangan industri,” katanya.

Direktur Utama PHI, Sunaryanto, menyatakan bahwa PHI menerapkan praktik engineering terbaik dalam proyek ini.

“Proyek Sisi Nubi AOI bukan sekadar pembangunan fasilitas offshore, tetapi semangat untuk terus maju di tengah tantangan,” ujar Sunaryanto.

Proyek Sisi Nubi AOI memiliki kapasitas desain 20–25 MMscfd per platform. Kapasitas ini diharapkan meningkatkan produksi gas dan kondensat PHM sehingga berkontribusi pada ketahanan energi nasional.

Proyek ini mencapai sejumlah milestone penting sejak 2024. Proses dimulai dari pemotongan besi pertama pada 15 Januari 2024 di fasilitas PT Meindo Elang Indah. Instalasi jacket dan pipa berlangsung November 2024 hingga awal 2025. Sail away enam topside selesai pada April–Mei 2025. Instalasi topside di offshore berlangsung Mei–Juni 2025.

Pengeboran dua sumur di WPS4 berlangsung pada 13 Agustus hingga 5 November 2025. Kegiatan well connection dan well intervention berlanjut hingga 4 Desember 2025. PHM menggunakan teknologi Coil Hose, Tractor, dan Stroker untuk efisiensi dan penggantian zona pada sumur deviasi tinggi.

Proyek ini melibatkan lebih dari 2.800 pekerja dan aktivitas SIMOPS. Seluruh kegiatan berlangsung aman dengan catatan lebih dari 9 juta jam kerja tanpa Lost Time Injury (LTI). Capaian ini menegaskan komitmen PHM pada penerapan HSSE di seluruh aktivitasnya. (*)

Proyek Sisi Nubi AOI PHM Onstream, Produksi Gas Meningkat

Sabtu, 06/12/2025

PHM resmi onstream Proyek Sisi Nubi AOI. Dua sumur awal hasilkan 20 MMscfd dan dorong ketahanan energi nasional. (Foto: Pertamina Hulu Mahakam)

Share

Berita Terkait