Kamis, 20/11/2025

Menuju Operasional, RDMP Balikpapan Bakal Diresmikan Presiden

Kamis, 20/11/2025

Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung menjelaskan hasil peninjauan lapangan terhadap progres proyek RDMP Balikpapan. (Foto: Hendra/Korankaltim.com)

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Berita Terkait

Menuju Operasional, RDMP Balikpapan Bakal Diresmikan Presiden

Kamis, 20/11/2025

logo

Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung menjelaskan hasil peninjauan lapangan terhadap progres proyek RDMP Balikpapan. (Foto: Hendra/Korankaltim.com)

Penulis: Hendra

KORANKALTIM.COM, BALIKPAPAN - Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot Tanjung, memastikan proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan memasuki tahap akhir dan siap diresmikan Presiden pada pertengahan Desember 2025. Salah satu fasilitas utamanya, oil storage berkapasitas 2 juta kiloliter (KL), tercatat sebagai yang terbesar di Indonesia dan menjadi elemen kunci dalam penguatan ketahanan energi nasional.

Yuliot menyampaikan bahwa tim telah melakukan pengecekan langsung terhadap seluruh fasilitas RDMP, baik fasilitas produksi maupun fasilitas pendukung. “Ini merupakan kegiatan yang terintegrasi di RDMP Balikpapan,” ujarnya, Rabu (19/11/2025).

Ia menjelaskan bahwa sebagian fasilitas sudah memasuki tahap commissioning dan hampir seluruh penyempurnaan tersisa hanya sekitar 1–2 persen.

“Kita harapkan dalam beberapa hari ke depan bisa diselesaikan sehingga siap untuk diresmikan,” katanya.

Yuliot juga menegaskan bahwa pembangunan RDMP Balikpapan merupakan investasi besar era BUMN dengan nilai mencapai 7,4 miliar dolar AS atau sekitar Rp126 triliun. Fasilitas ini bakal menyediakan pasokan BBM sebesar 360 ribu barel per hari, atau setara 22-25 persen kebutuhan nasional.

Dengan peningkatan kapasitas kilang sekitar 100 ribu barel per hari, RDMP Balikpapan diproyeksikan mampu menurunkan impor minyak mentah hingga 10-15 persen. Yuliot menambahkan bahwa pemerintah berupaya agar seluruh minyak produksi dalam negeri dapat diolah di fasilitas nasional, sementara kebutuhan tambahan tetap dipenuhi melalui impor yang ditopang oleh kapasitas oil storage terbaru.

“Fasilitas ini akan mendukung visi Presiden Prabowo Subianto dalam ketahanan energi dan ketahanan nasional. Seluruh kegiatan ekonomi tidak mungkin berjalan tanpa ketersediaan energi,” tegasnya.

Terkait agenda peresmian, Yuliot menyebut jadwal pastinya akan ditentukan oleh Protokol Istana.

“Kami akan mengusulkan berdasarkan kesiapan lapangan. Rencananya pertengahan Desember nanti,” ucapnya.

Yuliot menambahkan bahwa Kilang Balikpapan merupakan yang terbesar di Indonesia dan termasuk salah satu yang terbesar di kawasan ASEAN, meski perbandingan detailnya masih perlu dicocokkan dengan kilang di negara lain. (*)

Menuju Operasional, RDMP Balikpapan Bakal Diresmikan Presiden

Kamis, 20/11/2025

Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung menjelaskan hasil peninjauan lapangan terhadap progres proyek RDMP Balikpapan. (Foto: Hendra/Korankaltim.com)

Share

Berita Terkait