Penulis: Zulhamri
KORANKALTIM.COM, SANGATTA - Mata air Tangga Bidadari di Desa Selangkau, Kecamatan Kaliorang berpeluang menjadi destinasi rekreasi keluarga yang semakin diminati.
2 menit baca6 kali dibaca

Penulis: Zulhamri
KORANKALTIM.COM, SANGATTA - Mata air Tangga Bidadari di Desa Selangkau, Kecamatan Kaliorang berpeluang menjadi destinasi rekreasi keluarga yang semakin diminati.
Dinas Pariwisata (Dispar) Kutim telah menyiapkan pengembangan kawasan tersebut melalui pembenahan infrastruktur dan penambahan fasilitas pendukung.
Keunikan mata air yang tidak banyak ditemukan di daerah lain menjadi salah satu daya tarik utama Tangga Bidadari. Ditambah akses menuju lokasi yang relatif mudah, destinasi ini dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai wisata unggulan daerah.
Kepala Dispar Kutim, Mahriadi mengatakan, pengembangan Tangga Bidadari menjadi bagian dari upaya memaksimalkan potensi wisata alam yang telah dikenal masyarakat.
“Di sana bukan air terjun seperti pada umumnya, tetapi mata air seperti anak tangga yang tidak banyak dimiliki daerah lain,” ujarnya.
Potensinya cukup besar untuk terus dikembangkan, terlebih destinasi tersebut sudah banyak dikenal wisatawan. Salah satu rencana yang disiapkan adalah menata area bawah kawasan wisata agar lebih ramah bagi keluarga, terutama pengunjung yang membawa anak-anak.
“Area tersebut berpeluang dikembangkan menjadi tempat bermain air sehingga wisatawan tidak harus naik ke bagian atas untuk menikmati mata air,” ujarnya.
Sehingga area bawah bakal dibuatkan tempat berenang untuk anak-anak. Sehingga pengunjung tidak harus naik ke atas jika ingin bermain air.
Untuk merealisasikan rencana tersebut, pembangunan awal akan difokuskan pada pembenahan area bawah dan penambahan turap guna memperkuat struktur lahan di sekitar lokasi.
“Kami merencanakan penambahan fasilitas umum, seperti toilet dan sarana ibadah, demi meningkatkan kenyamanan pengunjung,” ujarnya.
Tangga Bidadari yang masuk dalam penilaian Kawasan Geopark Sangkulirang Mangkalihat itu diharapkan tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga memberikan pengalaman wisata yang lebih nyaman dan lengkap bagi pengunjung.
Namun, pengembangan destinasi tidak cukup hanya dengan membangun fasilitas. Kualitas pengelolaan juga menjadi perhatian, terutama karena kawasan tersebut dipercayakan kepada Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Selangkau.
Mahriadi menyebut, sejumlah fasilitas pendukung telah tersedia, termasuk vila untuk pengunjung yang ingin menginap. Keberadaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) juga menjadi bagian dari potensi ekonomi yang dapat dikembangkan seiring meningkatnya kunjungan wisatawan.
“Kalau mau menginap di sana, silakan saja. Sudah ada tempat vila, termasuk UMKM kalau pengunjung ingin membeli oleh-oleh,” tutupnya. (Adv)
Editor: Erwin
Dinas Pariwisata (Dispar) Kutim telah menyiapkan pengembangan kawasan tersebut melalui pembenahan infrastruktur dan penambahan fasilitas pendukung.
Keunikan mata air yang tidak banyak ditemukan di daerah lain menjadi salah satu daya tarik utama Tangga Bidadari. Ditambah akses menuju lokasi yang relatif mudah, destinasi ini dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai wisata unggulan daerah.
Kepala Dispar Kutim, Mahriadi mengatakan, pengembangan Tangga Bidadari menjadi bagian dari upaya memaksimalkan potensi wisata alam yang telah dikenal masyarakat.
“Di sana bukan air terjun seperti pada umumnya, tetapi mata air seperti anak tangga yang tidak banyak dimiliki daerah lain,” ujarnya.

Potensinya cukup besar untuk terus dikembangkan, terlebih destinasi tersebut sudah banyak dikenal wisatawan. Salah satu rencana yang disiapkan adalah menata area bawah kawasan wisata agar lebih ramah bagi keluarga, terutama pengunjung yang membawa anak-anak.
“Area tersebut berpeluang dikembangkan menjadi tempat bermain air sehingga wisatawan tidak harus naik ke bagian atas untuk menikmati mata air,” ujarnya.
Sehingga area bawah bakal dibuatkan tempat berenang untuk anak-anak. Sehingga pengunjung tidak harus naik ke atas jika ingin bermain air.
Untuk merealisasikan rencana tersebut, pembangunan awal akan difokuskan pada pembenahan area bawah dan penambahan turap guna memperkuat struktur lahan di sekitar lokasi.
“Kami merencanakan penambahan fasilitas umum, seperti toilet dan sarana ibadah, demi meningkatkan kenyamanan pengunjung,” ujarnya.
Tangga Bidadari yang masuk dalam penilaian Kawasan Geopark Sangkulirang Mangkalihat itu diharapkan tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga memberikan pengalaman wisata yang lebih nyaman dan lengkap bagi pengunjung.
Namun, pengembangan destinasi tidak cukup hanya dengan membangun fasilitas. Kualitas pengelolaan juga menjadi perhatian, terutama karena kawasan tersebut dipercayakan kepada Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Selangkau.
Mahriadi menyebut, sejumlah fasilitas pendukung telah tersedia, termasuk vila untuk pengunjung yang ingin menginap. Keberadaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) juga menjadi bagian dari potensi ekonomi yang dapat dikembangkan seiring meningkatnya kunjungan wisatawan.
“Kalau mau menginap di sana, silakan saja. Sudah ada tempat vila, termasuk UMKM kalau pengunjung ingin membeli oleh-oleh,” tutupnya. (Adv)
Editor: Erwin








Pusat gempa berada di laut 56 km utara Ruteng
18 Okt 2026, 15:02:46 WIB • Kedalaman 5 km
Gempa ini dirasakan untuk diteruskan pada masyarakat
Sumber: BMKG