Pesan ini disampaikan Aulia saat menghadiri Safari Subuh ke-338 Pemerintah Kabupaten Kukar bersama Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kukar di Langgar Nurul Huda, Kelurahan Loa Tebu, Kecamatan Tenggarong, Minggu (18/10/2026). Kegiatan Safari Subuh ke-338 ini turut dihadiri Ketua DMI Kukar Edi Damansyah, Sekretaris Daerah Kukar Sunggono, Ketua MUI Kukar KH Abdul Hanan, para kepala organisasi perangkat daerah (OPD), Pj. Lurah Loa Tebu Hayyun Hardika, alim ulama, serta tokoh masyarakat.
Dalam arahannya, Aulia menyampaikan apresiasi kepada pengurus takmir, imam, dan seluruh pihak yang telah menjadi tuan rumah kegiatan. Ia juga memberikan penghargaan kepada tim Safari Subuh, khususnya DMI Kukar, yang secara konsisten menjaga keberlangsungan kegiatan tersebut.
“Luar biasa manfaatnya. Selain menjadi ajang silaturahmi, kegiatan ini juga menjadi lambang kebangkitan umat di Kabupaten Kutai Kartanegara. Kami meyakini, semakin konsisten kegiatan ini dilaksanakan dan semakin banyak jemaah yang hadir, insyaallah semakin besar pula dampak positif yang dirasakan masyarakat,” kata Aulia.
Bagi Aulia, kekuatan sebuah gerakan keagamaan terletak pada konsistensi. Kegiatan yang dilaksanakan secara rutin dapat mempererat hubungan antarmasyarakat, menghidupkan suasana rumah ibadah, sekaligus membangun kebiasaan baik dalam kehidupan sehari-hari.
Orang nomor satu Kukar ini berharap Safari Subuh tidak berhenti sebagai agenda seremonial, melainkan terus menjadi sarana untuk memperkuat ukhuwah, meningkatkan keimanan dan ketakwaan, serta mendorong masyarakat berperan aktif dalam pembangunan daerah.
Dalam kunjungan tersebut, Aulia juga melihat pentingnya keberadaan Langgar Nurul Huda bagi masyarakat sekitar. Ia menilai rumah ibadah dengan nama yang bermakna cahaya petunjuk itu diharapkan benar-benar membawa manfaat dan kemakmuran bagi lingkungan sekitarnya.
Menurutnya, masjid dan langgar perlu didorong agar tidak hanya berfungsi sebagai tempat pelaksanaan salat lima waktu, tetapi juga menjadi ruang tumbuhnya kegiatan sosial, pendidikan keagamaan, dan kebersamaan warga.
“Harapan kita, masjid dan langgar bukan hanya dimakmurkan oleh jemaah, tetapi juga mampu memakmurkan masyarakat di sekitarnya. Kehadirannya harus membawa manfaat, memperkuat persaudaraan, dan menjadi sumber kebaikan bagi lingkungan,” pesannya.
Aulia turut menyampaikan bahwa Safari Subuh menjadi kesempatan bagi pemerintah daerah untuk melihat langsung kondisi rumah ibadah yang dikunjungi, termasuk kebutuhan sarana dan prasarana yang masih perlu mendapat perhatian.
Dalam kesempatan itu, diserahkan bantuan 10 lembar ambal untuk Langgar Nurul Huda serta bantuan sembako dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kukar kepada warga Loa Tebu.
Aulia juga mengumumkan bahwa Safari Subuh Akbar dijadwalkan berlangsung pada 1 November 2026 di Masjid Agung Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Tenggarong.
Agenda tersebut diharapkan menjadi momentum memperluas keterlibatan jamaah dan memperkuat kebersamaan umat di Kukar.
Rangkaian kegiatan juga diisi tausiah oleh Ketua MUI Kukar KH Abdul Hanan untuk memperkuat pemahaman keagamaan dan meningkatkan keimanan serta ketakwaan jamaah.
Menutup sambutannya, Aulia mengajak seluruh jamaah mendoakan agar Kukar menjadi daerah yang makmur, masyarakatnya hidup sejahtera dan bahagia, serta terhindar dari berbagai marabahaya.
Ia juga memohon doa agar dirinya bersama jajaran pemerintah daerah diberikan kekuatan dalam menjalankan amanah dan melaksanakan tanggung jawab sesuai harapan masyarakat.
“Melalui Safari Subuh yang terus berjalan, Pemkab Kukar berharap rumah ibadah semakin hidup, hubungan pemerintah dan masyarakat semakin dekat, serta nilai-nilai keagamaan menjadi bagian penting dalam mewujudkan kehidupan masyarakat yang lebih baik,” demikian Bupati Aulia. (Adv)
Editor: Aspian Nur
Pesan ini disampaikan Aulia saat menghadiri Safari Subuh ke-338 Pemerintah Kabupaten Kukar bersama Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kukar di Langgar Nurul Huda, Kelurahan Loa Tebu, Kecamatan Tenggarong, Minggu (18/10/2026). Kegiatan Safari Subuh ke-338 ini turut dihadiri Ketua DMI Kukar Edi Damansyah, Sekretaris Daerah Kukar Sunggono, Ketua MUI Kukar KH Abdul Hanan, para kepala organisasi perangkat daerah (OPD), Pj. Lurah Loa Tebu Hayyun Hardika, alim ulama, serta tokoh masyarakat.
Dalam arahannya, Aulia menyampaikan apresiasi kepada pengurus takmir, imam, dan seluruh pihak yang telah menjadi tuan rumah kegiatan. Ia juga memberikan penghargaan kepada tim Safari Subuh, khususnya DMI Kukar, yang secara konsisten menjaga keberlangsungan kegiatan tersebut.
“Luar biasa manfaatnya. Selain menjadi ajang silaturahmi, kegiatan ini juga menjadi lambang kebangkitan umat di Kabupaten Kutai Kartanegara. Kami meyakini, semakin konsisten kegiatan ini dilaksanakan dan semakin banyak jemaah yang hadir, insyaallah semakin besar pula dampak positif yang dirasakan masyarakat,” kata Aulia.
Bagi Aulia, kekuatan sebuah gerakan keagamaan terletak pada konsistensi. Kegiatan yang dilaksanakan secara rutin dapat mempererat hubungan antarmasyarakat, menghidupkan suasana rumah ibadah, sekaligus membangun kebiasaan baik dalam kehidupan sehari-hari.
Orang nomor satu Kukar ini berharap Safari Subuh tidak berhenti sebagai agenda seremonial, melainkan terus menjadi sarana untuk memperkuat ukhuwah, meningkatkan keimanan dan ketakwaan, serta mendorong masyarakat berperan aktif dalam pembangunan daerah.
Dalam kunjungan tersebut, Aulia juga melihat pentingnya keberadaan Langgar Nurul Huda bagi masyarakat sekitar. Ia menilai rumah ibadah dengan nama yang bermakna cahaya petunjuk itu diharapkan benar-benar membawa manfaat dan kemakmuran bagi lingkungan sekitarnya.
Menurutnya, masjid dan langgar perlu didorong agar tidak hanya berfungsi sebagai tempat pelaksanaan salat lima waktu, tetapi juga menjadi ruang tumbuhnya kegiatan sosial, pendidikan keagamaan, dan kebersamaan warga.
“Harapan kita, masjid dan langgar bukan hanya dimakmurkan oleh jemaah, tetapi juga mampu memakmurkan masyarakat di sekitarnya. Kehadirannya harus membawa manfaat, memperkuat persaudaraan, dan menjadi sumber kebaikan bagi lingkungan,” pesannya.