Melalui kegiatan Samboja Bershalawat bersama Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf, Wakil Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Rendi Solihin mengajak masyarakat memperkuat kepedulian terhadap sesama, terutama warga yang sedang tertimpa musibah.
Kegiatan yang menjadi bagian dari Pesta Laut Pesisir Nusantara 2026 ini diikuti sekitar 2.500 jemaah. Selain menjadi momentum mempererat kecintaan kepada Rasulullah SAW, kegiatan ini juga dimanfaatkan untuk mengajak masyarakat menunjukkan solidaritas kepada korban kebakaran di Kalimantan Timur, khususnya keluarga yang terdampak musibah kebakaran permukiman di Tenggarong.
Dalam sambutannya, Rendi menyampaikan terima kasih kepada para alim ulama, habaib, tokoh masyarakat, pejabat daerah, anggota DPRD Kukar, serta seluruh jamaah yang hadir untuk bersama-sama mengikuti kegiatan tersebut.
“Kami mengajak masyarakat menjadikan momentum bershalawat sebagai pengingat bahwa kepedulian sosial merupakan bagian penting dari kehidupan bermasyarakat,” kata Rendi.
Menurutnya, kebersamaan tidak cukup diwujudkan melalui kehadiran dalam suatu kegiatan, tetapi juga melalui tindakan nyata untuk membantu mereka yang membutuhkan.
Rendi turut menyampaikan keprihatinan atas musibah kebakaran yang terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Timur, termasuk kebakaran permukiman di Tenggarong yang menimbulkan korban jiwa.
Ia membuka kesempatan bagi masyarakat dan para pejabat yang hadir untuk berpartisipasi dalam penggalangan donasi secara sukarela bagi keluarga korban.
Ajakan tersebut memberikan dimensi kemanusiaan dalam rangkaian Pesta Laut Pesisir Nusantara. Di tengah suasana religius dan kemeriahan kegiatan, masyarakat diajak untuk tidak melupakan saudara-saudara yang sedang menghadapi masa sulit.
Kehadiran Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf, pengasuh Majelis Ahbabul Musthofa, menjadi daya tarik utama kegiatan. Ribuan jemaah mengikuti rangkaian acara yang meliputi pembacaan ayat suci Al-Qur’an, shalawat, doa, dan ceramah agama.
Dalam tausiahnya, Habib Syech mengajak jemaah memanjatkan doa agar masyarakat diberikan keberkahan, mereka yang sakit memperoleh kesembuhan, serta musibah kebakaran yang terjadi dapat segera berakhir.
Ia juga menyampaikan harapan agar hujan membawa keberkahan, membantu memadamkan kebakaran hutan dan lahan, serta menyuburkan tanah dan tanaman yang bermanfaat bagi kehidupan.
Melalui Samboja Bershalawat, semangat keagamaan, kepedulian sosial, dan kebersamaan masyarakat diharapkan terus terpelihara.
“Pesta Laut Pesisir Nusantara ini juga harapannya menjadi ruang untuk mempertemukan tradisi, nilai spiritual, dan semangat gotong royong dalam kehidupan masyarakat Samboja khususnya dan Kutai Kartanegara pada umumnya,” harap Rendi. (Adv)
Editor: Aspian Nur
Melalui kegiatan Samboja Bershalawat bersama Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf, Wakil Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Rendi Solihin mengajak masyarakat memperkuat kepedulian terhadap sesama, terutama warga yang sedang tertimpa musibah.
Kegiatan yang menjadi bagian dari Pesta Laut Pesisir Nusantara 2026 ini diikuti sekitar 2.500 jemaah. Selain menjadi momentum mempererat kecintaan kepada Rasulullah SAW, kegiatan ini juga dimanfaatkan untuk mengajak masyarakat menunjukkan solidaritas kepada korban kebakaran di Kalimantan Timur, khususnya keluarga yang terdampak musibah kebakaran permukiman di Tenggarong.
Dalam sambutannya, Rendi menyampaikan terima kasih kepada para alim ulama, habaib, tokoh masyarakat, pejabat daerah, anggota DPRD Kukar, serta seluruh jamaah yang hadir untuk bersama-sama mengikuti kegiatan tersebut.
“Kami mengajak masyarakat menjadikan momentum bershalawat sebagai pengingat bahwa kepedulian sosial merupakan bagian penting dari kehidupan bermasyarakat,” kata Rendi.
Menurutnya, kebersamaan tidak cukup diwujudkan melalui kehadiran dalam suatu kegiatan, tetapi juga melalui tindakan nyata untuk membantu mereka yang membutuhkan.
Rendi turut menyampaikan keprihatinan atas musibah kebakaran yang terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Timur, termasuk kebakaran permukiman di Tenggarong yang menimbulkan korban jiwa.
Ia membuka kesempatan bagi masyarakat dan para pejabat yang hadir untuk berpartisipasi dalam penggalangan donasi secara sukarela bagi keluarga korban.
Ajakan tersebut memberikan dimensi kemanusiaan dalam rangkaian Pesta Laut Pesisir Nusantara. Di tengah suasana religius dan kemeriahan kegiatan, masyarakat diajak untuk tidak melupakan saudara-saudara yang sedang menghadapi masa sulit.
Kehadiran Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf, pengasuh Majelis Ahbabul Musthofa, menjadi daya tarik utama kegiatan. Ribuan jemaah mengikuti rangkaian acara yang meliputi pembacaan ayat suci Al-Qur’an, shalawat, doa, dan ceramah agama.
Dalam tausiahnya, Habib Syech mengajak jemaah memanjatkan doa agar masyarakat diberikan keberkahan, mereka yang sakit memperoleh kesembuhan, serta musibah kebakaran yang terjadi dapat segera berakhir.
Ia juga menyampaikan harapan agar hujan membawa keberkahan, membantu memadamkan kebakaran hutan dan lahan, serta menyuburkan tanah dan tanaman yang bermanfaat bagi kehidupan.
Melalui Samboja Bershalawat, semangat keagamaan, kepedulian sosial, dan kebersamaan masyarakat diharapkan terus terpelihara.
“Pesta Laut Pesisir Nusantara ini juga harapannya menjadi ruang untuk mempertemukan tradisi, nilai spiritual, dan semangat gotong royong dalam kehidupan masyarakat Samboja khususnya dan Kutai Kartanegara pada umumnya,” harap Rendi. (Adv)
Editor: Aspian Nur