Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan PAUD dan PNF Disdikbud Kutim, Heri Purwanto mengatakan, bantuan pendidikan disalurkan melalui sejumlah program yang disesuaikan dengan kebutuhan satuan pendidikan.
“Salah satu dukungannya melalui Bantuan Operasional Satuan Pendidikan atau BOSP. Program ini terdiri atas BOSP reguler, BOSP kinerja dan BOSP afirmasi,” ujarnya.
Selain BOSP, juga memberikan bantuan operasional pendidikan kepada satuan PAUD dan PNF. Dukungan tersebut turut menyasar lembaga pendidikan kesetaraan yang menyelenggarakan program Paket A, Paket B dan Paket C.
Bantuan operasional tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung keberlangsungan kegiatan belajar mengajar, termasuk pada lembaga pendidikan nonformal yang memberikan layanan pendidikan bagi masyarakat.
“Dukungan program tidak hanya untuk PAUD tetapi juga mencakup layanan pendidikan nonformal,” ujarnya.
Bantuan pendidikan juga diarahkan pada peningkatan kualitas sarana dan prasarana sekolah. Program yang tersedia meliputi revitalisasi satuan pendidikan, pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB), serta rehabilitasi fasilitas sekolah yang membutuhkan perbaikan.
Bantuan tersebut ditujukan untuk mendukung kebutuhan kelembagaan agar fasilitas pendidikan dapat menunjang proses pembelajaran secara lebih optimal. Untuk kebutuhan kelembagaan ada bantuan sarana dan prasarana.
"Termasuk program revitalisasi, pembangunan ruang kelas baru dan rehabilitasi sekolah,” jelasnya.
Tidak hanya menyasar kebutuhan operasional dan fasilitas, Disdikbud Kutim juga menyediakan bantuan perlengkapan bagi peserta didik. Bantuan tersebut berupa seragam sekolah dan starter kit yang mencakup perlengkapan belajar, termasuk tas.
Dukungan berupa perlengkapan peserta didik menjadi bagian dari pemenuhan kebutuhan dasar dalam menunjang aktivitas belajar di satuan pendidikan. Bantuan untuk peserta didik berupa seragam sekolah dan starter kit.
"Di dalamnya juga ada tas untuk membantu memenuhi kebutuhan mereka saat mengikuti kegiatan belajar,” ungkapnya.
Kebutuhan pendidikan tidak selalu sama setiap tahun. Perubahan kondisi masyarakat dan perkembangan persoalan di lapangan menjadi pertimbangan dalam melihat kebutuhan yang perlu diprioritaskan.
Pemenuhan kebutuhan pendidikan memerlukan penyesuaian agar dukungan yang diberikan dapat menjawab persoalan yang dihadapi satuan pendidikan maupun peserta didik. Setiap tahun pasti ada kebutuhan yang mendesak.
Meski berbagai bentuk bantuan telah disiapkan namun belum merinci jumlah satuan PAUD dan PNF yang menerima bantuan maupun besaran anggaran untuk masing-masing program, maupun target penerima pada tahun berjalan.
"Cakupan penyaluran bantuan sekaligus mengukur sejauh mana progra mampu menjangkau kebutuhan pendidikan PAUD dan PNF," pungkasnya. (adv)
Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan PAUD dan PNF Disdikbud Kutim, Heri Purwanto mengatakan, bantuan pendidikan disalurkan melalui sejumlah program yang disesuaikan dengan kebutuhan satuan pendidikan.
“Salah satu dukungannya melalui Bantuan Operasional Satuan Pendidikan atau BOSP. Program ini terdiri atas BOSP reguler, BOSP kinerja dan BOSP afirmasi,” ujarnya.
Selain BOSP, juga memberikan bantuan operasional pendidikan kepada satuan PAUD dan PNF. Dukungan tersebut turut menyasar lembaga pendidikan kesetaraan yang menyelenggarakan program Paket A, Paket B dan Paket C.
Bantuan operasional tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung keberlangsungan kegiatan belajar mengajar, termasuk pada lembaga pendidikan nonformal yang memberikan layanan pendidikan bagi masyarakat.
“Dukungan program tidak hanya untuk PAUD tetapi juga mencakup layanan pendidikan nonformal,” ujarnya.
Bantuan pendidikan juga diarahkan pada peningkatan kualitas sarana dan prasarana sekolah. Program yang tersedia meliputi revitalisasi satuan pendidikan, pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB), serta rehabilitasi fasilitas sekolah yang membutuhkan perbaikan.
Bantuan tersebut ditujukan untuk mendukung kebutuhan kelembagaan agar fasilitas pendidikan dapat menunjang proses pembelajaran secara lebih optimal. Untuk kebutuhan kelembagaan ada bantuan sarana dan prasarana.
"Termasuk program revitalisasi, pembangunan ruang kelas baru dan rehabilitasi sekolah,” jelasnya.
Tidak hanya menyasar kebutuhan operasional dan fasilitas, Disdikbud Kutim juga menyediakan bantuan perlengkapan bagi peserta didik. Bantuan tersebut berupa seragam sekolah dan starter kit yang mencakup perlengkapan belajar, termasuk tas.
Dukungan berupa perlengkapan peserta didik menjadi bagian dari pemenuhan kebutuhan dasar dalam menunjang aktivitas belajar di satuan pendidikan. Bantuan untuk peserta didik berupa seragam sekolah dan starter kit.
"Di dalamnya juga ada tas untuk membantu memenuhi kebutuhan mereka saat mengikuti kegiatan belajar,” ungkapnya.
Kebutuhan pendidikan tidak selalu sama setiap tahun. Perubahan kondisi masyarakat dan perkembangan persoalan di lapangan menjadi pertimbangan dalam melihat kebutuhan yang perlu diprioritaskan.