Penulis: Muhammad Anshori
KORANKALTIM.COM, TENGGARONG - Keluhan masyarakat Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terkait pemadaman listrik bergilir kian memuncak.
1 menit baca6 kali dibaca

Penulis: Muhammad Anshori
KORANKALTIM.COM, TENGGARONG - Keluhan masyarakat Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terkait pemadaman listrik bergilir kian memuncak.
Gangguan kelistrikan yang sering terjadi memicu kerusakan massal pada berbagai peralatan elektronik warga.
Menanggapi keluhan tersebut, Ketua DPRD Kukar, Ahmad Yani, mendesak adanya evaluasi menyeluruh dari pihak terkait khususnya kepada PT PLN (Persero). Ia menilai persoalan kelistrikan tidak boleh lagi dipandang sebelah mata karena berdampak langsung pada kesejahteraan dan keselamatan warga.
"Gangguan listrik ini harus ditelusuri secara mendalam, karena kondisi komponen dan peralatan kelistrikan juga harus diperhatikan," kata Ahmad Yani, Sabtu (17/10/2026).
Ia menyebut, evaluasi yang dilakukan tidak boleh hanya fokus pada kelancaran pasokan arus listrik. Kondisi infrastruktur, instalasi, serta komponen kelistrikan yang mengalir ke perumahan masyarakat juga wajib mendapat perhatian ekstra guna meminimalkan risiko gangguan fatal, termasuk potensi korsleting yang membahayakan nyawa.
Keluhan warga mengenai alat elektronik yang rusak akibat tegangan yang tidak stabil saat pemadaman bergilir menjadi bukti kuat kalau sistem kelistrikan daerah sedang tidak baik-baik saja.
DPRD Kukar berkomitmen untuk segera menelusuri akar masalah ini dan membuka jalur koordinasi lintas instansi bersama manajemen PLN.
"Kita ingin persoalan ini dievaluasi secara menyeluruh dari wilayah hulu sampai hilir supaya kejadian serupa tak terulang. Kami harap ada perbaikan terkait gangguan listrik, ini juga dapat meningkatkan standar keamanan dan keselamatan bagi seluruh masyarakat Kukar," pungkasnya. (Adv)
Gangguan kelistrikan yang sering terjadi memicu kerusakan massal pada berbagai peralatan elektronik warga.
Menanggapi keluhan tersebut, Ketua DPRD Kukar, Ahmad Yani, mendesak adanya evaluasi menyeluruh dari pihak terkait khususnya kepada PT PLN (Persero). Ia menilai persoalan kelistrikan tidak boleh lagi dipandang sebelah mata karena berdampak langsung pada kesejahteraan dan keselamatan warga.
"Gangguan listrik ini harus ditelusuri secara mendalam, karena kondisi komponen dan peralatan kelistrikan juga harus diperhatikan," kata Ahmad Yani, Sabtu (17/10/2026).
Ia menyebut, evaluasi yang dilakukan tidak boleh hanya fokus pada kelancaran pasokan arus listrik. Kondisi infrastruktur, instalasi, serta komponen kelistrikan yang mengalir ke perumahan masyarakat juga wajib mendapat perhatian ekstra guna meminimalkan risiko gangguan fatal, termasuk potensi korsleting yang membahayakan nyawa.

Keluhan warga mengenai alat elektronik yang rusak akibat tegangan yang tidak stabil saat pemadaman bergilir menjadi bukti kuat kalau sistem kelistrikan daerah sedang tidak baik-baik saja.
DPRD Kukar berkomitmen untuk segera menelusuri akar masalah ini dan membuka jalur koordinasi lintas instansi bersama manajemen PLN.
"Kita ingin persoalan ini dievaluasi secara menyeluruh dari wilayah hulu sampai hilir supaya kejadian serupa tak terulang. Kami harap ada perbaikan terkait gangguan listrik, ini juga dapat meningkatkan standar keamanan dan keselamatan bagi seluruh masyarakat Kukar," pungkasnya. (Adv)










Pusat gempa berada di Laut 11 km TimurLaut Kota Sorong
17 Okt 2026, 15:20:52 WIB • Kedalaman 3 km
Gempa ini dirasakan untuk diteruskan pada masyarakat
Sumber: BMKG