Ajakan itu disampaikan Rendi saat hadir langsung di tengah kemeriahan Pesta Laut Pesisir Nusantara, Jumat (16/10/2026) malam. Tidak sekadar meninjau kegiatan, Rendi juga menyempatkan diri mencicipi mihun, kuliner khas yang mengingatkannya pada makanan favorit semasa duduk di bangku sekolah dasar (SD).
Momen tersebut memperlihatkan kedekatan Rendi dengan kuliner lokal yang menjadi bagian dari kenangan masa kecil. Kehadirannya sekaligus menjadi kesempatan untuk menyapa masyarakat dan mendorong pengunjung agar turut menghidupkan aktivitas ekonomi para pedagang selama pesta laut berlangsung.
Rendi pun mengajak warga memanfaatkan sisa waktu pelaksanaan kegiatan untuk berkunjung, menikmati sajian kuliner, serta berbelanja produk UMKM lokal.
“Masih ada dua hari lagi, yuk etam ramaikan Expo UMKM Pesta Laut Pesisir Nusantara 2026. Siapkan dompet dan bawa uang yang banyak, lalu lariskan dagangan UMKM kita,” ajak Rendi, Sabtu (17/10/2026).
Menurutnya, kemeriahan sebuah festival akan semakin bermakna apabila memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, terutama pelaku usaha yang mengandalkan momentum keramaian untuk meningkatkan penjualan.
Karena itu, ia berharap masyarakat tidak hanya datang untuk menikmati hiburan, tetapi juga ikut berkontribusi dengan membeli makanan, minuman, dan produk yang ditawarkan para pedagang lokal.
Pesta Laut Pesisir Nusantara Samboja bukan sekadar agenda hiburan tahunan. Kegiatan ini menjadi ruang untuk merawat tradisi masyarakat pesisir sekaligus membuka peluang ekonomi bagi pelaku UMKM.
Rangkaian acara yang memadukan tradisi melarung, belimbur, pertunjukan musik, kuliner, dan expo UMKM menghadirkan suasana kebersamaan bagi masyarakat. Di balik kemeriahannya, tersimpan nilai rasa syukur, doa, serta penghormatan terhadap budaya yang diwariskan secara turun-temurun.
Bagi Rendi, pelestarian tradisi lokal perlu berjalan beriringan dengan upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ketika kegiatan budaya mampu menarik pengunjung, para pelaku usaha juga berpeluang mendapatkan manfaat ekonomi dari meningkatnya aktivitas transaksi.
Pemerintah Kabupaten Kukar, lanjutnya, mendukung agar tradisi pesisir tetap terpelihara dan dapat dinikmati generasi mendatang. Pesta laut diharapkan terus menjadi kebanggaan masyarakat Samboja sekaligus ruang promosi bagi produk dan potensi lokal.
Pesta Laut Tempoe Doeloe Samboja 2026 berlangsung pada 15–18 Oktober 2026, dengan pusat kegiatan di halaman Pasar Samboja dan kawasan pesisir pantai. Sejumlah penampilan musik dan religi turut memeriahkan agenda tersebut, di antaranya Charly Setia Band, Shaggy Dog, serta Habib Syekh bin Abdul Qodir Assegaf.
Melalui ajakannya, Rendi berharap masyarakat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berkumpul, menikmati kekayaan tradisi pesisir, dan memberikan dukungan nyata kepada UMKM.
“Meramaikan pesta laut event tahunan ini bukan hanya soal menikmati hiburan, tetapi juga menjaga warisan budaya dan membantu menggerakkan ekonomi warga Samboja khususnya dan Kutai Kartanegara pada umumnya,” demikian Rendi. (adv)
Ajakan itu disampaikan Rendi saat hadir langsung di tengah kemeriahan Pesta Laut Pesisir Nusantara, Jumat (16/10/2026) malam. Tidak sekadar meninjau kegiatan, Rendi juga menyempatkan diri mencicipi mihun, kuliner khas yang mengingatkannya pada makanan favorit semasa duduk di bangku sekolah dasar (SD).
Momen tersebut memperlihatkan kedekatan Rendi dengan kuliner lokal yang menjadi bagian dari kenangan masa kecil. Kehadirannya sekaligus menjadi kesempatan untuk menyapa masyarakat dan mendorong pengunjung agar turut menghidupkan aktivitas ekonomi para pedagang selama pesta laut berlangsung.
Rendi pun mengajak warga memanfaatkan sisa waktu pelaksanaan kegiatan untuk berkunjung, menikmati sajian kuliner, serta berbelanja produk UMKM lokal.
“Masih ada dua hari lagi, yuk etam ramaikan Expo UMKM Pesta Laut Pesisir Nusantara 2026. Siapkan dompet dan bawa uang yang banyak, lalu lariskan dagangan UMKM kita,” ajak Rendi, Sabtu (17/10/2026).
Menurutnya, kemeriahan sebuah festival akan semakin bermakna apabila memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, terutama pelaku usaha yang mengandalkan momentum keramaian untuk meningkatkan penjualan.
Karena itu, ia berharap masyarakat tidak hanya datang untuk menikmati hiburan, tetapi juga ikut berkontribusi dengan membeli makanan, minuman, dan produk yang ditawarkan para pedagang lokal.
Pesta Laut Pesisir Nusantara Samboja bukan sekadar agenda hiburan tahunan. Kegiatan ini menjadi ruang untuk merawat tradisi masyarakat pesisir sekaligus membuka peluang ekonomi bagi pelaku UMKM.
Rangkaian acara yang memadukan tradisi melarung, belimbur, pertunjukan musik, kuliner, dan expo UMKM menghadirkan suasana kebersamaan bagi masyarakat. Di balik kemeriahannya, tersimpan nilai rasa syukur, doa, serta penghormatan terhadap budaya yang diwariskan secara turun-temurun.