Penulis: Zulhamri
KORANKALTIM.COM, SANGATTA- Festival Tari Jepen Pesisir Kreasi dan Tari Pedalaman Kreasi menjadi salah satu agenda yang memeriahkan Pekan Raya Expo Kutim 2026 di Lapangan Helipad Bukit Pelangi Sangatta.
2 menit baca2 kali dibaca

Penulis: Zulhamri
KORANKALTIM.COM, SANGATTA- Festival Tari Jepen Pesisir Kreasi dan Tari Pedalaman Kreasi menjadi salah satu agenda yang memeriahkan Pekan Raya Expo Kutim 2026 di Lapangan Helipad Bukit Pelangi Sangatta.
Kegiatan yang diinisiasi oleh Dinas Pariwisata (Dispar) Kutim. Festival ini sekaligus menjadi wadah bagi sanggar seni untuk menampilkan kreativitas dan melestarikan kesenian tradisional daerah.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Dispar Kutim, Islamuddin Rusmin Reka, mengatakan festival tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah daerah dalam menjaga keberlangsungan seni tari tradisional di tengah perkembangan zaman. Ia mengapresiasi partisipasi para peserta yang telah menunjukkan kemampuan dan kreativitas dalam mengembangkan tarian khas daerah.
“Melalui festival kami ingin memberikan ruang bagi para pelaku seni untuk terus berkarya sekaligus mengenalkan kekayaan budaya kepada masyarakat luas,” ujarnya.
Festival tersebut diikuti 19 grup sanggar seni, terdiri dari sembilan grup Tari Jepen Pesisir Kreasi dan 10 grup Tari Pedalaman Kreasi. Seluruh peserta menampilkan kreasi gerak dan seni tari yang dinilai oleh dewan juri.
Antusiasme masyarakat juga terlihat dari ramainya pengunjung yang memadati area pertunjukan. Kehadiran festival ini menambah semarak Expo Kutim 2026 sekaligus memperkenalkan beragam kekayaan seni budaya lokal kepada masyarakat.
Dalam kategori Tari Jepen Pesisir Kreasi, Yayasan Hastakarya Olah Mandiri berhasil meraih juara pertama. Posisi kedua diraih Untung Betuah, disusul Gema Tari STM di posisi ketiga dan YDC Spansatara sebagai juara keempat.
Sementara itu, kategori Tari Pedalaman Kreasi menempatkan Home Crew sebagai juara pertama. Prima Dance Crew meraih juara kedua, Untung Betuah menempati posisi ketiga, sedangkan SD YPPSB 2 berada di posisi keempat.
"Kami berharap hasil kompetisi dapat menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan dan mengembangkan kreativitas dalam seni tari," harapnya.
Menurutnya, festival seni tidak semata-mata menjadi ajang perebutan gelar juara, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan antarsanggar serta menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap budaya daerah.
“Kami berharap para peserta tidak berhenti berkarya setelah festival ini. Terus berlatih dan berinovasi," ungkapnya.
Terpenting menjaga nilai-nilai budaya agar seni tari tradisional tetap hidup serta dikenal oleh generasi berikutnya. Pihaknya juga berharap kegiatan serupa dapat terus menjadi bagian dari agenda promosi pariwisata dan kebudayaan daerah.
"Seni tradisional tidak hanya lestari, tetapi juga memiliki daya tarik bagi wisatawan yang berkunjung," pungkasnya. (adv)
Kegiatan yang diinisiasi oleh Dinas Pariwisata (Dispar) Kutim. Festival ini sekaligus menjadi wadah bagi sanggar seni untuk menampilkan kreativitas dan melestarikan kesenian tradisional daerah.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Dispar Kutim, Islamuddin Rusmin Reka, mengatakan festival tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah daerah dalam menjaga keberlangsungan seni tari tradisional di tengah perkembangan zaman. Ia mengapresiasi partisipasi para peserta yang telah menunjukkan kemampuan dan kreativitas dalam mengembangkan tarian khas daerah.
“Melalui festival kami ingin memberikan ruang bagi para pelaku seni untuk terus berkarya sekaligus mengenalkan kekayaan budaya kepada masyarakat luas,” ujarnya.
Festival tersebut diikuti 19 grup sanggar seni, terdiri dari sembilan grup Tari Jepen Pesisir Kreasi dan 10 grup Tari Pedalaman Kreasi. Seluruh peserta menampilkan kreasi gerak dan seni tari yang dinilai oleh dewan juri.

Antusiasme masyarakat juga terlihat dari ramainya pengunjung yang memadati area pertunjukan. Kehadiran festival ini menambah semarak Expo Kutim 2026 sekaligus memperkenalkan beragam kekayaan seni budaya lokal kepada masyarakat.
Dalam kategori Tari Jepen Pesisir Kreasi, Yayasan Hastakarya Olah Mandiri berhasil meraih juara pertama. Posisi kedua diraih Untung Betuah, disusul Gema Tari STM di posisi ketiga dan YDC Spansatara sebagai juara keempat.
Sementara itu, kategori Tari Pedalaman Kreasi menempatkan Home Crew sebagai juara pertama. Prima Dance Crew meraih juara kedua, Untung Betuah menempati posisi ketiga, sedangkan SD YPPSB 2 berada di posisi keempat.
"Kami berharap hasil kompetisi dapat menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan dan mengembangkan kreativitas dalam seni tari," harapnya.

Menurutnya, festival seni tidak semata-mata menjadi ajang perebutan gelar juara, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan antarsanggar serta menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap budaya daerah.
“Kami berharap para peserta tidak berhenti berkarya setelah festival ini. Terus berlatih dan berinovasi," ungkapnya.
Terpenting menjaga nilai-nilai budaya agar seni tari tradisional tetap hidup serta dikenal oleh generasi berikutnya. Pihaknya juga berharap kegiatan serupa dapat terus menjadi bagian dari agenda promosi pariwisata dan kebudayaan daerah.
"Seni tradisional tidak hanya lestari, tetapi juga memiliki daya tarik bagi wisatawan yang berkunjung," pungkasnya. (adv)









Pusat gempa berada di Laut 11 km TimurLaut Kota Sorong
17 Okt 2026, 15:20:52 WIB • Kedalaman 3 km
Gempa ini dirasakan untuk diteruskan pada masyarakat
Sumber: BMKG