Dalam kunjungan tersebut, pimpinan DPRD Kukar tidak hanya menyerahkan bantuan sembako, tetapi juga menyerap kondisi di lapangan dan menyoroti kebutuhan sarana serta prasarana penanggulangan kebakaran. Ketersediaan peralatan pemadam hingga dukungan operasional relawan dinilai perlu mendapat perhatian serius dalam perencanaan pembangunan daerah.
Ahmad Yani menegaskan, kesiapan menghadapi bencana harus dibangun sebelum musibah terjadi. Sebab, kecepatan penanganan kebakaran sangat berkaitan dengan kesiapan personel, kelengkapan peralatan, serta dukungan operasional yang memadai.
“Peralatan dan infrastruktur penanggulangan kebakaran harus menjadi prioritas. Bencana tidak bisa kita prediksi, sehingga kesiapan harus dilakukan sejak awal. Kita tidak boleh menyerah menghadapi bencana, dan kebutuhan para relawan harus mendapat dukungan yang memadai,” tegas Ahmad Yani.
Menurutnya, keberadaan relawan pemadam kebakaran di tingkat kelurahan merupakan bagian penting dalam upaya melindungi masyarakat. Mereka kerap menjadi unsur yang bergerak membantu penanganan awal ketika kebakaran terjadi, sehingga dukungan terhadap kebutuhan operasional dan keselamatan petugas tidak boleh diabaikan.
Dalam peninjauan tersebut, Ahmad Yani menyoroti sejumlah kebutuhan yang perlu diperhatikan, antara lain pompa air, selang pemadam, perlengkapan keselamatan diri, bahan bakar, serta fasilitas pendukung pasokan air.
Ia menyebut DPRD Kukar akan mendorong agar kebutuhan sarana dan prasarana penanggulangan kebakaran menjadi perhatian dalam pembahasan perencanaan anggaran, termasuk APBD 2027.
Dorongan tersebut tidak hanya berkaitan dengan pengadaan peralatan, tetapi juga memastikan relawan memiliki dukungan operasional yang diperlukan untuk menjalankan tugasnya. Dengan fasilitas yang lebih memadai, penanganan kebakaran diharapkan dapat berlangsung lebih efektif.
Ahmad Yani juga menekankan bahwa perhatian terhadap kesiapsiagaan bencana perlu menjangkau wilayah yang lebih luas, tidak terbatas di Tenggarong, tetapi juga kecamatan-kecamatan lain di Kukar.
Bagi DPRD, penanganan kebakaran membutuhkan kerja bersama antara pemerintah daerah, legislatif, petugas terkait, dan relawan. Kesiapan yang merata menjadi salah satu aspek penting untuk memperkuat perlindungan masyarakat dari risiko kebakaran.
Sebelum menyampaikan perhatian terhadap kebutuhan relawan, Ahmad Yani bersama rombongan mengunjungi posko kebakaran di Jalan Kartini, Gang Karya, Kelurahan Loa Ipuh, sekitar pukul 13.30 Wita. Dalam kunjungan tersebut, ia menyerahkan bantuan sembako yang diterima Lurah Loa Ipuh, Joko, bersama relawan di posko.
Rombongan turut didampingi Wakil Ketua III DPRD Kukar Aini Farida, dan Hadijah selaku istri Ketua DPRD Kukar, serta Kepala Bagian Persidangan dan Perundang-undangan Sekretariat DPRD Kukar.
Ahmad Yani menyampaikan belasungkawa atas musibah yang menimpa warga, terutama keluarga besar almarhum Ustaz Hamdi beserta kedua anaknya, Ahmad Ali Maulidiya dan Husin Taufiqqurahman, yang turut menjadi korban.
Berdasarkan data yang disampaikan, kebakaran tersebut berdampak pada 11 rumah, dengan delapan rumah terbakar habis dan tiga lainnya terdampak. Sebanyak 17 kepala keluarga atau 55 jiwa tercatat terdampak musibah tersebut.
Setelah dari posko Loa Ipuh, rombongan melanjutkan kunjungan ke posko Balakarcanas Sanaji di Kantor Kelurahan Sukarame. Kedatangan mereka disambut Lurah Sukarame, Indah, bersama para relawan. Di lokasi ini, Ahmad Yani kembali menyerahkan bantuan sembako untuk membantu kebutuhan para relawan yang bertugas.
Rangkaian kunjungan kemudian ditutup dengan silaturahmi ke kediaman Nimah, orang tua almarhum Ustaz Hamri Noor, di Jalan Jafar Seman, Kelurahan Baru. Ahmad Yani menyerahkan bantuan sekaligus menyampaikan belasungkawa secara langsung kepada keluarga.
“Melalui kunjungan langsung ke keluargan korban kebakaran, kami pimpinan DPRD Kukar berharap bantuan yang disalurkan dapat meringankan beban warga serta memberi semangat kepada relawan. Di sisi lain, perhatian terhadap peralatan dan dukungan operasional diharapkan menjadi bagian dari upaya memperkuat kesiapsiagaan kebakaran di Kukar secara berkelanjutan,” tandas Ahmad Yani. (adv)
Dalam kunjungan tersebut, pimpinan DPRD Kukar tidak hanya menyerahkan bantuan sembako, tetapi juga menyerap kondisi di lapangan dan menyoroti kebutuhan sarana serta prasarana penanggulangan kebakaran. Ketersediaan peralatan pemadam hingga dukungan operasional relawan dinilai perlu mendapat perhatian serius dalam perencanaan pembangunan daerah.
Ahmad Yani menegaskan, kesiapan menghadapi bencana harus dibangun sebelum musibah terjadi. Sebab, kecepatan penanganan kebakaran sangat berkaitan dengan kesiapan personel, kelengkapan peralatan, serta dukungan operasional yang memadai.
“Peralatan dan infrastruktur penanggulangan kebakaran harus menjadi prioritas. Bencana tidak bisa kita prediksi, sehingga kesiapan harus dilakukan sejak awal. Kita tidak boleh menyerah menghadapi bencana, dan kebutuhan para relawan harus mendapat dukungan yang memadai,” tegas Ahmad Yani.
Menurutnya, keberadaan relawan pemadam kebakaran di tingkat kelurahan merupakan bagian penting dalam upaya melindungi masyarakat. Mereka kerap menjadi unsur yang bergerak membantu penanganan awal ketika kebakaran terjadi, sehingga dukungan terhadap kebutuhan operasional dan keselamatan petugas tidak boleh diabaikan.
Dalam peninjauan tersebut, Ahmad Yani menyoroti sejumlah kebutuhan yang perlu diperhatikan, antara lain pompa air, selang pemadam, perlengkapan keselamatan diri, bahan bakar, serta fasilitas pendukung pasokan air.
Ia menyebut DPRD Kukar akan mendorong agar kebutuhan sarana dan prasarana penanggulangan kebakaran menjadi perhatian dalam pembahasan perencanaan anggaran, termasuk APBD 2027.
Dorongan tersebut tidak hanya berkaitan dengan pengadaan peralatan, tetapi juga memastikan relawan memiliki dukungan operasional yang diperlukan untuk menjalankan tugasnya. Dengan fasilitas yang lebih memadai, penanganan kebakaran diharapkan dapat berlangsung lebih efektif.