Penulis: Zulhamri
KORANKALTIM.COM, SANGATTA- Ratusan peserta turut ambil bagian dalam Kejuaraan Pencak Silat PDM ke-V yang digelar di GOR Kudungga Sangatta.
1 menit baca4 kali dibaca

Penulis: Zulhamri
KORANKALTIM.COM, SANGATTA- Ratusan peserta turut ambil bagian dalam Kejuaraan Pencak Silat PDM ke-V yang digelar di GOR Kudungga Sangatta.
Mayoritas peserta merupakan pelajar sekolah dasar (SD) yang menunjukkan tingginya antusiasme anak-anak terhadap olahraga bela diri, khususnya pencak silat Tapak Suci Putra Muhammadiyah.
Kejuaraan ini tidak sekadar menjadi ajang adu kemampuan di atas gelanggang. Lebih dari itu, pertandingan tersebut menjadi ruang bagi para pesilat cilik untuk membangun kepercayaan diri, melatih kedisiplinan, serta belajar menjunjung tinggi sportivitas sejak usia dini.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kutim, Basuki Isnawan mengapresiasi konsistensi dalam mendukung perkembangan olahraga bela diri sekaligus membina bibit atlet potensial di daerah.
Menurutnya, keberadaan kejuaraan seperti ini memiliki peran penting dalam memperluas pembinaan olahraga. Para peserta tidak hanya mendapatkan kesempatan menunjukkan kemampuan hasil latihan, tetapi juga memperoleh pengalaman berharga dalam menghadapi lawan dan menyikapi hasil pertandingan.
“Kami mengapresiasi komitmen Muhammadiyah melalui Tapak Suci yang terus berkontribusi dalam memajukan olahraga bela diri,” ujar Basuki.
Pembinaan atlet tidak cukup hanya berorientasi pada perolehan medali. Proses latihan dan pertandingan juga harus mampu membentuk karakter, mental bertanding serta kemampuan mengendalikan emosi ketika menghadapi tekanan.
Sehingga mengingatkan para pesilat cilik agar tidak menjadikan kemenangan sebagai satu-satunya tujuan. Keberanian untuk bertanding, kemauan belajar dari kekalahan, dan kesungguhan memperbaiki kemampuan merupakan bagian penting dari perjalanan seorang atlet.
“Jangan hanya mengejar kemenangan. Jadikan setiap pertandingan sebagai pengalaman untuk belajar," ujarnya.
Ia menekankan pentingnya dukungan orang tua dalam menjaga keberlanjutan pembinaan atlet usia dini. Kegiatan olahraga harus berjalan seimbang dengan pendidikan formal dan pembinaan keagamaan agar anak-anak tumbuh menjadi generasi yang berprestasi sekaligus berkarakter.
“Silakan berlatih dengan sungguh-sungguh dan terus tingkatkan kemampuan. Namun tak kalah penting jangan lupakan sekolah dan ibadah," pungkasnya. (adv)
Mayoritas peserta merupakan pelajar sekolah dasar (SD) yang menunjukkan tingginya antusiasme anak-anak terhadap olahraga bela diri, khususnya pencak silat Tapak Suci Putra Muhammadiyah.
Kejuaraan ini tidak sekadar menjadi ajang adu kemampuan di atas gelanggang. Lebih dari itu, pertandingan tersebut menjadi ruang bagi para pesilat cilik untuk membangun kepercayaan diri, melatih kedisiplinan, serta belajar menjunjung tinggi sportivitas sejak usia dini.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kutim, Basuki Isnawan mengapresiasi konsistensi dalam mendukung perkembangan olahraga bela diri sekaligus membina bibit atlet potensial di daerah.
Menurutnya, keberadaan kejuaraan seperti ini memiliki peran penting dalam memperluas pembinaan olahraga. Para peserta tidak hanya mendapatkan kesempatan menunjukkan kemampuan hasil latihan, tetapi juga memperoleh pengalaman berharga dalam menghadapi lawan dan menyikapi hasil pertandingan.

“Kami mengapresiasi komitmen Muhammadiyah melalui Tapak Suci yang terus berkontribusi dalam memajukan olahraga bela diri,” ujar Basuki.
Pembinaan atlet tidak cukup hanya berorientasi pada perolehan medali. Proses latihan dan pertandingan juga harus mampu membentuk karakter, mental bertanding serta kemampuan mengendalikan emosi ketika menghadapi tekanan.
Sehingga mengingatkan para pesilat cilik agar tidak menjadikan kemenangan sebagai satu-satunya tujuan. Keberanian untuk bertanding, kemauan belajar dari kekalahan, dan kesungguhan memperbaiki kemampuan merupakan bagian penting dari perjalanan seorang atlet.
“Jangan hanya mengejar kemenangan. Jadikan setiap pertandingan sebagai pengalaman untuk belajar," ujarnya.

Ia menekankan pentingnya dukungan orang tua dalam menjaga keberlanjutan pembinaan atlet usia dini. Kegiatan olahraga harus berjalan seimbang dengan pendidikan formal dan pembinaan keagamaan agar anak-anak tumbuh menjadi generasi yang berprestasi sekaligus berkarakter.
“Silakan berlatih dengan sungguh-sungguh dan terus tingkatkan kemampuan. Namun tak kalah penting jangan lupakan sekolah dan ibadah," pungkasnya. (adv)









Pusat gempa berada di Laut 11 km TimurLaut Kota Sorong
17 Okt 2026, 15:20:52 WIB • Kedalaman 3 km
Gempa ini dirasakan untuk diteruskan pada masyarakat
Sumber: BMKG