Peluang tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara PT Ganiya Bogatama dari Kukar dan Aqua Conv S.A. dari Kamerun dalam The 2nd Indonesia-Cameroon Business Forum, Jumat (16/10/2026).
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri bersama Wakil Bupati Kukar Rendi Solihin hadir menyaksikan penandatanganan kerja sama tersebut dalam rangkaian 41st Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang.
Kepada korankaltim.com, Minggu (18/10/2026), Aulia menyebut kesepakatan itu sebagai langkah awal untuk memperluas jangkauan produk lokal sekaligus mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Kukar naik kelas.
“Nilai transaksi yang disepakati sekitar 800 ribu dolar AS. Kita berharap ini menjadi titik awal bagi UMKM yang ada di Kukar untuk naik kelas dan mampu menjangkau pasar internasional,” kata Aulia.
Menurutnya, potensi produk unggulan Kukar tidak terbatas pada satu jenis komoditas. Produk perikanan yang diolah menjadi makanan siap konsumsi memiliki peluang untuk diperkenalkan kepada konsumen di luar negeri, sepanjang mampu memenuhi kebutuhan dan standar pasar tujuan.
Karena itu, Pemerintah Kabupaten Kukar berupaya mendorong semakin banyak produk lokal untuk dipersiapkan mengikuti pertemuan bisnis dengan calon pembeli internasional.
Orang nomor satu Kukar ini berharap pada tahun mendatang lebih banyak produk unggulan daerah yang dapat dibawa dalam agenda business matching, sehingga peluang kerja sama dagang tidak hanya bertumpu pada satu produk atau satu pelaku usaha.
“Tahun depan kita berharap lebih banyak produk yang bisa kita bawa untuk mengikuti business matching. Potensi Kukar sangat banyak. Nanti akan kita kurasi lebih banyak lagi agar produk-produk kita punya peluang untuk go international dan diekspor,” harapnya.
Bagi Aulia, menembus pasar luar negeri membutuhkan persiapan yang berkelanjutan. Pelaku usaha perlu mengenali kebutuhan calon pembeli, menjaga kualitas produk, serta menyiapkan kapasitas produksi agar dapat memenuhi permintaan pasar.
Untuk diketahui, PT Ganiya Bogatama sendiri mengembangkan beragam produk hilirisasi perikanan, mulai dari abon ikan gabus, tuna, dan nila, camilan berbahan ikan, makanan olahan beku, hingga ikan asin dalam kemasan vakum.
Beragam produk tersebut menjadi bagian dari potensi usaha yang dapat dikembangkan untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Pengolahan hasil perikanan juga membuka kesempatan untuk meningkatkan nilai tambah komoditas lokal sebelum dipasarkan kepada konsumen.
Penandatanganan MoU itu disaksikan Duta Besar RI untuk Kamerun Agung Cahaya Sumirat, Direktur Kerja Sama dengan Negara Berkembang Kementerian Ekonomi, Perencanaan, dan Pembangunan Regional Kamerun Dr Nana Emmanuel Mbafong, serta Wakil Ketua Komite Tetap Afrika Kadin Indonesia Sylvie Tomasoa.
Bagi Kukar, kerja sama tersebut menjadi salah satu pintu untuk memperkenalkan produk olahan perikanan ke pasar Afrika sekaligus membuka ruang bagi pelaku UMKM lainnya untuk mengikuti jejak serupa.
Aulia berharap semakin banyak produk daerah yang siap bersaing, sehingga peluang perdagangan internasional dapat dimanfaatkan lebih luas oleh pelaku usaha di Kukar.
“Upaya tersebut diharapkan dapat memperluas pasar produk lokal, mendorong pertumbuhan usaha, serta meningkatkan nilai tambah hasil perikanan melalui pengolahan dan pemasaran yang berorientasi ekspor,” demikian Aulia. (Adv)
Editor: Erwin
Peluang tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara PT Ganiya Bogatama dari Kukar dan Aqua Conv S.A. dari Kamerun dalam The 2nd Indonesia-Cameroon Business Forum, Jumat (16/10/2026).
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri bersama Wakil Bupati Kukar Rendi Solihin hadir menyaksikan penandatanganan kerja sama tersebut dalam rangkaian 41st Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang.
Kepada korankaltim.com, Minggu (18/10/2026), Aulia menyebut kesepakatan itu sebagai langkah awal untuk memperluas jangkauan produk lokal sekaligus mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Kukar naik kelas.
“Nilai transaksi yang disepakati sekitar 800 ribu dolar AS. Kita berharap ini menjadi titik awal bagi UMKM yang ada di Kukar untuk naik kelas dan mampu menjangkau pasar internasional,” kata Aulia.
Menurutnya, potensi produk unggulan Kukar tidak terbatas pada satu jenis komoditas. Produk perikanan yang diolah menjadi makanan siap konsumsi memiliki peluang untuk diperkenalkan kepada konsumen di luar negeri, sepanjang mampu memenuhi kebutuhan dan standar pasar tujuan.
Karena itu, Pemerintah Kabupaten Kukar berupaya mendorong semakin banyak produk lokal untuk dipersiapkan mengikuti pertemuan bisnis dengan calon pembeli internasional.
Orang nomor satu Kukar ini berharap pada tahun mendatang lebih banyak produk unggulan daerah yang dapat dibawa dalam agenda business matching, sehingga peluang kerja sama dagang tidak hanya bertumpu pada satu produk atau satu pelaku usaha.
“Tahun depan kita berharap lebih banyak produk yang bisa kita bawa untuk mengikuti business matching. Potensi Kukar sangat banyak. Nanti akan kita kurasi lebih banyak lagi agar produk-produk kita punya peluang untuk go international dan diekspor,” harapnya.
Bagi Aulia, menembus pasar luar negeri membutuhkan persiapan yang berkelanjutan. Pelaku usaha perlu mengenali kebutuhan calon pembeli, menjaga kualitas produk, serta menyiapkan kapasitas produksi agar dapat memenuhi permintaan pasar.
Untuk diketahui, PT Ganiya Bogatama sendiri mengembangkan beragam produk hilirisasi perikanan, mulai dari abon ikan gabus, tuna, dan nila, camilan berbahan ikan, makanan olahan beku, hingga ikan asin dalam kemasan vakum.
Beragam produk tersebut menjadi bagian dari potensi usaha yang dapat dikembangkan untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Pengolahan hasil perikanan juga membuka kesempatan untuk meningkatkan nilai tambah komoditas lokal sebelum dipasarkan kepada konsumen.
Penandatanganan MoU itu disaksikan Duta Besar RI untuk Kamerun Agung Cahaya Sumirat, Direktur Kerja Sama dengan Negara Berkembang Kementerian Ekonomi, Perencanaan, dan Pembangunan Regional Kamerun Dr Nana Emmanuel Mbafong, serta Wakil Ketua Komite Tetap Afrika Kadin Indonesia Sylvie Tomasoa.