Kepala Disdik Kutim, Mulyono, mengatakan program-program tersebut dirancang untuk menjawab kebutuhan peserta didik sekaligus mendukung peningkatan kualitas layanan pendidikan di daerah.
“Dari lima puluh program unggulan Bupati, sepuluh di antaranya menjadi tanggung jawab kami,” kata Mulyono.
Program yang ditangani Disdikbud tidak hanya berfokus pada bantuan langsung kepada siswa. Dukungan terhadap operasional dan fasilitas sekolah juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menunjang proses belajar mengajar.
Sejumlah program yang masuk dalam cakupan tersebut di antaranya penyediaan seragam dan buku bagi peserta didik. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban orang tua dalam memenuhi kebutuhan pendidikan anak, terutama saat memasuki tahun ajaran baru.
Selain itu, pihaknya turut mengandalkan Bosda dan beasiswa untuk mendukung keberlangsungan pendidikan siswa. Bosda merupakan bantuan operasional sekolah yang bersumber dari anggaran daerah untuk mendukung pembiayaan kegiatan sekolah, melengkapi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dari pemerintah pusat.
“Programnya mencakup berbagai kebutuhan pendidikan, mulai dari seragam, buku, Bosda, beasiswa maupun sarana dan prasarana sekolah,” jelasnya.
Pemenuhan sapras juga menjadi perhatian karena ketersediaan fasilitas yang memadai merupakan salah satu faktor penunjang kegiatan belajar mengajar. Dengan demikian, pelaksanaan program unggulan tersebut diharapkan mampu menyentuh kebutuhan siswa sekaligus mendukung lingkungan belajar yang lebih baik.
Sepuluh program unggulan yang menjadi tanggung jawab mereka akan di bahas lebih mendalam mengenai rincian program. Disdikbud kini memiliki target untuk mengawal program-program tersebut sesuai dengan sasaran kinerja yang telah ditetapkan. Penjelasan lebih terperinci nantinya diagendakan.
"Agar masyarakat dapat mengetahui cakupan, bentuk pelaksanaan serta manfaat setiap program bagi sektor pendidikan," pungkasnya. (Adv)
Editor: Erwin
Kepala Disdik Kutim, Mulyono, mengatakan program-program tersebut dirancang untuk menjawab kebutuhan peserta didik sekaligus mendukung peningkatan kualitas layanan pendidikan di daerah.
“Dari lima puluh program unggulan Bupati, sepuluh di antaranya menjadi tanggung jawab kami,” kata Mulyono.
Program yang ditangani Disdikbud tidak hanya berfokus pada bantuan langsung kepada siswa. Dukungan terhadap operasional dan fasilitas sekolah juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menunjang proses belajar mengajar.
Sejumlah program yang masuk dalam cakupan tersebut di antaranya penyediaan seragam dan buku bagi peserta didik. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban orang tua dalam memenuhi kebutuhan pendidikan anak, terutama saat memasuki tahun ajaran baru.
Selain itu, pihaknya turut mengandalkan Bosda dan beasiswa untuk mendukung keberlangsungan pendidikan siswa. Bosda merupakan bantuan operasional sekolah yang bersumber dari anggaran daerah untuk mendukung pembiayaan kegiatan sekolah, melengkapi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dari pemerintah pusat.
“Programnya mencakup berbagai kebutuhan pendidikan, mulai dari seragam, buku, Bosda, beasiswa maupun sarana dan prasarana sekolah,” jelasnya.
Pemenuhan sapras juga menjadi perhatian karena ketersediaan fasilitas yang memadai merupakan salah satu faktor penunjang kegiatan belajar mengajar. Dengan demikian, pelaksanaan program unggulan tersebut diharapkan mampu menyentuh kebutuhan siswa sekaligus mendukung lingkungan belajar yang lebih baik.
Sepuluh program unggulan yang menjadi tanggung jawab mereka akan di bahas lebih mendalam mengenai rincian program. Disdikbud kini memiliki target untuk mengawal program-program tersebut sesuai dengan sasaran kinerja yang telah ditetapkan. Penjelasan lebih terperinci nantinya diagendakan.
"Agar masyarakat dapat mengetahui cakupan, bentuk pelaksanaan serta manfaat setiap program bagi sektor pendidikan," pungkasnya. (Adv)
Editor: Erwin