sponsor

Jumat, 11/09/2026

Kesenian Tradisional Kutim Didorong Jadi Penguat Identitas Budaya dan Pariwisata

Jumat, 11/09/2026

Wabup Mahyunadi saat membuka kegiatan Bimtek Tata Kelola Lembaga Kesenian Tradisional (Zulhamri/korankaltim.com)

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Berita Terkait

sponsor

Kesenian Tradisional Kutim Didorong Jadi Penguat Identitas Budaya dan Pariwisata

Jumat, 11/09/2026

logo

Wabup Mahyunadi saat membuka kegiatan Bimtek Tata Kelola Lembaga Kesenian Tradisional (Zulhamri/korankaltim.com)

Penulis: Zulhamri

KORANKALTIM.COM, SANGATTA - Pelestarian kesenian tradisional dinilai memiliki peran penting dalam memperkuat identitas budaya sekaligus membuka peluang bagi pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Kutai Timur (Kutim). Hal tersebut menjadi salah satu perhatian dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Tata Kelola Lembaga Kesenian Tradisional, Seni Tarsul, dan Teater yang diinisiasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutim. 

Wakil Bupati Kutim Mahyunadi mengatakan, keberagaman masyarakat Kutim merupakan kekuatan yang harus diimbangi dengan upaya menjaga kebudayaan daerah. Menurutnya, kesenian tradisional tidak cukup hanya dipertahankan sebagai peninggalan masa lalu, tetapi perlu dikembangkan agar tetap hidup dan memberi manfaat bagi masyarakat. 

“Warisan budaya harus kita jaga, tetapi pada saat yang sama harus diberi ruang untuk tumbuh," ujarnya. Kesenian tidak hanya menjadi sesuatu yang dikenang lebih daripada itu, bisa terus berkembang dan memiliki manfaat bagi masyarakat. Pembangunan daerah tidak semata-mata berbicara mengenai pertumbuhan ekonomi dan pembangunan infrastruktur. "Penguatan kualitas sumber daya manusia juga menjadi bagian penting yang harus berjalan bersamaan," ungkapnya. 

Mahyunadi menyebut pembangunan manusia harus mencakup berbagai aspek, mulai dari keimanan dan ketakwaan, akhlak, kecerdasan, kesehatan hingga prestasi. Karena itu, aktivitas seni menurutnya perlu tetap berada dalam koridor nilai moral dan agama. “Kreativitas dalam berkesenian tentu harus kita dukung. Asalkan kesibukan berkesenian membuat seseorang meninggalkan kewajibannya. 

Nilai agama dan pembentukan karakter tetap harus menjadi landasan. Aktivitas seperti menyanyi, menari maupun teater dapat menjadi sarana positif untuk mengembangkan kreativitas sekaligus membangun karakter generasi muda. Keduanya dinilai tidak perlu dipertentangkan selama dikembangkan dengan memperhatikan norma yang berlaku di masyarakat. 

Kebudayaan sebagai salah satu modal penting dalam mendorong kemajuan pariwisata Kutim. Ia menyebut daya tarik wisata tidak hanya berasal dari keindahan alam, tetapi juga dapat dibangun melalui kekuatan budaya dan religi. “Kalau kita bicara pariwisata, alam memang penting, tetapi budaya juga punya kekuatan yang besar agar bisa menjadi daya tarik bagi orang untuk datang,” jelasnya. (adv

sponsor

Kesenian Tradisional Kutim Didorong Jadi Penguat Identitas Budaya dan Pariwisata

Jumat, 11/09/2026

Wabup Mahyunadi saat membuka kegiatan Bimtek Tata Kelola Lembaga Kesenian Tradisional (Zulhamri/korankaltim.com)

Share

Berita Terkait