Meski sebagian besar tenaga pendidik telah tersertifikasi, masih ada 1.312 guru atau 34,61 persen yang belum memiliki sertifikat. Pemerintah Kabupaten Kubar menyatakan akan memfasilitasi kelompok tersebut secara bertahap agar dapat memenuhi standar kompetensi yang ditetapkan.
Bupati Kubar Frederick Edwin menyampaikan capaian itu dalam Sidang Paripurna Istimewa HUT ke-27 Kubar di Gedung DPRD Kubar, Rabu (4/11/2026). Program sertifikasi guru diselenggarakan pemerintah, salah satunya melalui Pendidikan Profesi Guru (PPG).
Jika dilihat berdasarkan jenjang pendidikan, guru PAUD yang telah tersertifikasi berjumlah 149 orang dari total 470 guru. Pada jenjang SD, sebanyak 1.649 dari 2.399 guru telah lulus sertifikasi. Sementara di tingkat SMP, terdapat 681 guru tersertifikasi dari total 922 tenaga pendidik.
Frederick mengatakan, pemerintah daerah tetap mendorong pemenuhan sertifikasi bagi guru yang belum mendapatkannya. Langkah tersebut dilakukan secara bertahap dengan harapan seluruh tenaga pendidik dapat memenuhi standar kompetensi.
"Secara bertahap, Pemerintah Daerah akan memfasilitasi guru yang belum memiliki sertifikasi untuk dapat memenuhi standar kompetensinya," kata Frederick.
Selain melalui sertifikasi, peningkatan kemampuan guru juga dilakukan lewat pelatihan. Hingga Oktober 2026, pemerintah daerah telah melaksanakan 11 kegiatan pelatihan bagi pendidik dan tenaga kependidikan.
Pelatihan tersebut diarahkan untuk meningkatkan keterampilan, pengetahuan, dan pengembangan kompetensi. Dengan pembekalan itu, tenaga pendidik diharapkan dapat menjalankan tugas pengajaran secara lebih efektif dan adaptif mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan serta teknologi.
Dukungan terhadap sektor pendidikan juga dilakukan melalui penyediaan fasilitas belajar. Pada 2026, pemerintah daerah membagikan 17.274 meja dan kursi siswa serta 1.495 meja dan kursi guru. Selain itu, sekolah juga mendapat bantuan 76 unit smartboard dan 1.037 unit komputer.
Pembangunan dan rehabilitasi sarana pendidikan turut dilakukan, mencakup ruang kelas, perpustakaan, rumah dinas guru, serta fasilitas penunjang lainnya. Upaya tersebut menjadi bagian dari langkah pemerintah daerah dalam mendukung kegiatan belajar mengajar sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan di Kubar.(adv)
Meski sebagian besar tenaga pendidik telah tersertifikasi, masih ada 1.312 guru atau 34,61 persen yang belum memiliki sertifikat. Pemerintah Kabupaten Kubar menyatakan akan memfasilitasi kelompok tersebut secara bertahap agar dapat memenuhi standar kompetensi yang ditetapkan.
Bupati Kubar Frederick Edwin menyampaikan capaian itu dalam Sidang Paripurna Istimewa HUT ke-27 Kubar di Gedung DPRD Kubar, Rabu (4/11/2026). Program sertifikasi guru diselenggarakan pemerintah, salah satunya melalui Pendidikan Profesi Guru (PPG).
Jika dilihat berdasarkan jenjang pendidikan, guru PAUD yang telah tersertifikasi berjumlah 149 orang dari total 470 guru. Pada jenjang SD, sebanyak 1.649 dari 2.399 guru telah lulus sertifikasi. Sementara di tingkat SMP, terdapat 681 guru tersertifikasi dari total 922 tenaga pendidik.
Frederick mengatakan, pemerintah daerah tetap mendorong pemenuhan sertifikasi bagi guru yang belum mendapatkannya. Langkah tersebut dilakukan secara bertahap dengan harapan seluruh tenaga pendidik dapat memenuhi standar kompetensi.
"Secara bertahap, Pemerintah Daerah akan memfasilitasi guru yang belum memiliki sertifikasi untuk dapat memenuhi standar kompetensinya," kata Frederick.
Selain melalui sertifikasi, peningkatan kemampuan guru juga dilakukan lewat pelatihan. Hingga Oktober 2026, pemerintah daerah telah melaksanakan 11 kegiatan pelatihan bagi pendidik dan tenaga kependidikan.
Pelatihan tersebut diarahkan untuk meningkatkan keterampilan, pengetahuan, dan pengembangan kompetensi. Dengan pembekalan itu, tenaga pendidik diharapkan dapat menjalankan tugas pengajaran secara lebih efektif dan adaptif mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan serta teknologi.
Dukungan terhadap sektor pendidikan juga dilakukan melalui penyediaan fasilitas belajar. Pada 2026, pemerintah daerah membagikan 17.274 meja dan kursi siswa serta 1.495 meja dan kursi guru. Selain itu, sekolah juga mendapat bantuan 76 unit smartboard dan 1.037 unit komputer.
Pembangunan dan rehabilitasi sarana pendidikan turut dilakukan, mencakup ruang kelas, perpustakaan, rumah dinas guru, serta fasilitas penunjang lainnya. Upaya tersebut menjadi bagian dari langkah pemerintah daerah dalam mendukung kegiatan belajar mengajar sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan di Kubar.(adv)