Capaian investasi tersebut menjadi salah satu perkembangan ekonomi yang disampaikan Bupati Kubar Frederick Edwin dalam Paripurna Istimewa HUT ke-27 Kubar di Gedung DPRD Kubar, Rabu (4/11/2026).
Frederick menjelaskan, realisasi tersebut berasal dari Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN). Secara keseluruhan, terdapat 1.215 proyek investasi yang berjalan di Kubar hingga periode pelaporan tersebut.
“Tercapainya realisasi investasi mampu memperkuat struktur perekonomian daerah, pengembangan sektor ekonomi produktif, peningkatan kapasitas produksi dan penciptaan lapangan kerja,” kata Frederick.
Dari aktivitas investasi tersebut, tercatat penyerapan tenaga kerja Indonesia sebanyak 1.892 orang. Selain itu, terdapat enam tenaga kerja asing yang turut terserap dalam berbagai proyek investasi di daerah.
Meski realisasi telah melampaui target, pemerintah daerah masih berupaya memperkuat iklim investasi agar potensi ekonomi Kubar dapat berkembang lebih optimal. Salah satu langkah yang menjadi perhatian adalah mempercepat penyelesaian dokumen tata ruang sebagai bagian dari kepastian dan kesiapan daerah dalam menawarkan peluang investasi.
Frederick menyebut, pemerintah daerah mendorong percepatan penyelesaian Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR). Kedua dokumen tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung penataan ruang sekaligus mempermudah identifikasi kawasan yang berpotensi dikembangkan untuk kegiatan investasi.
Selain itu, Pemkab Kubar juga mendorong penyediaan lahan yang siap ditawarkan kepada calon investor. Kesiapan lahan dinilai menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan agar peluang investasi di daerah dapat dipromosikan secara lebih terarah.
Upaya lainnya dilakukan melalui penyusunan Investment Project Ready to Offer (IPRO), yakni penyiapan proyek investasi yang siap ditawarkan sebagai bahan promosi kepada calon investor.
Langkah tersebut diharapkan dapat membuka peluang masuknya investasi baru sekaligus memperkuat sektor-sektor ekonomi produktif di Kubar. Pemerintah daerah juga ingin memastikan potensi yang dimiliki daerah dapat dikembangkan untuk meningkatkan kapasitas produksi dan memperluas kesempatan kerja.
Realisasi investasi yang telah melampaui target menjadi capaian positif, namun upaya pengembangan ekonomi daerah masih perlu dilanjutkan. Pemerintah berharap investasi tidak hanya meningkatkan nilai penanaman modal, tetapi juga memberikan kontribusi terhadap penguatan perekonomian dan penciptaan lapangan kerja bagi masyarakat Kubar. (Adv)
Editor: Erwin
Capaian investasi tersebut menjadi salah satu perkembangan ekonomi yang disampaikan Bupati Kubar Frederick Edwin dalam Paripurna Istimewa HUT ke-27 Kubar di Gedung DPRD Kubar, Rabu (4/11/2026).
Frederick menjelaskan, realisasi tersebut berasal dari Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN). Secara keseluruhan, terdapat 1.215 proyek investasi yang berjalan di Kubar hingga periode pelaporan tersebut.
“Tercapainya realisasi investasi mampu memperkuat struktur perekonomian daerah, pengembangan sektor ekonomi produktif, peningkatan kapasitas produksi dan penciptaan lapangan kerja,” kata Frederick.
Dari aktivitas investasi tersebut, tercatat penyerapan tenaga kerja Indonesia sebanyak 1.892 orang. Selain itu, terdapat enam tenaga kerja asing yang turut terserap dalam berbagai proyek investasi di daerah.
Meski realisasi telah melampaui target, pemerintah daerah masih berupaya memperkuat iklim investasi agar potensi ekonomi Kubar dapat berkembang lebih optimal. Salah satu langkah yang menjadi perhatian adalah mempercepat penyelesaian dokumen tata ruang sebagai bagian dari kepastian dan kesiapan daerah dalam menawarkan peluang investasi.
Frederick menyebut, pemerintah daerah mendorong percepatan penyelesaian Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR). Kedua dokumen tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung penataan ruang sekaligus mempermudah identifikasi kawasan yang berpotensi dikembangkan untuk kegiatan investasi.
Selain itu, Pemkab Kubar juga mendorong penyediaan lahan yang siap ditawarkan kepada calon investor. Kesiapan lahan dinilai menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan agar peluang investasi di daerah dapat dipromosikan secara lebih terarah.
Upaya lainnya dilakukan melalui penyusunan Investment Project Ready to Offer (IPRO), yakni penyiapan proyek investasi yang siap ditawarkan sebagai bahan promosi kepada calon investor.
Langkah tersebut diharapkan dapat membuka peluang masuknya investasi baru sekaligus memperkuat sektor-sektor ekonomi produktif di Kubar. Pemerintah daerah juga ingin memastikan potensi yang dimiliki daerah dapat dikembangkan untuk meningkatkan kapasitas produksi dan memperluas kesempatan kerja.
Realisasi investasi yang telah melampaui target menjadi capaian positif, namun upaya pengembangan ekonomi daerah masih perlu dilanjutkan. Pemerintah berharap investasi tidak hanya meningkatkan nilai penanaman modal, tetapi juga memberikan kontribusi terhadap penguatan perekonomian dan penciptaan lapangan kerja bagi masyarakat Kubar. (Adv)
Editor: Erwin