Program Pasar Murah Hari Besar Keagamaan tersebut dilaksanakan di 11 kecamatan dengan sasaran 20 kampung sepanjang 2026. Masyarakat dapat menebus satu paket sembako berisi delapan jenis kebutuhan pokok dengan harga Rp140 ribu setelah mendapat subsidi dari pemerintah daerah.
Kabid Perdagangan Disdagkop Kubar, Oktarinus, menjelaskan salah satu pelaksanaan kegiatan tersebut berlangsung di Balai Kampung Lotaq, Kecamatan Muara Lawa, Selasa (3/11/2026).
Menurutnya, pasar murah merupakan upaya pemerintah daerah membantu masyarakat, terutama warga kurang mampu, agar tetap dapat memenuhi kebutuhan pokok menjelang hari besar keagamaan.
“Program ini merupakan salah satu bentuk perhatian pemerintah daerah kepada masyarakat. Kami ingin membantu meringankan beban pengeluaran rumah tangga, khususnya menjelang Natal dan Tahun Baru,” ujarnya kepada Korankaltim.com, Rabu (4/11/2026).
Dia menyebutkan, pelaksanaan pasar murah tetap diupayakan meskipun pemerintah daerah menghadapi keterbatasan anggaran. Sebab, program tersebut dinilai penting untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam memperoleh bahan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau.
Khusus Kecamatan Muara Lawa, terdapat dua kampung yang menjadi sasaran program pasar murah tahun ini. Kampung Lotaq menjadi salah satu lokasi pelaksanaannya.
Adapun paket sembako yang disediakan terdiri atas beras lima kilogram, satu piring telur, bawang merah setengah kilogram, bawang putih setengah kilogram, gula pasir satu kilogram, minyak goreng satu liter, garam dua bungkus, serta kopi satu bungkus.
Oktarinus menjelaskan, harga tebus Rp140 ribu tersebut sudah memperhitungkan subsidi pemerintah daerah. Jika dibeli secara terpisah dengan harga pasaran, keseluruhan kebutuhan pokok dalam paket itu diperkirakan bernilai sekitar Rp300 ribu.
Dengan demikian, masyarakat bisa mendapatkan selisih harga yang cukup besar dibandingkan membeli seluruh kebutuhan tersebut secara mandiri di pasaran.
Selain paket sembako bersubsidi, pemerintah daerah juga memberikan perhatian khusus kepada warga lanjut usia (lansia). Setiap kampung yang menjadi sasaran program mendapatkan lima paket bingkisan yang dibagikan secara gratis kepada lansia.
Isi bingkisan tersebut sama dengan paket kebutuhan pokok yang disediakan dalam kegiatan pasar murah.
Melalui program ini, Pemkab Kubar berharap masyarakat dapat terbantu dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus mengurangi beban pengeluaran rumah tangga menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru. (Adv)
Editor: Erwin
Program Pasar Murah Hari Besar Keagamaan tersebut dilaksanakan di 11 kecamatan dengan sasaran 20 kampung sepanjang 2026. Masyarakat dapat menebus satu paket sembako berisi delapan jenis kebutuhan pokok dengan harga Rp140 ribu setelah mendapat subsidi dari pemerintah daerah.
Kabid Perdagangan Disdagkop Kubar, Oktarinus, menjelaskan salah satu pelaksanaan kegiatan tersebut berlangsung di Balai Kampung Lotaq, Kecamatan Muara Lawa, Selasa (3/11/2026).
Menurutnya, pasar murah merupakan upaya pemerintah daerah membantu masyarakat, terutama warga kurang mampu, agar tetap dapat memenuhi kebutuhan pokok menjelang hari besar keagamaan.
“Program ini merupakan salah satu bentuk perhatian pemerintah daerah kepada masyarakat. Kami ingin membantu meringankan beban pengeluaran rumah tangga, khususnya menjelang Natal dan Tahun Baru,” ujarnya kepada Korankaltim.com, Rabu (4/11/2026).
Dia menyebutkan, pelaksanaan pasar murah tetap diupayakan meskipun pemerintah daerah menghadapi keterbatasan anggaran. Sebab, program tersebut dinilai penting untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam memperoleh bahan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau.
Khusus Kecamatan Muara Lawa, terdapat dua kampung yang menjadi sasaran program pasar murah tahun ini. Kampung Lotaq menjadi salah satu lokasi pelaksanaannya.
Adapun paket sembako yang disediakan terdiri atas beras lima kilogram, satu piring telur, bawang merah setengah kilogram, bawang putih setengah kilogram, gula pasir satu kilogram, minyak goreng satu liter, garam dua bungkus, serta kopi satu bungkus.
Oktarinus menjelaskan, harga tebus Rp140 ribu tersebut sudah memperhitungkan subsidi pemerintah daerah. Jika dibeli secara terpisah dengan harga pasaran, keseluruhan kebutuhan pokok dalam paket itu diperkirakan bernilai sekitar Rp300 ribu.
Dengan demikian, masyarakat bisa mendapatkan selisih harga yang cukup besar dibandingkan membeli seluruh kebutuhan tersebut secara mandiri di pasaran.
Selain paket sembako bersubsidi, pemerintah daerah juga memberikan perhatian khusus kepada warga lanjut usia (lansia). Setiap kampung yang menjadi sasaran program mendapatkan lima paket bingkisan yang dibagikan secara gratis kepada lansia.
Isi bingkisan tersebut sama dengan paket kebutuhan pokok yang disediakan dalam kegiatan pasar murah.
Melalui program ini, Pemkab Kubar berharap masyarakat dapat terbantu dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus mengurangi beban pengeluaran rumah tangga menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru. (Adv)