Seperti diketahui, dari total Rp 38, 9 miliar untuk bonus yang dianggarkan dalam APBD Kaltim 2017 sebesar Rp 24, 9 miliar, sedangkan sisanya Rp 14 miliar rencananya pada Perubahan APBD Kaltim 2017.
Ia menambahkan, Komisi IV memandang sisa pembayaran ini merupakan hutang yang harus segera dibayarkan karena sudah menjadi komitmen bersama antara Pemprov Kaltim dengan DPRD Kaltim. Pasalnya, apabila komitmen tersebut diingkari maka menjadi catatan buruk sejarah Kaltim.
“PON XIX sudah selesai, mereka yang sudah berjuang hingga tetes darah terakhir dan berhasil mengharumkan nama Kaltim di tingkat nasional kini menagih janji. Itu merupakan hal wajar, sudah semestinya daerah memberikan yang terbaik,” ujarnya.
Koordinator Atlet, pelatih, oftek dan manager PON XIX Muslimin menyebutkan kedatangannya guna menyuarakan apa yang selama ini menjadi kegelisahan para atlet peraih mendali emas hingga manager, karena tidak sedikit dari mereka yang terpaksa menjual sejumlah barang untuk membayar hutang.
“Mereka sudah mengorbankan masa remajanya demi mengikuti program latihan yang ketat setiap harinya. Porsi bertemu keluarga dan temanpun pastinya jauh berkurang, ini semua dilakukan demi untuk mengharumkan nama Kaltim akan tetapi amat sangat disayangkan apabila seluruh jerih parah tersebut tidak mendapat penghargaan sebagaimana semestinya,” tutur Muslimin didampingi Suryadi, Bunyamin, Hendra dan lainnya. (adv/hms4/hms6)
Seperti diketahui, dari total Rp 38, 9 miliar untuk bonus yang dianggarkan dalam APBD Kaltim 2017 sebesar Rp 24, 9 miliar, sedangkan sisanya Rp 14 miliar rencananya pada Perubahan APBD Kaltim 2017.
Ia menambahkan, Komisi IV memandang sisa pembayaran ini merupakan hutang yang harus segera dibayarkan karena sudah menjadi komitmen bersama antara Pemprov Kaltim dengan DPRD Kaltim. Pasalnya, apabila komitmen tersebut diingkari maka menjadi catatan buruk sejarah Kaltim.
“PON XIX sudah selesai, mereka yang sudah berjuang hingga tetes darah terakhir dan berhasil mengharumkan nama Kaltim di tingkat nasional kini menagih janji. Itu merupakan hal wajar, sudah semestinya daerah memberikan yang terbaik,” ujarnya.
Koordinator Atlet, pelatih, oftek dan manager PON XIX Muslimin menyebutkan kedatangannya guna menyuarakan apa yang selama ini menjadi kegelisahan para atlet peraih mendali emas hingga manager, karena tidak sedikit dari mereka yang terpaksa menjual sejumlah barang untuk membayar hutang.
“Mereka sudah mengorbankan masa remajanya demi mengikuti program latihan yang ketat setiap harinya. Porsi bertemu keluarga dan temanpun pastinya jauh berkurang, ini semua dilakukan demi untuk mengharumkan nama Kaltim akan tetapi amat sangat disayangkan apabila seluruh jerih parah tersebut tidak mendapat penghargaan sebagaimana semestinya,” tutur Muslimin didampingi Suryadi, Bunyamin, Hendra dan lainnya. (adv/hms4/hms6)